Jalan-jalan Ala Benalu ke Puncak Bogor

Jalan-jalan di akhir pekan kali ini bareng teman-teman kantor yang sebenarnya bisa dibilang mendadak. Kebetulan salah satu sesepuh di kantor alias Mas Gusti punya rumah yang udah gak dipakai lagi di Cisarua, lokasinya persis di pinggir jalan raya depan restaurant Sinar Alam. Peserta kali ini yaitu Mas Gusti, Ikhwan, Bang Randy, Ka Riris, Chokey, Ka Didi, dan gue.


Berangkat dari kantor selepas jam kerja di hari Jumat, niatnya sih mau menghindari macet di hari Sabtu tapi ternyata malam itu kita kena macet panjang juga. Begitu sampai rumahnya kita langsung tidur karena udah jam 2 pagi. Keesokan harinya setelah sarapan mie instan, kita langsung jalan.


Telaga Warna

telaga warna puncak bogor

Perhentian pertama adalah Telaga Warna. Setelah melewati Masjid At Tawun, ada pos portal kecil di sebelah kiri jalan. Sayangnya, gak ada plang namanya jadi buat sebagian orang mungkin belum tahu. Tiket masuk ke area itu 3k idr, tapi nanti untuk memasuki lokasi Telaga Warnanya harus bayar lagi 5k. Di dalam sini trrnyata ada larangan membawa kamera DSLR atau handycam karena akan dikenai charge. Alhamdulillah sih gue lolos karena kamera sebelumnya emang gue masukin ke tas dulu.

pengalaman ke telaga warna puncak bogor
objek wisata yang ada di puncak bogor

Begitu masuk ke area Telaga Warna kita langsung disambut sama kawanan kera, tapi kelakuan kera-kera tersebut gak seliar seperti di beberapa tempat wisata lain. Hanya saja kita tetap harus waspada. Selama kita makan bakso di dalam area itu, kera-keranya masih sopan.

telaga warna puncak bogortelaga warna puncak bogor
telaga warna puncak bogortelaga warna puncak bogor

Di sekitar Telaga Warna ini lingkungannya masih bersih. Selain foto-foto, di sana juga tersedia beberapa fasilitas pendukung seperti flying fox dan lapangan bola kecil, serta sampan untuk menyebrang telaga. Di sudut area ini juga sedang dibangun penginapan.

telaga warna puncak bogor
telaga warna puncak bogor
telaga warna puncak bogor
telaga warna puncak bogor

Sepertinya gue datang diwaktu yang kurang pas. Gue tanya sama tukang bakso yang lagi mangkal di sana, katanya kalau sore atau pagi banget telaganya itu masih banyak kabut. Kalau buat foto kan jadi lebih dramatis gitu bok!

telaga warna puncak bogor
sepertinya dia udah 2 minggu belum makan... :")
 Yasudahlah yaa next time ke sini lagi pas musim hujan aja yang kecendrungan kabutnya banyak.
 

Kampung Brasco

Tempat ini sebenarnya gak masuk dalam rencana, awalnya gara-gara gue yang kurang bawa baju ganti jadinya niat mau beli baju cadangan aja di sini.

belanja di kampung brasco
belanja di kampung brasco
belanja di kampung brasco
belanja di kampung brasco
belanja di kampung brasco
belanja di kampung brasco

Serombongan turun semua, dan ternyata teman-teman gue pada kalap belanja. Gue cuma beli satu buat gue, dan satu buat oleh-oleh. Eh mereka lebih sadis belanja kayak besok mau lebaran. Harganya standar harga FO sih sebenarnya, tapi modelnya lumayan bagus-bagus juga.


Restaurant Alam Sunda

rumah makan alam sunda puncak
rumah makan alam sunda puncak

Setelah pilu melihat struk belanja masing-masing di Brasco, kita lanjut cari makan siang. Kita jalan terus menuju Cianjur dan berhenti di depan bekas gedung bioskop kondang jaman dulu (kata Mas Gusti). Di depan gedung itu ada rumah makan ramai banget, namanya Alam Sunda. Pas kita perhatiin ternyata pusatnya malah ada di tanah abang. Jiaaaah

rumah makan alam sunda puncak
rumah makan alam sunda puncak
wisata kuliner di cianjur
sambal dower rumah makan alam sunda
rumah makan alam sunda blog review
rekomendasi makanan sunda di puncak bogor

Menu yang kita pesan bebek semua, tapi ada yang goreng dan ada yang bakar juga. Rasanya gak terlalu istimewa, tapi sambalnya itu yang bikin bibir dower. Di meja sudah disediakan dua macam sambal, yang maknyus ya sambal bawangnya itu.

