[Review] Perawatan Kulit Paska Travelling

by - 9:42 AM

Perawatan Kulit Tubuh Paska Travelling

Travelling sudah menjadi bagian hidup gue sejak masih kecil. Waktu kecil, Papa sering ajak ke pantai sejak kami masih tinggal di Tangerang, hingga pindah ke Makassar. Beliau memang lebih sering ajak anak-anaknya ke pantai. Sehingga tidak heran ya kalau ketiga anaknya juga ikut tertular jadi lebih menyukai pantai ketimbang ke gunung.

Salah satu hal yang gue kurang suka dari pantai adalah efek setelah pulang dari sana. Kulit jadi terbakar dan mengalami pigmentasi menjadi lebih gelap. Apalagi memang dasar kulit gue sudah sawo matang, begitu sunburnt, kelar deh! Kulit menjadi lebih gelap dan kusam. Sebenarnya gue tidak mempersoalkan kulit gelapnya, tapi efek kusamnya itu loh yang mengganggu.

merawat kulit setelah traveling

Tidak hanya terjadi sepulangnya gue dari pantai, ke perkotaan atau dataran tinggi pun, kulit tidak luput dari resiko sunburnt. Buktinya, terakhir kali gue ke Jogja untuk eksplor desa wisata, beberapa teman gue mengatakan hal yang sama. “Riz, habis mantai? Gelapan, ya, kayaknya” kurang lebih begitulah kata teman-teman kantor. Sedih banget deh, padahal ke pantai pun tidak sama sekali, eh malah pulang-pulang keling. Ya gimana tidak tambah gelap, wong selama di Jogja gue naik sepeda siang-siang, jalan kaki di pusat kota Jogja pun juga dilakukan saat siang hari.

Sebenarnya kalau kulit yang menggelap akibat paparan sinar matahari, biasanya akan kembali ke kondisi warna kulit semula kok dengan berjalannya waktu. Tapi yang jadi masalah kan kulit kusamnya itu. Ditambah lagi, kalau tidak segera diatasi, nanti malu donk kalau lagi ke kondangan ketemu mantan. “Ih, si Rizka jadi dekil banget, untung udah gak sama dia,” gimana coba tuh kalau mereka ngomong kayak begitu? T.T

Btw, sinar matahari yang jahat, debu, dan polusi, menjadi penyebab utama kenapa kulit bisa tambah kusam. Jadi memang resiko itu bisa kita dapatkan dimana saja, bukan cuma pas lagi ke pantai. 80% kita akan melakukan aktivitas di luar ruangan saat sedang travelling.

Ada sih cara yang instan untuk buat kulit jadi lebih cerah, gue pernah coba pakai obat pemutih yang tidak jelas merknya apa, tanpa sempat menggali informasi mengenai produk tersebut. Hasilnya apa? Begitu gue berhenti menggunakan produk tersebut, wajah gue langsung bruntusan dan diserbu jerawat. Sedih banget lah, ujung-ujungnya harus ke dokter kulit dan merogoh kocek yang lumayan dalam.

Perawatan Kulit Tubuh Paska Travelling

Sejak saat itu gue lebih memilih untuk menggunakan produk skincare tradisional saja. Meskipun hasilnya tidak terlihat begitu cepat, yang penting pasti dan aman. Trauma deh gue, pakai produk asal-asalan. Maksud hati mau jadi kayak Dian Sastro malah jadi kayak Dijah Yellow. T.T

Skincare tradisional sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu kala. Khasiatnya juga sudah terbukti sejak lama dan dipercaya secara turun temurun. Apa yang ada di alam, itulah yang mereka gunakan untuk merawat diri. Seperti harta, kita sebagai generasi penerus hanya tinggal menerima warisan budaya cantik Indonesia. Ramuan tradisional seperti jamu, masker, dan lulur sudah ada sejak jaman dulu. Namun seiring perkembangan jaman, dan para wanita mulai aktif ikut bekerja, jadi kebiasaan untuk merawat diri dengan ramuan tradisional mulai ditinggalkan. Karena kurang praktis dan memakan waktu cukup lama dalam proses pembuatannya.

