review sewa passpod.id

Hari gini siapa sih yang bisa hidup tanpa terkoneksi dengan internet? Ya pasti ada saja, sih. Tapi jumlahnya satu di antara ribuan orang. Gue termasuk orang yang mungkin bisa dibilang sudah kecanduan internet, termasuk saat lagi travelling. Meskipun penggunaan gawai saat travelling sebisa mungkin gue kurangi, tapi tetap saja kebutuhan akan internet pasti harus ada. Kalau kalian mengikut instastories gue di instagram, pasti sempat memperhatikan deh kenapa gue bisa tetap terhubung dengan internet selama di Jepang. Yup, gue sewa Wifi! By the way, ada yang sudah pernah sewa Wifi di Passpod.id saat travelling?


Pengalaman menyewa WiFi ke luar negeri sebenarnya bukanlah hal yang baru buat gue. Tapi gue baru kali ini menggunakan Passpod.id sebagai tempat sewa WiFi untuk perjalanan ke luar negeri. Sepanjang sejarah kehidupan gue pun, perjalanan ke Jepang merupakan perjalanan yang terlama kedua setelah ASEAN trip, yang pernah gue lakukan. Jadi gue sangat amat butuh koneksi internet yang stabil dan bisa diandalkan.


Kenapa Harus Sewa WiFi Buat Travelling ke Luar Negeri?

  • Karena untuk cari alamat di Google Maps, butuh koneksi internet
  • Karena untuk menghubungi sanak saudara di tanah air pun, butuh koneksi internet
  • Karena keterbatasan bahasa dengan orang lokal & baca tulisan cacing harus dibantu dengan Google Translate dan itu butuh koneksi internet
  • Karena untuk pamer ke tetangga di sosmed pun, butuh koneksi internet
Ini tahun 2018, kecuali kalian bisa tahan nggak pamer di sosmed dan bahasa bukanlah penghalang, ya sudah bye!


Kenapa memilih Passpod.id?

Alasan gue cukup sederhana, Passpod.id memiliki banyak review positif. Sejujurnya, gue sudah pernah menyewa WiFi di dua tempat yang berbeda dan kenapa gue nggak balik lagi menyewa di kedua tempat tersebut? Karena gue kecewa dengan pelayanan dan produknya. Salah gue adalah nggak sempat mengecek reviewnya terlebih dahulu. 
 
Nah, begitu gue lihat Passpod.id ini memiliki banyak review positif dari para pelanggannya, gue rasa nggak butuh alasan lain lagi saat itu. Selain itu ternyata harganya cukup terjangkau, apalagi jika patungan bareng teman-teman seperjalanan.


Berapa Harga Sewa WiFi di Passpod.id?

Harga sewa yang ditawarkan Passpod.id sangat affordable. Untuk sewa WiFi ke Jepang, dikenakan biaya Rp.60,000 per hari. Oh iya, setiap peminjaman modem, akan dikenakan biaya jaminan sebesar Rp.500,000 per modem yang akan dikembalikan ke rekening kalian begitu modem dikembalikan. Hanya untuk jaminan saja kok, makanya selama travelling jangan sampai rusak apalagi hilang, kalau nggak ya Rp. 500,000 bakal hangus. Jadi total yang harus ditransfer untuk peminjaman 11 hari ke Jepang adalah Rp. 1.160,000.

Nah, modem ini bisa digunakan hingga lima orang. Berhubung gue perginya berempat, jadi per orang patungan Rp. 290,000. Sudah gitu, yang Rp. 125,000 bakal dikembalikan setelah travelling. Jadi biaya yang dikeluarkan sesungguhnya per orang hanya Rp. 165,000 saja. Jadi hemat, cyin!

Gue sarankan untuk rajin cek akun instagramnya, soalnya suka ada promo dan mereka update banget kok. Ke Jepang suka ada promo cuma Rp. 250,000 untuk pemakaian selama lima hari, lho.


Bagaimana Cara Menyewa WiFi di Passpod.id?

Caranya gampang banget! Kalian cukup mengunjungi website resminya di www.passpod.com atau menghubungi via LINE @passpod (nanti bakal dipandu sama Csnya).

