Kenapa Lebaran 2020 Tidak Mudik?


Mudik merupakan tradisi orang Indonesia ketika menjelang hari raya besar. Nggak hanya lebaran, hari besar lain pun kurang lengkap jika tanpa mudik. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk berkumpul dengan keluarga atau kawan lama. Rantau kids can relate #RIPEnglish Kalau kalian mudik ke mana?

kenapa lebaran tidak boleh mudik

Terlahir dari keluarga yang berasal dari pulau seberang, Papa Sumatera dan Mama dari Sulawesi, membuat gue familiar dengan tradisi ini. Biasanya hampir setiap tahun kami selalu balik ke Sekayu, Sumatera Selatan. Kalau naik mobil pribadi, biasanya dapat ditempuh selama 24 jam lebih. Oh iya, untuk menyebrang juga pastinya naik kapal ferry dari Pelabuhan Merak. Jadi tergantung seberapa cepat kami dapat giliran masuk ke dalam kapal. Meskipun harus menempuh perjalanan panjang untuk tiba di kampung halaman, kami sekeluarga selalu menikmati perjalanan mudik ini.

Namun tahun ini agak sedikit berbeda. Bulan Ramadhan tinggal meghitung hari dan artinya lebaran pun akan segera tiba. Nggak ada persiapan mudik sama sekali. Padahal sedari tahun lalu, Papa sudah merengek minta mudik karena memang sudah lebih dari tiga tahun kami nggak pulang kampung. Gue dan adik gue pun berjanji akan mudik tahun ini. Apa daya tiba-tiba wabah covid-19 merebak di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Jadi terpaksa kami menunda rencana mudik lagi.

Baru-baru ini pemerintah menghimbau rakyat Indonesia untuk berpergian keluar rumah, termasuk mudik. Sebab dikhawatirkan penyebaran virus corona makin merajalela kalau kita berpergian.  Sementara ini korban yang mengidap virus ini berpusat di kota-kota besar seperti Jabodatabek. Nah, kalian tahu sendiri kan bahwa orang-orang yang akan mudik ini juga berasal dari kota-kota besar. Jangan sampai keluarga di kampong halaman terkena dampaknya.

Tidak Mudik = Bantu Stop Penyebaran Covid-19

Mudik memang salah satu moment pelepas rindu dengan keluarga, tapi apa yang terjadi kalau ternyata kamu nggak sadar sudah jadi virus carrier dan secara nggak sengaja menularkan ke sanak saudara yang ada di kampong nanti? Semua kemungkinan itu ada.

Bahaya dari menjadi virus carrier adalah kita nggak sadar kalau virus ini sudah ada di dalam tubuh kita, hanya saja nggak menunjukkan gejala penyakit sama sekali karena imun kita yang sedang baik, begitu kita bertemu orang-orang yang imunnya sedang rentan, si virus akan segera berpindah ke orang-orang tersebut.

cerita lebaran di sumatera selatan


Hal yang dikhawatirkan pemerintah saat ini yaitu moment hari raya besar yang akan berlangsung dalam kurun waktu dua bulan ke depan ini akan menjadi moment penularan masal, seperti yang terjadi di Daegu, Korea Selatan. Nggak hanya lebaran, lho. Paskah di tanggal 10 April dan Waisak di tanggal 7 Mei juga sudah ada di depan mata.

Ketika lebaran, hal yang nggak bisa dihindari adalah bersilaturahmi ke rumah tetangga dan saudara, bersalaman yang sudah pasti akan terjadi kontak fisik secara langsung. Sementara penyebaran Covid-19 ini  hanya dalam hitungan detik setelah kita bersentuhan dengan orang lain.

Itulah yang sangat dikhawatirkan terjadi jika kalian mudik. Karena keluarga yang di kampung apalagi yang lokasinya agak terpencil, jauh dari perkotaan, belum tentu sudah tinggi awareness-nya mengenai ini. Jangankan di kampung, di Jakarta saja gue masih banyak menemui orang batuk dan bersin yang nggak ditutup dengan benar.

mudik 2020


Kata seorang teman yang memang tinggal di Eropa, kita harus bersikap seolah-olah semua orang sudah positif covid-19. Bukan apa-apa, hal ini dimaksudkan agar kita selalu waspada. Jangan anggap enteng penyakit ini. Jadi menurut gue sih nggak apa-apa kalau kalian melakukan tindakan pencegahan.