Pada masa-masa kuliah beberapa tahun lalu, hampir tiap hari gue maskeran pakai bengkoang parut. Maklum lah ya, namanya juga anak kuliahan, uang jajan dikit jadi pakai cara yang paling murah meskipun repot harus tiap hari marut bengkoang. Terbukti, lebih bekerja efektif dan aman dibandingkan beli obat krim yang tidak jelas.

Long story short, belakangan ini gue punya kebiasaan baru paska travelling, yaitu perawatan kulit. Belajar pengalaman dari masa kuliah dan tragedi kulit bruntusan, akhirnya gue kembali menggunakan produk skincare tradisional dengan cara maskeran dan luluran di rumah. Masalahnya kalau gue harus melakukan hal yang sama seperti waktu kuliah ya sudah tidak mungkin lagi. Pasti tidak ada waktu untuk marut bengkoangnya setiap hari. Solusinya adalah gue pakai masker dan lulur yang sudah siap pakai saja. Pastinya wajib yang berbahan dasar alami, bebas bahan kimia yang berbahaya, dan sudah jelas ada BPOM nya.

masker dan lulur roro mendut

Well, mencari masker wajah untuk memutihkan atau lulur yang ampuh untuk memutihkan itu memang harus selektif, karena ternyata banyak sekali orang Indonesia yang menginginkan kulitnya jadi putih dan cerah. Makanya banyak pula pilihan masker pemutih wajah maupun lulur pemutih alami yang beredar di pasaran. Ya hukum supply and demand, kan. Sebelum gue pakai sesuatu, pasti gue searching dulu tentang review dan bahan-bahan dasarnya donk. Soalnya kan mau dipakai di wajah, jadi harus ekstra hati-hati. Nah, setelah gue searching merk masker wajah yang bagus dan merk lulur yang bagus, ditambah tanya ke beberapa teman yang sudah pernah pakai, pencarian membuahkan hasil pada rangkaian skincare Roro Mendut, yaitu masker dan lulurnya. So let’s give it a try!

Main Ingredients

Masker dan lulur rempah hitam dari Roro Mendut ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, teh hitam, kopi, rumput laut, dan beras ketan hitam organik. Teh hitam dari zaman dahulu kala sudah dikenal karena kandungan antioksidannya yang tinggi, berguna untuk menangkal radikal bebas yang menyebabkan timbulnya keriput pada wajah, dan dapat melawan bakteri pada jerawat, selain itu juga bisa mencerahkan wajah.

inggredients masker roro mendut

Tidak kalah dari teh hitam, kopi juga punya kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Kopi dipercaya dapat mengatasi persoalan kulit kusam, mengontrol minyak berlebih,dan mengecilkan pori-pori. Sementara rumput laut, selain bisa menghilangkan jerawat, juga berfungsi sebagai pengelupasan sel kulit mati dan meremajakan kulit. Masker Roro Mendut juga mengandung rempah-rempah yang berkhasiat untuk mencerahkan, aromanya yang kuat dan segar berfungsi untuk menghilangkan bau tidak sedap.

Nah yang baru saja gue ketahui adalah khasiat dari beras ketan hitam. Ternyata beras ketan hitam mempunyai khasiat memutihkan wajah. Selama ini kan gue tahunya cuma bengkoang saja yang bisa memutihkan kulit. Semua bahan-bahan di atas, kalau digabungkan menjadi satu, jadi oke banget, kan?


Packaging

masker wajah untuk memutihkanskincare terbaik indonesialulur yang ampuh memutihkan kulit tubuh
lulur memutihkan kulit

Kemasan masker dan lulur Roro Mendut berbentuk pipih, berwarna krem dan cokelat tua. Terbuat dari karton yang bisa direcycle. Di dalamnya masih ada kemasan lagi yang terbuat dari plastic tebal, dan ada klip nya. Jadi meskipun sudah dibuka, masih bisa ditutup kembali dan dipakai lain waktu. Di kemasannya ada keterangan cara pemakaian, bahan-bahan, dan tanggal kadaluarsa. Satu kemasan tersebut berat bersihnya hanya 40 gram saja. Terpenting adalah ada logo halal dan animal test free. Yay!

