Nidyholic
  • Home
  • About Me
  • Collaboration
  • Indonesia
  • _Banten
  • _Bali
  • _Central Java
  • __Brebes
  • __Magelang
  • __Semarang
  • __Solo
  • _East Java
  • __Malang
  • _Jakarta
  • _Lombok
  • _West Java
  • __Bandung
  • __Bogor
  • __Cirebon
  • _South Sumatera
  • __Palembang
  • _South Sulawesi
  • __Makassar
  • __Tanjung Bira
  • _Yogyakarta
  • Overseas
  • _Cambodia
  • _India
  • _Japan
  • __Hitachi
  • __Kyoto
  • __Osaka
  • __Tateyama
  • __Tokyo
  • _Malaysia
  • __Ipoh
  • __Melaka
  • __Kuala Lumpur
  • __Penang
  • _Singapore
  • _South Korea
  • __Busan
  • __Gangchon
  • __Gapyeong
  • __Seoul
  • _Thailand
  • __Bangkok
  • __Hua Hin
  • __Krabi
  • __Phuket
  • _Vietnam
  • __Ho Chi Minh
  • __Mui Ne
  • Travel Hack
  • _Itinerary
  • _Travel Budget
  • _Travel 101
  • Other
  • _Lifestyle
  • _Beauty
  • _Culinary
  • _Random Thoughts
  • Review
  • _Airbnb
  • _Hostel
  • _Hotel
  • __Airport Hotel
  • __Boutique Hotel
  • __Budget Hotel
  • __Star Hotel
  • _Resort
gadget

Pengen Beli Kamera? Pikir-pikir Dulu, deh!

by @miss_nidy di 10:47 AM
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli kamera


Traveling dan fotografi merupakan suatu kesatuan yang sulit dipisahkan. Sepertinya keberadaan kamera saat sedang travelling sudah menjadi suatu kebutuhan primer. Sayang kan kalau sudah di tempat yang indah bersama orang-orang yang kita sayang, tapi tidak diabadikan dengan jepretan kamera.




Pernah ingat tidak, waktu SD diajak piknik ke Taman Mini Indonesia Indah, atau ke Ragunan, pasti orangtua kita buru-buru beli roll film untuk tustel. (((TUSTEL))) #KetahuanAngkatannya


Aku pun belum lupa bagaimana rasanya waktu pertama kali tahu bahwa kamera digital mampu mengambil gambar ribuan kali dan menghapusnya segera jika dirasa kurang bagus hasilnya. Berkali-kali aku dibuatnya berdecak kagum, "Wah gila keren donk tidak mesti pakai roll film lagi, tidak harus deg-degan lihat hasil nyuci foto yang terbakar".


Padahal setelah dipikir-pikir, orang-orang jaman dulu yang sudah terbiasa motret pakai kamera analaog, malah lebih jago dibandingkan dengan anak-anak milenial sekarang, lho. Dengan jumlah kapasitas roll film yang ada, orang-orang jaman dulu akan lebih berhati-hati dan fokus sebelum memencet tombol shutter.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli kamera


Tahun berganti tahun, tustel atau kamera analog mulai ditinggalkan dan tergerus kecanggihan teknologi. Fungsi kamera bukan hanya sekedar alat atau media untuk merekam memori saja ke dalam sebuah gambar, tapi juga sebagai tolak ukur kebahagiaan.


Tidak percaya?


Coba perhatikan baik-baik. Hampir setiap orang di dunia sudah punya handphone dengan fitur kamera, kan? Selfie, cekrek, langsung cengar cengir sendiri lihat hasilnya. Apalagi kalau pakai aplikasi beauty blablabla, wajah sekejap berubah jadi putih dan halus. Semakin tidak laku saja nanti obat pemutih yang iklannya bertebaran di kolom komentar instagram. -_-


Terlepas dari habit selfie yang semakin mengkhawatirkan, sesungguhnya secara tidak sadar kita juga belajar teknik fotografi, lho. Dengan intensitas selfie yang lumayan banyak, nantinya kamu akan semakin mengetahui dimana letak angle terbaik yang kamu miliki, teknik pencahayaan yang baik, dan editing (crop sana, crop sini) :p

