Drama Susahnya Dapat Nomer Antrian Layanan Paspor Online

Enam bulan lalu, gue sempat kesal sekali dengan sistem perpanjangan maupun pembuatan paspor di aplikasi Layanan Paspor (yang warnanya hijau). Jadi, sejak beberapa tahun belakangan ini, di kantor Imigrasi kelas 1 sudah nggak melayani pemohon yang datang secara langsung untuk mengajukan perpanjangan maupun pembuatan paspor baru. Harus melalui aplikasi. Masalahnya adalah untuk mendapatkan nomer antrian itu selalu berujung dengan notifikasi “Kuota Telah Habis”. Drama banget kan, apalagi kalau jadwal travelling sudah di depan mata. Gue sampai penasaran banget, sebenarnya gimana sih caranya biar cepat dapat kuota antrian paspor online?

pengalaman perpanjang paspor

Susahnya Mendapatkan Nomer Antrian Layanan Paspor Online

Awal tahun 2018 gue sempat bantu salah seorang teman untuk membuat paspor baru. Dari situlah gue baru tahu kalau ternyata Kantor Imigrasi (Kanim) sudah nggak menerima pemohon walk-in alias langsung datang. Jadi harus melakukan pendaftaran melalui website atau aplikasi. Namun setelah beberapa kali percobaan, gagal terus. Alasannya cuma satu, yaitu kuota habis. Padahal sudah berhari-hari dicoba terus.

Sebenarnya gue juga mau perpanjang paspor saat itu. Niatnya mau ganti ke e-paspor supaya pas ke Jepang nggak perlu apply visa reguler lagi. Kebetulan juga memang Desember 2018 masa berlaku paspor gue berakhir. Jadi sekalian gitu, meskipun pada saat gue ke Jepang belum expired. Akhirnya batal karena memang susah banget dapat kuota antrian.

Beberapa kali gue mention akun @kanim_jaksel dan @ditjen_imigrasi di Twitter perihal ini. Jawabannya selalu sama, gue disuruh coba lagi pada Hari Minggu, karena setiap hari tersebut, kuotanya baru di-refresh.

Gue coba saran dari mereka. Hasilnya nihil. Entah salahnya di mana. Gue sempat curiga kalau sistem mereka belum siap menerima jumlah pemohon yang membludak atau bahkan di-hack genk-genk calo (ini ngarang sih saking putus asanya).

Suatu hari, teman gue iseng buka aplikasinya pas lagi buang air besar di pagi hari. Biasa ye kan kalau pagi suka ada panggilan alam dan paling enak memang sambil main handphone. Sekitar habis Subuh gitu, deh. Voila!!! Kuotanya masih tersedia banyak sekali, bok! Pas siangnya dia coba lagi, sudah habis. Jadi saran gue, coba cari kuotanya pas pagi-pagi banget, deh.

cara membuat dan memperpanjang paspor online

Berminggu-minggu terlewati. Gue mencoba peruntungan lagi di Bulan Juli. Saat itu memang gue belum ada rencana jalan-jalan ke luar negeri. Mumpung ingat saja sambil berharap outing kantor bakal ke luar negeri. Meskipun jadinya ke Bali. Hehehe

Gue dapat kuota antrian di Hari Jumat sekitar pukul 13:00 - 14:00. Pukul 12 siang sudah tiba di Kanim kelas 1 Jakarta Barat. Namun, hingga pukul 15:00, gue belum juga dipanggil untuk wawancara dan foto. Antrian cukup banyak siang itu. Maklum, petugas Imigrasi baru selesai istirahat pukul 14:00 dan loket yang tersedia hanya tiga. Menurut gue sangat sedikit untuk melayani banyaknya orang hari itu.

Selesai wawancara dan foto sekitar pukul 15:30. Butuh waktu sekitar dua setengah jam. Kalau dingat-ingat, sepertinya sama seperti tahun 2013 saat pertama kali gue buat paspor. Gue merasa saat itu Kanim belum melakukan perubahan banyak. Sementara di luar sana semua sudah serba cepat dan mudah.