Kalau reservasi via website bisa langsung mengikuti caranya di bawah ini:

cara sewa wifi passpod.id

harga sewa wifi di passpod.id
  • Klik menu 'Rent Now' yang ada di pojok kanan atas.
  • Setelah itu akan muncul form yang harus kalian isi. Pastikan kalian mengisi dengan benar tanggal mulai pemakaian dan kapan modem selesai digunakan. Karena di sinilah yang menentukan besarnya harga sewa. Email dan no Whatsapp juga dibutuhkan untuk mengirim konfirmasi pembayaran nanti. Untuk penerimaan modem, gue prefer 'kurir' biar nggak repot ngambil ke kantornya. Sementara untuk pengembalian gue memilih 'drop off di bandara', supaya nggak ada PR lagi begitu sampai rumah kan biasanya sudah capek banget. Jika sudah diisi semua, klik 'Bayar'
  • Nanti kalian akan dikirimkan email berupa pemberitahuan rincian biaya sewa dan nomer rekening Passpod.id (pembayaran dengan bank transfer)
  • Jika sudah melakukan pembayaran, kalian akan menerima email verifikasi pembayaran dari Passpod.id.
  • Modem akan dikirimkan beberapa hari menjelang keberangkatan. Modem yang gue pesan tiba satu hari sebelum keberangkatan. Buat memastikan, sebaiknya di h-2 kalian hubungi saja CS nya untuk pengantaran modem ini.
Mudah banget ya caranya! Untuk informasi lebih lanjut atau kalau kalian mau tanya-tanya dulu, bisa menghubungi CS-nya di LINE atau Whatsappnya.


Proses Penerimaan dan Pengembalian Modem

Penerimaan

Seperti yang telah gue jelaskan di atas, saat memilih cara penerimaan modem, gue prefer diantarkan kurir ke kantor. Alasannya simple, gue malas ngambil ke kantornya, bok! #GengMager

Kurirnya datang sebelum jam istirahat kantor dan menjelaskan apa saja yang bakal gue terima dan bagaimana cara mengaktifkannya. Ternyata selain perangkat modem, gue juga dipinjamkan power bank dan chargernya. Lumayan banget kan kalau kepepet nggak ada colokan listrik, bisa dipakai power banknya.

harga sewa modem passpod.id

Gue juga sempat bertanya perihal spesifikasi power banknya. Maklum saat itu larangan penggunaan power bank di pesawat masih hangat banget. Untungnya power bank dari Passpod.id masih memenuhi kriteria. Jadi aman dibawa ke atas pesawat.

Pengembalian

Sementara untuk proses pengembalian, awalnya gue memilih untuk diambil oleh kurir. Gue baru tahu kalau ternyata modemnya bisa dikembalikan langsung di bandara begitu gue tiba di Jakarta. Akhirnya gue memilih opsi ini, karena lebih praktis. Tahu sendiri kan capeknya kayak apa sepulangnya dari travelling. Daripada gue kelupaan mengembalikan atau ketiduran saat kurir datang, mending sekalian saja drop off di bandara. Nanti CS-nya akan memberikan nomer Whatsapp staf Passpod.id yang bertugas di bandara. Nah, gue janjian tuh sama stafnya di terminal 2 kedatangan untuk mengembalikan modemnya.


Review Pemakaian WiFi selama 11 Hari di Jepang

Daripada banyak basa-basi, lebih baik kita simak saja langsung yuk bagaimana review pemakaian Passpod.id selama 11 hari di Jepang.
review pemakaian wifi passpod.id 11 hari di jepang


Day 1 – 10 April 2018

Begitu pesawat mendarat di Haneda International Airport, gue langsung mengaktifkan modem. Cara pengaktifannya sangat mudah. Cukup menekan agak lama tombol power. Begitu modem nyala, WiFi langsung bisa digunakan. Nomer ID dan password ditampilkan di dalam layar modem, jadi nggak perlu takut kehilangan password yang biasanya dicetak di kertas dan tercecer entah ke mana.

 
review sewa wifi passpod.id ke jepang

Nggak perlu waktu lama, WiFi sudah bisa langsung digunakan untuk menghubungi sanak saudara, pacar, dan para fans di Indonesia.
Koneksi nggak ada kendala sama sekali. Dengan adanya koneksi internet, jadi memudahkan gue dan teman-teman dalam mencari alamat apartemen yang sudah kami booking sebelumnya. Sempat ada drama nyasar saat mencari alamat, tapi bukan karena sinyal yang ngadat, tapi karena kami salah baca peta. T.T

Day 2 – 11 April 2018

Berhubung pemakaian di hari pertama cuma sebentar, jadi gue hanya charge baterainya juga sebentar. Di hari kedua ini nggak ada kendala sama sekali. Dibawa naik turun kereta (subway),which is itu kan ada di bawah tanah ya, nggak kesulitan dapat sinyal.
pengalaman sewa modem passpod.id
Lokasi: Chidorigafuchi Park
Dengan kondisi baterai full, pemakaian baterai bisa bertahan sampai pukul 9 p.m. Padahal gue pakai dari pukul 8 a.m, lho. Awet juga, euy.


Day 3 – 12 April 2018

Di hari ketiga ini gue check out dari apartemen. Malamnya sudah harus naik bus malam menuju Kyoto dari Tokyo. Kurang lebih sama seperti hari kedua, pemakaian baterainya bertahan sampai pukul 9 p.m. Nah, berhubung malam itu gue tidur di bus, jadi nggak bisa charger baterai sama sekali.