Apalagi sejak kehadiran instagram. Banyak orang yang tadinya tidak begitu mengerti dan tidak suka dengan dunia fotografi, mendadak jadi hobi motret. Biasanya sih, awalnya karena desakan orang sekitar. Setiap ketemu selalu ditanya "
Instagram lo apa? aku follow ya". Begitu seringnya ditanya, dan sering pula menjawab tidak punya, akhirnya mau tidak mau mereka buat account instagram dan tidak sedikit yang pada akhirnya malah jadi menyukai fotografi.


travel photography
"a picture worth a thousand words"

Keberadaan foto atau gambar dalam sebuah buku juga sering diperhatikan. Tidak semua orang bisa dengan mudah menyelami kisah yang diceritakan di dalam sebuah buku. Dengan adanya bantuan foto atau gambar karikatur, setidaknya sedikit banyak bisa membantu para pembacanya berimajinasi dengan kisah dan para tokoh yang diceritakan. Menurutku pribadi, sebuah foto yang baik, seharusnya bisa menceritakan kisah di balik sebuah foto tanpa perlu membubuhkan caption yang panjang dan melahirkan emosi tersendiri bagi orang-orang yang melihat foto tersebut. Emosi di sini dalam artian perasaan senang, sedih, bahkan marah, ya. Jadi tanpa perlu caption panjang, orang sudah bisa menerka apa yang terjadi di dalam foto itu. 


Keseriusan untuk mendalami fotografi lebih dalam lagi, biasanya dimulai dengan niat membeli kamera 'serius'. Awal-awal aku mulai rutin ngeblog dan mulai fokus ke niche travelling, aku hanya mengandalkan kamera handphone dan compact camera keluaran Kodak. Hasilnya ya gitu deh, yang penting ada fotonya. Tapi semakin aku sering blogwalking dan mempelajari blogger-blogger hits yang tampilan blognya keren, ada satu kesamaan dari mereka yang menarik minatku, yaitu mereka menyajikan konten yang tidak hanya enak dibaca tapi enak pula dilihat foto-fotonya.

Oh iya, salah satu trigger yang mendorongku untuk memutuskan beli kamera adalah saat aku trip ke Tanjung Bira. Kala itu, travelmate yang trip bareng, bawa kamera mirrorless keluaran Sony. Hasilnya ciamik, tapi sayang tidak ada koneksi wifi untuk transfer foto langsung ke HP. Melihat hasil foto -foto yang bagus dan ukurannya yang mudah dibawa kemana saja, aku baru mulai mencari tahu itu jenis kamera apa.

Saat itu kebetulan kamera mirrorless baru banget keluar di pasaran. Aku langsung googling dan tanya ke beberapa orang yang sudah lebih dulu punya kamera bagus. Akhirnya merujuk ke Fujifilm. Waktu itu brand yang baru mengeluarkan tipe mirrorless di pasaran hanya Fujifilm, Sony, Samsung, dan Olympus (masih sedikit tipenya waktu itu). Bahkan sekelas Canon dan Nikon, saat itu belum produksi mirrorless.


Aku nekat beli kamera. Setelah itu, tantangan selanjutnya adalah bagaimana cara memakainya. aku blank sama sekali. tidak mengerti istilah-istilah ISO, aperture, diafragma, komposisi, dll. Aku sama sekali tidak paham. Akhirnya minta tolong ke salah satu teman untuk mengajarkanku cara menggunakan kameranya. Jangankan paham soal teknik motret, buat baca menunya saja masih bingung. 

Well, sampai sekarang pun aku masih suka bingung dengan istilah-istilah di atas, sih. Practice does make perfect, but it needs time indeed. Bertahun-tahun pakai kamera, tidak menjadi jaminan skill motretnya meningkat dengan pesat. Di atas langit masih ada langit. Banyak kok teman-teman ku yang jago motret, tapi sampai sekarang belum melabelkan kata 'fotografer' di job title mereka. Apalagi aku, yang masih sering jelek hasilnya.. T.T

Aku Ingat pertama kali bawa kamera ngetrip yaitu ke Bandung, saat pertama kali kopdar sama @ulfaiqlima. Meskipun hasilnya masih berantakan, tapi aku happy-happy aja, sih. Setidaknya aku merasa sudah naik level, dari hanya bisa menggunakan kamera handphone, sekarang sudah bisa pakai kamera beneran. Ihiy! #suombuong

Nah sejak saat itu, aku semakin sering pakai kameranya dan belajar secara otodidak. Aku juga belajar dari Google, salah satunya dari website belfot.com. Perlahan hasil fotonya sudah mulai mendingan lah, dibandingkan waktu pertama kali mencobanya.