Bodohnya, gue lupa bayar sampai batas waktu yang ditentukan. Jadinya gagal perpanjang paspor. Sudah dapat nomer antriannya susah, eh malah lupa bayar. Apa tuh namanya kalau bukan iloon?

Gue pun masih bersantai untuk nggak langsung usaha lagi. Maklum, belum punya tiket ke luar negeri. Jadi nggak ada motivasi untuk perpanjang paspor. Apalagi setelah tahu outing kantor nggak jadi ke luar negeri.

Ternyata Agustus gue dapat info tiket murah ke salah satu negara yang memang sudah gue incar sejak lama. Baru deh kepikiran lagi untuk perpanjang paspor. Akhir Desember gue kembali berjuang untuk dapat nomer antrian lagi.


Aplikasi Layanan Paspor Online Sudah Ganti

Karena gagal terus, gue coba mention lagi akun @ditjen_imigrasi. Ternyata aplikasi untuk mendapatkan nomer antrian paspor ini sudah ganti. Sekarang warnanya jadi merah. Bisa cek di Google Play Store seperti gambar di bawah ini.

cara membuat paspor online
Aplikasi terbaru Layanan Paspor Online. Download yang ini ya!

Dengan aplikasi terbaru ini, proses memasukkan data jauh lebih cepat dan yang paling penting adalah gue mudah banget dapat nomer antrian. Sekali coba saja langsung dapat. Namun yang perlu diperhatikan adalah kalau kalian sudah melakukan pendaftaran dan memilih jadwal kedatangan, jangan sampai batal. Karena baru bisa apply lagi minimal 30 hari kemudian. Jadi pastikan dulu kalian benar-benar bisa datang di tanggal yang sudah dipilih. Apalagi buat yang mepet-mepet dengan jadwal keberangkatan ke luar negeri tapi masih labil mau pilih tanggal berapa untuk datang ke Kanim.

Kalau sudah terlanjur dapat tanggal dan ternyata mendadak nggak bisa datang tanggal di tersebut. Saran gue coba buat akun baru dengan email berbeda. Supaya nggak perlu menunggu sampai satu bulan kemudian.

Sejauh ini, dengan aplikasi yang terbaru, gue sangat merasakan perubahan yang berarti. Semoga ke depannya sih nggak ada kegagalan sistem ya. Respon admin akun twitternya juga cukup cepat dan informasi yang diberikan sudah jelas. Jika kebingungan, mending tanya langsung ke twitter atau instagramnya deh.


Dokumen yang Diperlukan


Untuk perpanjang paspor, jika nggak ada data yang berubah seperti alamat, tinggal bawa paspor lama dan e-KTP saja. Sementara jika ada data yang berubah, dokumen yang diperlukan sama seperti saat membuat paspor baru. Antara lain:

  1. e-KTP, beserta fotokopi
  2. Akta kelahiran/Ijazah/buku nikah
  3. Kartu keluarga
  4. Paspor lama

Ingat ya, bagi yang belum pernah buat paspor, bawa dokumen asli dari poin 1-3 beserta masing-masing fotokopinya. Hasil fotokopinya jangan digunting, harus utuh dalam ukuran kertas A4. Sementara untuk yang ingin perpanjang paspor, harus bawa dokumen poin 1-4, lengkap dengan fotokopinya. Jangan lupa juga bawa pulpen ya, buat isi data.