“Ah, di kampung kan masih zero case dan gue sehat kok, nggak naik kereta atau bus umum,” sabda netizen. Kembali lagi, bagaimana kalau ternyata kamu virus carrier yang nggak menunjukkan gejala apapun, tapi secara nggak sengaja kamu jadi biang kerok penyebaran virus ini di kampung. Kamu nggak sayang keluarga?

Dengan berdiam diri di rumah, kita sudah sangat membantu mencegah penyebaran virus ini. Kalau nggak terpaksa banget keluar rumah, berdiam dirilah di rumah. Gue pribadi pengen banget seperti ini, tapi masih harus bekerja ke kantor setiap hari. Jadi kalian yang punya privilege untuk #dirumahaja, mending nurut deh yaa..

tidak mudik di tengah isu corona


Sebaliknya, kita juga nggak tahu apa di kampung sudah ada yang terjangkit corona, tapi memang si pengidap ini nggak tahu karena gejalanya hanya seperti batuk pilek biasa. Pas lebaran, kamu salaman, bahkan berpelukan. Wasalam. APD dan tenaga medis di kampung belum tentu siap jika ada satu saja pasien positif covid-19.  

Konon kabarnya dalam waktu dekat pemerintah akan mengurangi bus antar kota. Bahkan PT. Kereta Api Indonesia pun sudah secara resmi meringankan calon penumpang untuk melakukan pembatalan gratis. Jadi bagi yang sudah beli tiket kereta untuk mudik, sebaiknya segera proses refundnya. Bagi yang memang belum beli tiket, pikir lagi baik-baik. Jangan sampai pulang bawa oleh-oleh corona.


Bagaimana Melepas Rindu dengan Keluarga?

Sekarang zaman sudah semakin canggih, teknologi juga sudah maju. Jarak bukan lagi penghalang untuk melepas rindu. Semua bisa dilakukan secara online. Kita bisa conference video call bareng keluarga di belahan bumi mana pun. Lain cerita kalau ini terjadi beberapa tahun silam, mungkin akan banyak yang nekat tetap mudik. Dengan kemajuan teknologi ini, kita harus bisa berpikir jernih dan bijaksana.

pengalaman mudik 2020


Salah seorang teman kantor pun sedang dilanda kebimbangan antara mau mudik atau nggak. Gue Cuma bisa kasih saran. Lebih baik uang untuk beli tiket, oleh-oleh, dan lain-lain dialihkan dengan mengirim uang lewat bank untuk keperluan lebaran di kampung. Jangan lupa beliin paket internet untuk keluarga biar video call-nya nanti lancar.


mudik ke dusun ngulak sekayu
Sejujurnya udah kangen lihat pemandangan Sungai Musi kayak gini di halaman belakang rumah nenek

Tapi sudah banyak, lho, yang curi start buat mudik, daripada mereka di sini nganggur gara-gara kena PHK, mending balik ke kampung,” kata seorang teman. Mereka yang terpaksa pulang ke kampung karena jadi korban PHK, mudik itu adalah jalan terakhir mereka. Daripada di Jakarta nggak bisa makan karena nggak ada penghasilan. Tapi kita yang masih punya pilihan untuk memilih antara mudik dan tidak mudik, kenapa masih ngotot?

Kasih sayang untuk keluarga bisa dalam bentuk apa saja, kan? Tahan sebentar saja, begitu wabah virus ini lenyap, kalian bisa bebas pergi ke mana pun lagi kok. Yuk, kita bantu mencegah penyebaran covid-19. Kalau kalian punya ide mau ngapain saja selama di rumah pas libur lebaran nanti, coba share di kolom komentar. Siapa tahu bisa membantu teman-teman yang masih bingung mau ngapain pas lebaran nanti. Ingat lho, tidak mudik bukan berarti bisa piknik. Tahan rindunya. Tahan egonya. Biar Dylan saja yang tanggung rindunya ya, genks. :D



24 Comments

  1. Saya setuju. Dengan terpaksa, adik-adik saya juga tak mudik ke orang tua kami. ALhamdulillah saya tinggal bersama orang tua jadi ada yang membersamai orang tua. Soalnya kita belum tahu kapan puncak pandemi ini dan kapan akan berakhir. Kalau kita patuh dengan seruan pemerintah dan ulama maka kita bisa melaluinya dengan cepat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, mbak. Berkorban dengan gak ketemu keluarga dulu gak apa2. Inshaa Allah dipertemukan di lain kesempatan

      Delete
  2. Kebetulan saya tiap lebaran memang nggak pernah mudik. Hanua saja tahun ini jadinya sedikit bingung, karena Adik yang kerja di luar kota sepertinya nggak bisa pulang. Hiks sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gak apa-apa, mbak. Nanti kalau akhir tahun sudah hilang corona, bisa mudik akhir tahun adiknya ya.