Texture

masker wajah tradisional roro mendut
Tekstur masker Roro Mendut

Masker rempah hitam Roro Mendut berbentuk bubuk halus berwarna abu-abu, namun jika sudah dilarutkan dengan air akan berubah menjadi hitam. Ada hint aroma kopi yang tidak terlalu kuat dan wangi bunga. Gue tidak tahu wangi bunga apa, yang jelas aromanya soothing banget.
skincare terbaik indonesia
recommended face mask

Sementara Lulur Roro Mendut teksturnya lebih kasar dibandingkan maskernya. Sewaktu masih dalam keadaan bubuk, warnanya lebih gelap dibandingkan dengan maskernya. Saat dalam kondisi kering juga akan terlihat sekali perbedaan serbuknya.


Masker Roro Mendut

How to Use

Penggunaannya cukup mudah. Satu kemasan bisa digunakan sebanyak 3-5 kali pemakaian. Jadi ketika menuangkannya ke dalam wadah, sebaiknya pelan-pelan saja.

review masker wajah roro mendut

Pertama, siapkan wadah dan kuas. Kalau tidak punya kuas masker juga tak masalah, cukup pakai tangan yang sudah dibersihkan. Lalu tuangkan bubuk masker secukupnya ke dalam wadah tersebut, dan campurkan dengan air mawar atau air biasa juga tidak masalah. Kebetulan stok air mawar gue juga sudah habis, jadi menggunakan air biasa saja. Kemudian aduk sampai rata.

Pastikan jangan sampai ada yang menggumpal dan tingkat kekentalannya pas. Cara mengetahui apakah konsistensi (adonan) masker yang sudah siap dipakai adalah ketika diambil dengan kuas, maskernya tidak mudah menetes karena terlalu encer. Tapi juga tidak terlalu menggumpal, sehingga ketika diaplikasikan ke wajah juga mudah dan mulus.

masker yang ampuh memutihkan wajah

Kedua, aplikasikan ke wajah dan leher hingga merata. Kalau gue, selalu mengaplikasikan ke bagian hidung lebih tebal agar komedo juga ikut terangkat. Setelah itu biarkan kering. Tunggu sekitar 15-30 menit. Masker ini cepat sekali keringnya, jadi tidak perlu menunggu waktu terlalu lama.

Ketiga, jika sudah kering dan mengencang, scrubbing secara perlahan di daerah T agar komedo ikut terangkat. Setelah itu bersihkan dengan air bersih.

masker yang ampuh memutihkan wajah

Keempat, setelah wajah dikeringkan dengan handuk, biasanya gue bersihkan lagi dengan kapas yang sudah diteteskan toner. Tujuannya hanya untuk memastikan apakah sudah tidak ada lagi produk sisa masker yang masih menempel di sekitar wajah.


Review Masker Roro Mendut

Pengaplikasiannya sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Jadi bisa menghemat waktu. Memakai masker Roro Mendut ini cukup digunakan minimal 2 kali seminggu, yang penting teratur. Masker ini cocok untuk semua jenis kulit. Oh iya, perlu diketahui kondisi kulit gue ini termasuk kulit berminyak dan acne prone. Pori-pori di wajah besar banget, khususnya di area sekitar hidung.

masker memutihkan wajah
Serem, gak? Begitu dicuci maskernya langsung mirip Kendall Jenner nih :p
Before & after (No edit & filter). Lihat saja warna kulit wajah di leher mulai rata.


Maskernya cepat kering, dan akan terasa kencang saat sudah mulai kering. Tidak ada reaksi aneh-aneh sih selama dipakai. Jadi menurut gue ini aman. Masker ini terasa adem banget di kulit wajah. Setelah mencuci wajah dengan air sampai bersih, ada sensasi kesat pada kulit wajah, namun tidak terasa kering sama sekali. Malah kulit jadi lebih kenyal dan mulus. Pori-pori yang tadinya berukuran besar jadi terlihat lebih kecil. Hal ini gue rasakan sekali saat make up atau mengoleskan skincare paska maskeran. Makeup atau skincare jadi lebih menempel di kulit dan produk makeup pun jadi terasa smooth sekali di wajah. Enak banget! Komedo di sekitar area hidung juga hilang, terangkat saat gue scrubbing area tersebut.