Cara Mendaftar/Membuat Paspor secara Online

Sebelumnya gue akan jelaskan secara singkat bagaimana mendaftar untuk mendapatkan antrian (kuota) paspor secara online melalui aplikasinya. Sebelum masuk ke tahap pendaftaran, pastikan semua dokumen persyaratan sudah lengkap ya. Jangan nanti sudah daftar, tiba-tiba baru sadar kalau ada dokumen yang hilang.
  1. Download aplikasinya terlebih dahulu di Play Store. Cari dengan mengetik “Layanan Paspor Online”. Ingat ya yang gambarnya warna merah.
  2. Setelah terpasang, jangan lupa untuk menyetujui terlebih dahulu term & condition sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya.
  3. Buat akun dengan melalui email atau google. Isi data selengkapnya seperti nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nomer e-KTP, alamat, dan nomer handphone.
  4. Jangan lupa untuk verifikasi melalui email. Jadi kalian harus buka email dan tunggu sampai ada email dari Imigrasi yang berisi link yang harus kalian klik.
  5. Jika sudah terverifikasi, piilh menu “Antrian Paspor”. Di layar akan muncul peta dan daftar Kanim terdekat. Pilih lokasi Kanim terdekat. Jangan karena besok mau ke Sorong terus sok-sok ide mau bikin di Sorong. Nanti pas sudah kelar, kalian terlanjur balik ke Bojong Gede, ngambilnya gimana? Jadi yang terdekat saja dengan lokasi tempat tinggal ya. Saran gue pilih Kanim Kelas 1, karena biasanya pelayanannya lebih bagus dibanding kanim-kanim kelas lain. Oh iya, pada tahap ini jangan lupa untuk aktifkan GPS ya. Alamat di KTP gue sebenarnya di Bogor, tapi gue daftar di Kanim kelas 1 Jakarta Barat karena paling dekat dengan kantor. Jadi semua Kanim pun bisa kok, nggak harus yang terdekat dengan alamat di KTP.
  6. Langkah selanjutnya adalah memasukkan jumlah pendaftar. Jadi sekali proses pendaftaran ini bisa sekaligus memasukkan lima nama orang sekaligus (asalkan punya hubungan keluarga, kalau cuma hubungan tanpa status mending sendiri-sendiri saja, beb). Pilih tanggal kedatangan. Biasanya tanggal kedatangan ini hanya tersedia untuk minggu ini saja. Misalkan kalian melakukan proses pendaftaran pas Rabu, kuota yang tersedia hanya sampai Jumat. Jadi kalau mau pilih tanggal untuk minggu depan ya nanti saja daftarnya pas Hari Minggu. Jika sudah, lanjutkan ke tahap selanjutnya. Lebih mudahnya tinggal lihat kode warnanya saja di tiap tanggal. Warna hijau untuk kuota yang masih tersedia, warna kuning untuk kuota yang belum tersedia (belum dibuka), dan merah untuk kuota yang sudah habis.
  7. Jika sudah, maka pendaftaran sudah selesai. Kalian akan mendapatkan kode barcode yang bisa kalian screenshot atau simpan dalam format PDF. Kode barcode ini yang akan kalian tunjukan saat kedatangan
cara membuat paspor onlinecara membuat paspor online
cara perpanjang paspor online
cara perpanjang paspor online
Tunjukan barcode seperti ini saat kedatangan

Kak, alamat di KTPku itu Makassar, sekarang ngekos di Jakarta, apa harus ke Makassar dulu? Nggak perlu! Bisa di Kanim manapun yang terdekat

Pada saat kedatangan, kemungkinan perlakuan di tiap Kanim masih berbeda. Gue direkomendasikan teman untuk memilih Kanim kelas 1 Jakarta Barat karena pelayanannya yang super cepat. Benar saja, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja, kok.

Begitu datang, langsung minta formulir untuk diisi dan segera duduk di area tempat menunggu proses verifikasi dokumen. Sistemnya duduk, dipanggil, geser. Jadi nanti ditentukan sama petugasnya siapa calon pendaftar yang duduk di barisan paling depan yang lebih dulu dipanggil. Jika si A dipanggil pertama, maka orang yang duduk di sampingnya bergeser ke bangku si A untuk selanjutnya dipanggil kemudian. Jika datang dengan anggota keluarga yang juga mengajukan berbarengan, cukup satu anggota perwakilan saja yang antri. Sisanya duduk menunggu di ruang tunggu.