rumah makan alam sunda puncak
rumah makan alam sunda puncak
Ji hyo ama Kang Randy

Harganya masih standar, untuk bebeknya kurang lebih 15k. Pelayanannya ramah dan cepet banget. Alhamdulillahh perut keisi dan tenaga recharge lagi setelah capek nungguin chokey nyobain baju melebihi cewe-cewe. Hahahaa


Nicole's Kitchen & Lounge

review nicole's kitchen

Sejak memutuskan mau ke puncak, bocah-bocah udah pada ribut mau nongkrong di sini. Gue sendiri juga udah lama ngidam mau ke sana. Lokasinya sebenarnya masih satu lahan parkir alias satu komplek sama Brasco, tapi karena kita sengaja mau sunsetan di sana jadi kita keluar area itu dulu. Sekitar jam empat kita udah sampe di Nicole's Kitchen. Sebelumnya kita semua kompak ganti baju pakai baju baru yang tadi beli di Brasco. Hahahahahaa

nicole's kitchen cianjur
nicole's kitchen cianjur
nicole's kitchen cianjur
menu makanan di nicole's kitchen
menu makanan di nicole's kitchen
foto-foto di nicole's kitchen
foto-foto di nicole's kitchen
foto-foto di nicole's kitchen
pelayanan di nicole's kitchen
foto-foto di nicole's kitchen

Sumpah nista banget kelakuan kita. Gak yang cewe, gak yang cowo.. Semua banci tampil semua. Untuk dapat table yang ada di rooftop, kita akan dikenai minimum charge. Table kita dikenai minimum charge sebesar 300k idr. Selain itu juga ada yang cuma 100k idr dan 500k idr. Area outdoornya lagi gak bisa ditempati karena gerimis mengundang. Kisaran harganya sekitar 20k-50k untuk minuman. Kalo makanan sih ada yang lebih dari 100k (steak dkk).

harga makanan di nicole's kitchen

Gue pesan calamary dan Ka Riris pesan spaghety carbonara. Rasa calamarynya sebenarnya enak, cuminya empuk banget tapi kurang fresh. Kita gak banyak pesan makanan dan sengaja cuma nyemil-nyemil cantik aja, karena masih kenyang setelah makan bebek pas siangnya. #padahalsayangduit

foto-foto di nicole's kitchen puncaknicole's kitchen review
nicole's kitchen reviewnicole's kitchen review

Menjelang magrib suasananya makin cakep, apalagi area outdoornya. Honestly, gue gak begitu nyaman sama pelayanan di sana. Sebenarnya tempatnya gak istimewa amat seperti yang dibicarakan orang di social media, tapi kalau lo kebetulan lagi berada di sekitaran Puncak atau Cipanas sih boleh mampir atau mungkin abis kecapekan belanja di Brasco yaa bolehlah ngopi di Nicole's Kitchen sambil istirahat.


Rumah Makan Simpang Rawi

rumah makan enak dan murah di puncak bogor

Keesokan harinya, kita disuruh bangun pagi-pagi. Dengan modal cuma cuci muka dan sikat gigi aja, kita langsung diangkut ke dalam mobil karena mas Gusti ada acara siang itu. Kita cuma pasrah aja pulang gak dikasih makan. Eh ternyata Mas Gusti berhenti di rumah makan ala Sunda yang semua menunya udah tersedia di meja.

harga menu makanan di rumah makan simpang rawi bogor
rumah makan simpang rawi bogor

Rasanya lumayan enak dan yang penting murah. Kita makan bertujuh cuma kena 160ribuan. Hati senang, perut kenyang. Makasih Mas Gusti... Bener-bener deh nih kita cuma numpang hidup aja ama doi!

*********************************************

Sebenarnya masih banyak tempat yang mau kita datangi, tapi ya you knowlah kondisi jalanan macet di Puncak itu bikin kita jadi mager. Intinya kalau perginya itu pesertanya ada Ka Riris dan Ka Didi itu tujuannya pasti cuma nyari tempat makan enak dan segala hal dilakukan gimana caranya kalau bisa gratis.

Jadi selama kita dua hari di Puncak itu hidup bagaikan benalu. Percaya gak percaya gue cuma ngeluarin duit seratus ribu aja, sisanya ditraktir Mas Gusti. Mobil pakai mobilnya Mas Gusti, dia pula yang nyetir. Nginepnya di rumah Mas Gusti pula, sampai makanpun dia yang bayarin. Kita sibuk foto-foto eh dia yang jagain tas-tas kita... Benalu banget gak tuh kita??

Hahahaha maafkeun kami ya Mas Gusti... :p

mas Gusti diinjek kingkong

Happy tummy!!




FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE+

0 Comments