Lalu kehidupan gue keesokan harinya gimana tanpa modem yang sudah kehabisan baterai ini?

Day 4 – 13 April 2018

Enaknya sewa WiFi di Passpod.id ini adalah kita juga dipinjamkan power bank. Jadi selama seharian itu, modem selalu gue hubungkan dengan power bank. Makanya gue tetap bisa update instastory pas lagi pakai kimono di Kyoto.
pengalaman sewa wifi murah ke jepang
Lokasi: Fushimi Inari, Kyoto



Nggak kebayang deh bagaimana nasib gue kalau nggak ada power bank ini, apalagi gue dan teman-teman baru bisa check-in di apartemen itu selepas Magrib.

Day 5 – 14 April 2018

Di hari ke lima ini, itinerary gue hanya ke Arashiyama lalu pindah ke Kota Osaka. Artinya, kami harus check out lagi. Untungnya, baterai modemnya sudah terisi full. Jadi power banknya malah gue pakai untuk charger handphone gue. :D
sewa wifi murah ke luar negeri
Lokasi: Arashiyama

Oh iya, meskipun sudah berpindah-pindah kota, sinyalnya nggak ada masalah sama sekali. Tetap lancar dan tanpa buffering saat dipakai untuk nonton youtube tiap kali gue sedang bosan saat perjalanan di kereta dari Arashiyama ke Osaka.

Day 6 – 15 April 2018

Osaka dilanda hujan dari malam hingga siang hari. Tapi sinyal di WiFi Passpod.id tetap berjalan lancar. Gue juga sempat cek ramalan cuaca di internet sebelum meyakinkan diri untuk mulai berpetualang di Osaka. Benar saja, hujan berhenti begitu memasuki siang hari, persis seperti ramalan cuaca.
sewa wifi murah ke jepang
Lokasi: Osaka Castle, Osaka

Di TV juga ada sih ramalan cuaca, tapi bahasanya gue nggak mengerti. Itu juga salah satu alasan pentingnya internet saat sedang travelling. Di apartemen yang gue sewa di Osaka sebenarnya menyediakan WiFi portable, tapi sayang sinyalnya lemot banget. Ujung-ujungnya tetap pakai modem dari Passpod.id.

Day 7 – 16 April 2018

Selama seharian ini, itinerary gue hanya Universal Studio Japan. Kira-kira masih perlu nggak pemakaian internet? Tetap perlu donk! Gue nggak tahu di mana tempat shalat di USJ. Mau nggak mau gue googling dulu dan Alhamdulillah dapat informasinya. Fyi, nggak semua orang Jepang mengerti dan fasih berbicara bahasa Inggris. Jadi google translate pasti bakal berguna.
sewa modem murah ke luar negeri
Lokasi: Universal Studio Japan

Selama di USJ, gue juga membagikan kebahagiaan gue begitu pertama kali masuk ke dunia sihir Harry Potter melalui video instastory di instagram. Jadi video yang gue bagikan memang betulan ‘fresh’, kalaupun ada late post video, bukan karena sinyalnya yang jelek. Tapi gue nya saja yang panic mau upload yang mana dulu, saking banyaknya.
Nah, berhubung malam harinya gue mau langsung lanjut ke Toyama, jadi demi menghemat baterai, gue sengaja mematikan WiFi jika memang sedang nggak digunakan.

Day 8 – 17 April 2018

Kalau kalian sudah baca tulisan gue tentang Tateyama Kurobe Alpine Route, pasti tahu donk bagaimana kondisi di sana. Gue dikelilingi pegunungan Alpine yang menjulang tinggi. Tapi tetap bisa update video selama di sana. Ya berkat sinyal kencang donk ah!
paket inetrnet murah di jepang
Lokasi: Kurobe Dam, Tateyama.

Sebenarnya selama di Jepang, gue sangat menantikan banget sampai di Tateyama hanya untuk menguji seberapa kuat sinyal WiFi, dan terbukti nggak ada masalah apapun. Kece!

Day 9 – 18 April 2018

Setelah dari Tateyama, gue kembali harus naik bus malam menuju Tokyo. Nah, salahnya gue adalah lupa charger modem dan power banknya malah gue pakai untuk charge baterai handphone. Alhasil, pemakaian WiFi hanya berlangsung sampai sore saja. Untungnya, sore itu sudah bisa check in di hostel dan meskipun di hostel juga disediakan WiFi gratis,, tapi gue tetap memilih menggunakan WiFi Passpod.id. Karena jaringan WiFi yang disediakan hotel malah kurang lancar.