Jika sudah diverifikasi dan diberikan nomer antrian, kalian menuju ke ruang tunggu utama. Nomer antriannya akan muncul di layar monitor jika nomer kalian sudah dipanggil beserta dengan nomer loket yang harus kalian tuju.

Di loket ini kalian akan difoto, di-scan 10 sidik jari, dan dicek kembali dokumennya. Palingan petugasnya akan menanyakan hal-hal sederhana, seperti “Mau ke mana?”, “Rencana ke luar negerinya kapan?”. Jawab saja dengan santai. Kalau memang belum ada rencana, bilang saja apa adanya.

cara pengambilan paspor
Slip pembayaran dan bukti untuk pengambilan paspor

Begitu selesai, kalian akan diberikan slip untuk pembayaran yang bisa dilakukan di kantor pos atau teler bank apapun. Gue bayar di hari kemudian di teler Bank BCA. Tiga hari kemudian gue mendapatkan SMS pemberitahuan bahwa paspor gue sudah bisa diambil. Slip tersebut jangan sampai hilang ya, karena itu dipakai buat bukti pengambilan paspor.

Nah, pas gue share ini ke instastory ternyata nggak semua orang yang baru-baru saja memperpanjang dan membuat paspor mendapatkan SMS ini dari Kanim.

Pada saat pengambilan paspor nanti, begitu datang langsung scan barcode (yang atas, karena ada dua barcode) yang ada di slip pembayaran di mesin yang ada di dekat loket pengambilan paspor. Karena saat gue ke sana ada ibu-ibu yang pas datang langsung duduk, nggak tahu harus ambil nomer antrian dengan scan barcode. Terus marah-marah pas ditolak petugas karena main langsung maju ke loket pengambilan tanpa nomer antrian. Begitu diarahkan untuk scan barcode dan nomer antriannya sudah terlanjut jauh, si ibu itu makin kesal. :D

Jangan lupa untuk cek kuota antrian paspor online setiap Hari Minggu sore


Paspor 24 atau 48 halaman?

Pas di proses foto dan wawancara gue juga sempat ditanya apakah yakin mau buat paspor yang 24 halaman lagi atau nggak. Gue kekeuh, karena menurut pengalaman gue selama lima tahun lalu pakai paspor 24 halaman nggak pernah mengalami masalah saat berada di gerbang imigrasi luar negeri.

Paspor 24 halaman identik dengan paspor khusus TKI. Tapi selama lima tahun ini gue nggak pernah dicurigai mau mencari kerja di luar negeri. Tapi ada tapinya nih, gue selalu pegang tiket PP jadi kalau misalkan tiba-tiba ada petugas imigrasi di luar negeri yang rese, gue bisa buktikan bahwa gue beneran cuma mau travelling saja. Jadi kalau kalian ngotot mau bikin paspor 24 halaman, sudah harus tahu resikonya ya.

Lagipula paspor 24 halaman harganya hanya Rp. 155,000. Sementara harga paspor 48 halaman sekitar Rp. 355,000. Selama lima tahun ini gue main ke tujuh negara. Singapore tiga kali, Malaysia tiga kali, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Jepang, sisa halamannya masih banyak dan Alhamdulillah belum ada kendala sama sekali. Mudah-mudahan ke depannya juga seperti itu.

Di percobaan pertama saat gue lupa bayar paspor, gue bahkan sempat dibilangin gini sama petugas imigrasinya, “Ini yakin yang 24 halaman? Nanti kalau ke Jepang dipersulit lho, gimana?”. Dengan santainya gue hanya jawab, “Lah itu ada visa Jepang, mbak”. Dia langsung membolak-balikan halaman paspor gue dan diam.

Dari situ gue jadi meragukan sebenarnya paspor 24 halaman itu beneran khusus untuk TKI atau hanya karena biar paspor 48 halaman laku, kan lebih mahal tuh.