"Mempunyai kamera itu butuh komitmen dan niat untuk belajar"

Buat kalian yang ragu-ragu mau beli kamera karena takut tidak bisa pakainya, pikirkan dulu baik-baik. Karena harga kamera itu tidak murah. Tidak hanya sekedar gaya-gayaan digantung di leher, lho. Banyak banget temanku tertarik dengan hasil foto yang ada di instagram dan nanya pakai kamera apa. Beberapa diantara mereka akhirnya ikutan beli kamera mirrorless, lalu berujung "kok hasil foto aku biasa aja, sih" atau "aku tidak bisa makenya nih". Kemudian kameranya berakhir di lapak tokopedia, deh.

Ingat, mempunyai kamera itu butuh komitmen dan niat untuk belajar. Bukan sekedar gaya-gayaan. Jangan pernah takut nanti kameranya akan rusak, hanya karena kamu salah pencet menu. Ketakutan itu kadang muncul hanya karena kurangnya pengetahuan. Coba curi ilmunya dulu saja melalui internet. Pelan-pelan dipraktekkan teorinya. Pasti bisa!

Yaelah,  dikata aku motret sekali jepret sambil merem langsung menghasilkan foto kece keleus. Kalau malas buat belajar cara menggunakan kamera, tapi mau hasil fotonya bagus terus, mending hire fotografer, tidak usah beli kamera. Kelar.

Tahu tidak, satu foto kece yang dipost di instagram, adalah buah hasil kegagalan dari 235464515675641 kali foto. Kalau sekali foto jelek, coba lagi dan lagi. Begitu terus, sampai menghasilkan sebuah foto yang menurutmu bagus dan layak post.

Pertama kali nyobain foto light trails
Setelah beberapa kali trial & error :D
Sebenarnya motret pakai kamera hp pun bisa jadi bagus. Banyak kok instagramers yang cuma mengandalkan kamera hp nya. Asal kemampuannya mumpuni loh ya. Kalau aku sih kamera hpnya jelek, maklum beli yang murah, bu. Alasan kenapa aku tidak beli hp canggih, ya karena memang sudah mengandalkan kamera mirrorless saja. Sayang duit juga, sih. Mending dipakai buat tabungan travelling.


Lalu kenapa akhirnya aku memilih kamera mirrorless ketimbang DSLR? Jawabannya simple, karena kamera mirrorless lebih ringan, lebih kecil, dan hasilnya pun 11-12 sama DSLR. Intinya, aku mau kamera yang praktis dibawa travelling, dan bisa masuk ke dalam handbag
Kekurangan dari kamera mirrorless menurut aku hanya satu. Bodynya yang ringan, membuatnya lebih sulit kalau buat foto long exposure. Jadi harus pakai tripod yang agak bagus, supaya dudukannya firm banget. Aku pernah mencoba foto light trail pakai tripod yang murah, nah itu, kalau kena angin yang lumayan kuat, bisa goyang kameranya. Jadi memang harus didukung dengan tripod yang bagus juga, sih. Sementara kalau DSLR dengan bodynya yang lebih gendut, jadi lebih kokoh.


At least, itu yang aku rasain selama megang kamera mirrorless sejak 2014. Mungkin bisa lain lagi dengan orang lain. Apalagi kalau kameranya juga berbeda. Buat yang sering perhatikan feeds instagram aku, pasti tahu deh aku pakai kamera apa. 
 