Malam harinya, begitu modem sudah diisi baterainya, gue memberanikan diri jalan-jalan sendirian. Soalnya teman-teman gue yang lain sudah pada kecapekan, sampai pada lupa makan. Sementara perut gue sudah meronta-ronta minta diisi makanan. Akhirnya gue jalan sendiri ke daerah Akibahara. Gue merasa terselamatkan dengan membawa WiFi Passpod.id, karena membantu banget di saat gue nyasar nyari ramen halal di sana. Kondisi sudah malam dan jarang ketemu orang yang mengerti bahasa Inggris pula.


Day 10 – 19 April 2018

Di hari ke-10 ini, gue pergi ke Hitachi Seaside Park. Jaraknya sekitar 122 km dari Tokyo. Daerahnya cukup sepi, seperti pedesaan gitu.
pengalaman sewa wifi mruah ke jepang
Lokasi: Hitachi Seaside Park, Ibaraki.


Selama berada di Hitachi Seaside Park, gue upload banyak instastories. Maklum, tamannya cantik banget, jadi gue kelewat excited buat share kegirangan gue selama di sana.

Day 11 – 20 April 2018

Di hari terakhir ini gue udah nggak ke mana-mana lagi. Begitu check-out langsung menuju bandara. Nah, pas ke bandara ini gue berangkat sendiri. Karena teman-teman gue kelamaan dan gue nggak sabaran, jadi gue duluan. Mau beli oleh-oleh dulu soalnya di bandara.

paket internet unlimited di jepang

Berhubung cuma sendiri dan belum tahu bakal naik apa. Akhirnya gue googling informasinya sambil jalan menuju stasiun kereta. Kecepatan loading berkat sinyal yang baik jadi membantu gue banget pagi itu. Begitu tiba di stasiun sudah tahu harus naik kereta jurusan apa dan ongkosnya berapa. 
 
Setelah 11 hari travelling ke Jepang, total kuota internet yang terpakai sekitar 11 gb. Banyak juga, ya. :D


Conclusion

Overall, gue sangat puas dengan pemakaian modem dari Passpod.id. Kalau boleh dibilang memang gue nggak menemukan kendala sama sekali. Ini bukan review pereus, lho. Memang beneran sebagus itu yang gue alami selama 11 hari di Jepang. Teman sekantor gue pun akhirnya latah sewa WiFi di Passpod.id untuk trip ke Hongkong dan terbukti dia juga nggak menyesal sama sekali.

Kalau dihitung total pemakaian kuota yang habis yaitu sekitar 11 Gb selama 11 hari di Jepang, berarti rata-rata pemakaian dalam sehari itu kurang lebih 1 Gb. Lumayan banyak juga ya, kalau normalnya gue sih 1Gb bisa habis 3-5 hari. Tapi gimana nggak sebanyak itu, kan pemakaiannya gue share dengan tiga orang teman lagi. Plus, gue banyak buka instagram dan youtube tiap kali gue lagi nyantai. Tahu sendiri kan bagaimana borosnya kuota begitu buka dua aplikasi tersebut. Yang gue salut adalah koneksinya nggak mengalami penurunan kecepatan meskipun pemakaian gue dan teman-teman cukup boros.

sewa wifi murah ke luar negeri

Itu juga salah satu yang gue suka dari menyewa modem di Passpod.id. Kuota internetnya unlimited! Gue masih ingat banget ketika travelling ke Singapore- Malaysia pada September 2017, gue juga sewa WiFi di lain tempat. Begitu pemakaian mencapai batas 500Mb dalam sehari, langsung lemot parah. Padahal harganya 11-12 dengan yang Passpod.id tawarkan.

Selain fast speed, modemnya mampu menangkap sinyal meskipun berada di tengah-tengah pegunungan dan pedesaan di Jepang. Kece! Pelayanannya pun juara! Ramah banget dan responnya cepat. Daya tahan baterainya lama alias awet, mampu bertahan hingga 12 jam pemakaian non-stop. Kalau pun kehabisan baterai masih ada power bank. Ukuran perangkat modemnya travel friendly banget, bisa diselipin di tas.

Recommended?? OF COURSE!

Buat kalian yang mau sewa Wifi di Passpod, jangan lupa pakai kode voucher: missnidy untuk dapat discount ya!

Bakal sewa lagi nggak? Iya donk! I'm definitely one of their satisfied customer. See you on next trip, Passpod.id! :)


Passpod - Your Travel Partner

Address:
Jl. K.H.Hasyim Ashari.
Ruko Roxy Mas Blok C 2 No.37,
Jakarta Pusat 10150

Phone: 62-21-63850731
Whatsapp: +62 888 1 171819
Line: @passpod
Twitter:@passpodID
Instagram: passpod.id
Facebook: passpodID
Website: www.passpod.com



FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com