Teman gue juga pernah coba minta paspor 24 halaman di Kanim lain, dan nggak dikasih. Katanya, “Lagi habis”. Jadinya pasrah pas dibikinin yang 48 halaman. Padahal lumayan ya selisihnya 200k IDR. Kalau saja yang 48 halaman masa berlakunya 10 tahun, mungkin gue bakal pilih yang 48 halaman. Biar nggak bolak-balik perpanjang paspor kalau di tengah jalan mendadak hidup gue berubah kayak Syahrini dan halaman paspornya habis.
Balik lagi ke pilihan kalian, ya. Terserah mau buat yang 24 halaman atau 48 halaman. Gue pribadi sih sayang kalau harus keluar uang segitu.

Gue berharap Kanim-kanim lain bisa sebagus Kanim Kelas 1 Jakarta Barat. Jadi rata gitu standar profesionalismenya dan pelayanannya. Kalau semua Kanim juga bisa sebagus dan secepat itu dalam melayani pendaftar, kan beban hidup terasa banget berkurangnya ya. Nggak perlu menunggu seharian di Kanim.

Buat yang belum pernah punya paspor, jangan ragu untuk buat. Dulu gue juga ragu dan malas untuk buat hanya karena belum tahu mau ke mana. Tapi, sekalinya sudah buat, jadi ketagihan untuk menjelajahi isi dunia. Semoga postingan kali ini membantu teman-teman yang sedang berencana membuat atau memperpanjang paspor. Selamat mencoba!
cara dapat kuota antrian paspor online
Setelah drama selama satu tahun akhirnya berhasil perpanjang paspor
Xoxo,

www.missnidy.com 

4 Comments

  1. Patut diapresiasi sih dengan adanya sistem layanan ini. Namun, masih harus dilakukan perbaikan-perbaikan. Ya, kali, masak harus nunggu setiap Minggu, hahaha. Artinya, masih perlu pembenahan integrasi sistem dan membiasakan diri dengannya.

    ReplyDelete
  2. I love your post dear! I want to congrats you for this beautiful blog, is so inspiring, so powerful, so unique. If you want you can check out my blog.I write about fashion, beauty, and lifestyle.Maybe we can follow each other and be great blogger friends!


    http://herecomesaajla.blogspot.ba/

    ReplyDelete
  3. Wah penjelasan yang sangat lengkap
    Makasih ya mbak.. benar2 informatif dan lengkap skali

    Oh ya btw saya mau nanya.. saya ada rencana terbang JKT Medan transit via Kuala lumpur .. apa perlu paspor? Kalo iya, apa bisa pake paspor 24 halaman yg 100ribuan itu dan apa perlu visa lagi?? Trs kira2 dokumen apa aja yg harus ditunjukkan??paspor aja kan Ama KTP palingan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu paspor.

      Karena penerbangan yang tujuannya laur negeri, meskipun cuma transit tetap butuh paspor. Karena di Jakarta nanti masuknya sudah penerbangan international. Setiap penerbangan international wajib melewati gerbang imigrasi. Kalau lewat imigrasi ya harus punya paspor.

      Semua negara yang tergabung di dalam ASEAN, bebas visa. Tapi tetap butuh paspor.

      Visa dan paspor itu dua hal berbeda ya.

      Paspor adalah dokumen (buku identitas) international untuk masuk ke SEMUA negara di dunia.

      Sementara Visa adalah bukti izin untuk berkunjung ke suatu negara. Nggak semua negara membutuhkan visa untuk kita datangi. Contohnya ya negara-negara di ASEAN. Kalau negaranya nggak bebas visa, seperti Jepang, Korea, Inggris, Amerika, dll butuh bikin visa dulu. Nah, syarat buat visa itu salah satunya adalah memiliki paspor.

      Jadi kalau cuma mau ke Medan lewat KL, tetap butuh paspor. Bisa menggunakan paspor yang 24 halaman maupun 48 halaman. Jangan lupa print tiket PP nya juga, siapa tahu di imigrasi ditanya-tanya.

      Delete

Hai!!
Thank you for reading!
If you have any question, please leave a comment.