Nah, bagi kamu yang masih dilanda kegalauan mau beli kamera seperti apa. Ada baiknya perhatikan dulu hal-hal di bawah ini.
  1. Pastikan dulu kamera tersebut mau kalian gunakan untuk motret apa dan dibawa kemana? Apakah akan sering kamu gunakan untuk travelling, atau lebih sering digunakan di sekitar tempat tinggalmu saja. Namanya juga travelling ya, pasti bawaan sudah berat. Kalau mau kamera yang praktis tapi bagus, ya pilih mirrorless saja. Tapi kalau memang niat kamu mau belajar fotografi lebih serius dan tidak keberatan untuk menambah beban berat saat travelling, pakai DSLR. Setelah itu baru pikirkan mau motret apa. Kalau mau menghasilkan foto-foto makro atau yang bokehnya cakep ya, coba lirik fixed lens. Sementara kalau suka foto landscape, cari lensa wide. Tapi kalau untuk pemula, lensa kit bawaan dari kameranya juga sudah bagus kok. Nanti kalau sudah 'naik level', baru beli lensa lain.
  2. Perhatikan fitur menunya. Salah satu temanku beli kamera mirrorless dengan brand tertentu hanya karena brand tersebut mengeluarkan seri warna pink. Pokoknya nomor satu itu harus warna pink, fitur dan menu itu nomor dua. Alhasil, tiap kali travelling, kameranya tidak pernah dipakai. Cuma buat properti foto saja, karena penggunaan menunya yang tidak user friendly. Sayang, kan. Jadi sebelum beli, mending pastikan dulu fitur apa yang kalian butuhkan. Apakah ISO & fitur lainnya sesuai kebutuhan, menunya mudah dipahami, atau mungkin ada WiFinya atau tidak. Hampir semua kamera mirrorless yang beredar di pasaran sekarang punya fitur WiFi nya kok, jadi bisa langsung sharing ke handphone. Terus update deh di sosmed.
  3. Survei dan coba langsung itu wajib. Sebelum memutuskan beli kamera merk apa dan tipe yang mana, pastikan kamu survei dulu di internet. Bandingkan kamera yang satu dengan yang lainnya. Kalau ada teman yang sudah pakai kamera mirrorless, tanyakan juga pada mereka kelebihan dan kekurangan dari brand yang sudah mereka gunakan. Setelah itu, datanglah ke toko dan jangan ragu untuk cobain langsung. tidak usah buru-buru. Karena kamera itu investasi jangka panjang kamu, jadi perlu hati-hati memilih.
  4. Beli lah kamera yang sesuai dengan budget yang kamu miliki. Semurah apapun kamera itu, kalau hanya mampu beli dengan harga segitu, maka itu lah yang terbaik untuk kamu. It's not about the camera, but who's behind it. Karena sebagus apapun kamera yang kamu miliki, semahal apapun itu, kalau tidak bisa makenya ya percuma atuh. Tapi kalau kamu punya budget lebih dan betul-betul niat mau belajar fotografi, beli lah kamera dan lensa termahal yang kamu mampu. Remember, camera is your long-term investment, babe. Kamu tidak akan pernah rugi beli kamera mahal, asaaaal mau belajar pakainya.

Semoga tulisan ini bisa membantu kamu  untuk memutuskan kamera apa yang cocok dan meyakinkan diri apakah kamu betul-betul sudah mantab dan pantas beli kamera atau belum. Karena aku bukan expert di bidang ini dan hanya mencoba memberi pencerahan bagi kamu yang masih galau untuk beli kamera. Jangan lupa tag aku ya hasil fotonya kalau sudah beli. Hehehe




FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE+ 
email: miss_nidy@yahoo.com
Tags: gadget Travelling
@miss_nidy

Posted by @miss_nidy

Hello, I'm Rizka Nidy. Welcome to my blog! Email: miss_nidy@yahoo.com ~~~ Feel free to contact me or drop a comment. Please don't be a stranger! :)

You may like these posts

23 Comments

  1. Nasirullah SitamMarch 20, 2017 at 11:42 AM

    Sampai sekarang hasil fotoku kurang bagus ahahhahaha. Entahlah, mungkin karena kurang sabar. Sukanya asal motret terus nggak liat hasilnya :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 22, 2017 at 7:39 PM

      Aku pun begitu, masih jelek. Yang penting kan dicoba terus, daripada kameranya dianggurin. T.T #alasan

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  2. Bunga LompatMarch 20, 2017 at 5:50 PM

    Asddfghhjkl kamera Nikonnya bikin ngiler xD kayak boomerang wkwkwkw


    Iyanih, aku juga gitu kak ._. foto-fotoku itu hasil kesungguhan hati, bukan teknik XD masih belum bisa teknik apa".