Lulur Roro Mendut

Sejujurnya gue tidak terlalu concern dengan kondisi kulit di tubuh gue selain area wajah, karena warnanya lebih terang dibandingkan wajah. Berbeda dengan orang lain, yang biasanya justru malah lebih terang di area wajah. Tapi bukan berarti gue benar-benar cuek dalam memperhatikan kondisi kulit tubuh, loh. Karena gue sadar bekerja selama 8 jam di dalam ruangan berAC, dan begitu pulang kantor langsung ketemu asap polusi jalanan, merupakan racun bagi kulit

Nah, sepulangnya dari Jogja beberapa bulan lalu, di area lengan gue, warna kulitnya jadi belang. Yaudah deh sekalian gue cobain lulur memutihkan kulit. Biar sambil menyelam minum air. Jadi maskeran iya, luluran pun juga iya. Biar cantik kayak Gal Gadot. ^-^


review lulur roro mendut


How to Use

Sama seperti masker, hal pertama yang harus disiapkan adalah wadah dan kuas. Lalu campurkan bubuk lulur dengan air secukupnya di dalam wadah tersebut. Aduk hingga rata dan mengental.

lulur tradisional memutihkan kulit

Kedua, oleskan lulur ke bagian tubuh yang diinginkan seperti bahu, punggung, lengan, hingga kaki. Kemudian ratakan secara perlahan. Kalau lulur, gue lebih suka mengoleskannya langsung dengan tangan.

perawatan kulit tradisional

Ketiga, pijat perlahan dengan gerakan memutar hingga lulur terasa sudah kering. Tunggu beberapa saat, kurang lebih sekitar 15 menit agar produk meresap ke dalam kulit.

review lulur roro mendut

Keempat, bilas tubuh hingga bersih. Jangan lupa untuk scrubbing area-area tertentu seperti siku tangan, ketiak, dan lutut. Agar sel-sel kulit yang sudah mati mudah terangkat saat dibilas.


Review Lulur Roro Mendut

Saat pertama kali gue mencoba lulur ini, hal yang paling gue suka adalah saat proses scrubbing, tidak membuat kulit terasa perih sama sekali, yang penting lakukan secara perlahan saja. Kulit langsung terasa lembab dan kenyal setelah pemakaian pertama. Aroma lulur sama dengan maskernya, hanya saja aroma tersebut tidak terlalu menempel di kulit. Well, bagi gue sih tak masalah, yang penting khasiat mencerahkannya bekerja dengan baik.

Setelah melakukan rangkaian skincare Roro Mendut, biasanya gue mengoleskan serum wajah sebelum tidur, dan handbody pada lengan dan kaki. Biar makin afdol.



jual lulur roro mendut

Overall, gue akan repurchase kedua produk ini, khususnya masker wajahnya. It works really well on me. I’m highly recommend this one!

Rangkaian produk skincare terbaik Indonesia ini bisa dibeli di websitenya atau melalui account official instagram Roro Mendut. Kalau kalian lagi jalan-jalan ke Malioboro Jogja, dan kebetulan lagi mampir di Mirota Batik, produk Roro Mendut juga bisa didapatkan langsung di sana. Harganya cukup affordable, hanya 140k IDR untuk 1 paket perawatan yang berisi 5 buah produk.

beli online masker dan lulur roro mendut

Anyway, apa ada yang pernah mencoba masker atau lulur dari Roro Mendut juga, kah? Boleh share pendapat kalian mengenai produk. Kalau kalian punya punya cara berbeda dalam merawat kulit paska travelling, bisa juga loh cerita ke gue. Semoga tulisan ini bisa menjadi pencerahan bagi kalian yang sedang mengalami problem yang sama seperti gue. Selamat mencoba!



 

FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com

You May Also Like

4 komentar

  1. Besok-besok balik Bejiharjo lagi, luluran pake lumpur alami *eh :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Warbiyasak Mas Sitam ini pertamax mulu :))

      Delete
  2. gue punya masker ini beli sama temen, tapi udah abis belum beli lagi. Enak kok pake masker ini aromanya wangi kopi dan mencerahkan, meskipun agak repot harus dicampur air dulu dan diaduk-aduk secara sekarang banyak yang jual sheet mask

    ReplyDelete
  3. Tau gt di Bejiharjo gw jengkangin ke kubangan. Gratis... :p

    Eh, gw jd inget tmn kantor dl, tiap gw balik dr mudik/mantai pst ditawarin roro mendut ini. Yakalik suru luluran -_-

    ReplyDelete

INSTAGRAM @miss_nidy

Country I have visited