    Harusnya kalau udah punya kamr=era ada kewajiban belajar terus yah xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 22, 2017 at 7:41 PM

      Iya, intinya dicoba terus aja. Urusan jelek atau bagus, biarkan mas anang yang menilai..

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  3. Nita Lana FaeraMarch 21, 2017 at 6:59 AM

    Kalau untuk traveling, saya masih mengandalkan kamera pocket, karena sanggupnya baru beli ini, haha... Hp saya juga masih kamera jelek, karena memang foto dan video lebih fokus dari kamera pocket aja. Moga ada rejeki beli mirrorless :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 22, 2017 at 7:44 PM

      Amiennn...
      Apapun kameranya, selama pintar ngambil anglenya juga bagus-bagus aja kok, mba. Banyak instagramers yang cuma ngandelin kamera hp tok, tapi bagus aja hasilnya. Dibantu proses editing juga sih. :D

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  4. Aji SukmaMarch 21, 2017 at 7:51 AM

    Sbelumnya aku pakai dslr, tp kerepotan bgt dibawa pas traveling & make nya juga biasa aja gak jago2 juga, hahaha akhirnya aku jual. Trs krn kebutuhan banyakan bt video maka aku lebi prefer make handycam, sdangkan foto mengandalkan smartphone. Sejauh ini aku bilang sudah cukup utk kebutuhanku sih, tp banyak yg ngeracunin suruh pake mirrorless. Aku masih mikir2 lg, riweh jg bawa handycam sm mirroless. Karna utk video menurutku masi nyaman & bagus handycam. Intinya balik ke kita kalik yah kak, mana yg sesuai dg kebutuhan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 22, 2017 at 7:46 PM

      Jaman2 pakai dslr itu yang waktu masih singset di taman mini, ya? :D
      Iya setuju, kamera itu harus sesuai kebutuhan. Kebanyakan kamera juga ribet juga sih bawanya. Kayak pas off road, yang kanan pegang mirrorless, kiri pegang action cam.

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  5. Imron FhatoniMarch 22, 2017 at 1:48 AM

    Hingga kini, membeli kamera masih ada dalam agenda huhuhu :D Meski demikian, nyari2 juga sih mana yang cocok untuk kantong mahasiswa

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 22, 2017 at 7:46 PM

      Semoga segera terealisasi kamera impiannya. Amien

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  6. mindaMarch 22, 2017 at 9:18 PM

    Dari tahun lalu aku pengen ganti kamera tapi niat masih maju mundur. Kadang liat temen yg fotonya bagus padahal cuma pakai hape aja, jadinya mundur lagi niatannya. Jadi sekarang masih memanfaatkan kamera yg ada dengan perdalam tekniknya aja :D

    Semoga nanti bisa terwujud niat ganti kamera...Aamiiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 24, 2017 at 8:18 PM

      Amieeen... mau kamera apapun yang penting rajin makenya dan disesuaikan dengan kebutuhan aja kalo menurut aku. :D

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  7. Ulfa iqlimaMarch 24, 2017 at 12:08 PM

    Asiiik aku disebutin :D . Biarpun belum jd fotografer profesional, Tapi kusuka tiap kali dipotoin kamyuuu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyMarch 24, 2017 at 8:18 PM

      Hahaha sebab aing bukan fotografer, jadi ya ala kadarnya.. :D

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  8. VikaMarch 25, 2017 at 7:14 PM

    Well said! Thanks!

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  9. Rifqy Faiza RahmanMarch 25, 2017 at 10:07 PM

    Betul ini. Sekali punya niat mau beli, nabungnya juga kudu sekalian serius, supaya sekalian yang bagus dan awet. Dan setuju, harus ada niat belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyApril 9, 2017 at 11:14 AM

      ^^^^^^^ Tuh manteman, kata kang poto yang beneran juga gitu

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  10. Dwi SusantiMarch 26, 2017 at 9:55 AM

    Haa pas kamera eror terus nemu tulisan ini. Antara benerin kamera lama atau nabung beli yg baru.
    Dann niat nabung itu bener-bener butuh kesungguhan 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyApril 9, 2017 at 11:15 AM

      Bener, kalau udah niat harus sungguh-sungguh.

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  11. Cikita S.March 31, 2017 at 9:57 AM

    This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
  12. EksapediaApril 2, 2017 at 11:37 AM

    Awalnya dulu pakai N70 terus upgrade ke poket terus Dslr :D
    karena sering dipake + disiksa akhirnya rusak, tak jual beli lagi. jual lagi beli lagi.
    Sekarang malah jadi jual beli kamera :-/

    ReplyDelete
    Replies
    1. @miss_nidyApril 9, 2017 at 11:15 AM

      ini agan-agan tokopedia ya? :D :D :D

      Delete
      Replies
        Reply
    2. Reply
  13. UnknownApril 13, 2017 at 11:07 PM

    Aku baru aja beli kamera dan baca blogpost ini Oma. Huahhhh masih banyak PR dan harus belajar banyak nihhh, yukkk ketemu lagi hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
      Reply
Add comment
Load more...

Please notice: Subscribe to my blog before you leave a comment. Any active link on comment will be automatically deleted. Thank you for reading!

Meet The Author



Follow Me

Disclaimer

Missnidy.com contains paid advertising posts and contextual affiliate links where a small commission is received for sale of products linked in a post. I partner with brands and products that I am passionate about and appreciate your support in making this blog possible. Any sponsored post is marked under ‘sponsored post’ category and all of the opinions are personally on my own.

Hits

  • 20114
  • 20123
  • 201330
  • 201431
  • 201545
  • 201659
  • 201763
  • 201863
  • 201944
  • 202032
  • 202119
  • 202216
  • 202315
  • 202417
  • 20251
  • 20269

Categories

  • ASEAN trip 22
  • Indonesia 159
  • Japan Travel Diaries 7
  • Lifestyle 55
  • Mancanegara 110
  • Review 79
  • Travel 101 33
  • Travel Budget 6
  • Travelling 287
  • culinary 75

Facebook

Instagram

Ads

Friends

Nidy in Wanderland

Nidy in Wanderland
Missnidy.com established in 2011. A travel blog, written by Rizka Nidy. This blog contain some travel experiences and random thoughts that she might find on her journey. Enjoy!

Business inquires

Email: miss_nidy@yahoo.com

Search This Blog

Popular Posts

Tags

  • #EksplorDeswitaJogja
  • A Journey to India
  • acer
  • Airbnb
  • Airport Hotel
  • ASEAN trip
  • Australia
  • Bali
  • Bandung
  • Bangkok
  • Banten
  • Beach
  • Beauty
  • Bogor
  • Boutique Hotel
  • Brebes
  • Budget Hotel
  • Busan
  • Cambodia
  • Central Java
  • Cirebon
  • culinary
  • East Java
  • event
  • Flashback
  • gadget
  • Gangchon
  • Gapyeong
  • Guest Post
  • Hitachi
  • Ho Chi Minh
  • Hostel
  • Hotel
  • Hua Hin
  • India
  • Indonesia
  • Ipoh
  • Itinerary
  • Jakarta
  • Japan
  • Japan Travel Diaries
  • Krabi
  • Kuala Lumpur
  • Kyoto
  • Lifestyle
  • Lombok
  • Magelang
  • Makassar
  • Malang
  • Malaysia
  • Mancanegara
  • Melaka
  • movie
  • Mui Ne
  • Museum
  • Osaka
  • Palembang
  • Penang
  • Phuket
  • Random Thoughts
  • Resort
  • Review
  • Semarang
  • Seoul
  • Siem Reap
  • Singapore
  • Solo
  • South Korea
  • South Sulawesi
  • South Sumatera
  • Sponsored Post
  • Spring
  • Star Hotel
  • Tanjung Bira
  • Tateyama
  • Thailand
  • Tokyo
  • Transportation
  • Travel 101
  • Travel Budget
  • Travelling
  • Vietnam
  • Visa
  • West Java
  • Winter
  • Yogyakarta

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Collaboration
  • Guest Writer
  • Indonesia
  • International
Copyright © Nidyholic
Powered by Blogger