      Delete
  3. Di masyarakat kita, lebaran adalah waktunya mengunjungi kerabat. Salam-salaman, pelukan, cipika-cipiki. Gak terbayang seramnya kalau diantara mereka membawa Corona di tubuh. Duh emang mudik kudu ditahan dulu ya. Utamakan kesehatan kita, keluarga, masyarakat, Indonesia dan akhirnya dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ditahan dulu. Yang penting semua sehat dan selamat

      Delete
  4. walaupun belum mudik ditahun kemaren, tapi tahun ini tetep harus di rem yaaa, padahal kangen banget sama kake dan nene, semoga kita semua selalu dilindungi dan diberi kesehatan, semoga kondisi ini segera berlalu

    ReplyDelete
  5. Iyaa..ku ga mau nanggung rinduu yang berat, cukup Dilan ajaa.

    Btw tahun ini juga ku skedul untuk Mudik ke Solo, karena ada acara halbil 5 tahun sekali, pas kbagian keluarga si Mbah yang open house. Huhuu, udah dikasih seragam, udah dijahit pula, ternyata rencana ambyaar.


    Iyaa, ku lebih sayang ga mudik, soalnya khawatir kesehatan yang di sana dan sendiri pula. Mendingan, duduk manis keukeupan toples yang isinya nastar sambil vcall ke sodara2 lebaran sekarang.

    Yuk ahh, tahan mudiknya!
    Untuk kesehatan bersamaaa.

    ReplyDelete
  6. Sedih banget lebaran ini memang sepertinya ndak mudik, demi kebaikan bersama semoga Corona segera musnah segera :")

    ReplyDelete
  7. We start discussing about it at home as well especially with my husband because all of our family is in limbo. It is sad to think that that we cannot gather during the big day, but it’s for the benefit of everyone. So I guess that’s the best policy. Stay healthy and happy whenever you are.

    ReplyDelete
  8. Sama.
    Kami sekeluarga gak mudik ke pula seberang. Kami menitipkan pada Tuhan semata. Dan beliau pun demikian. Ini agar semua aman dan nanti bisa berjumpa lagi

    ReplyDelete
  9. Idem rencana tahun ini tidak mudik lebaran, selain krn utk ikut supaya mencegah penyebaran virus juga krn kami gak biasa mudik saat lebaran mbak. Emang gak nyaman mudik berbarengan. Lbh suka mudik pas selow. Berdoa supaya pandemi lekas berlalu jd bisa mudik dan traveling lg ya...

    ReplyDelete
  10. Wah miss Nidy keturunan orang luwar pulau rupanya. Baru ngeh waktu baca ini.Sodara-sodaraku yang di luar Jawa juga tidak pulang tahun ini karena ada Covid. Semoga lekas berlalu..

    ReplyDelete
  11. Ya Allah sedih banget aku kalau ingat ini. Kebayang nggak akan mudik, apalagi ortuku cuma berdua di rumah. Serba salah juga ya karena mereka juga udah sepuh dan takut kita jadi carrier. Berharap semua selesai sebelum Ramadan nih.

    ReplyDelete
  12. Mudik itu adalah aktivitas tahunan yang begitu dirindukan oleh banyak kaum Muslimin di Indonesia. Namun dengan kondisi saat ini, yaaa harus berani meredam rasa itu. Harus. Meski ya ... #hiks

    ReplyDelete
  13. Kesian juga ya bagi yang saat ini tidak punya kerjaan, tidak punya uang, ga bisa kasih makan keluarganya di kota. Bersyukurlah bagi kita yang masih bisa berkarya di rumah saja pada kondisi begini yaa..

    Semoga kondisi menyedihkan ini segera berakhir yaaa.. Ya Allah ampuni kami semua dan ambillah kembali si Corona ini agar lenyap dari muka bumi.

    ReplyDelete
  14. Bagi yang bisa nggak mudik sebaiknya nggak mudik, sih. Saya dan suami juga mengurungkan niat buat ke tempat mertua di kampung.

    ReplyDelete
  15. Betul kak...leboh baik ditunda dulu libur lebarannya sampai keadaan membaik.

    ReplyDelete
  16. Tahun ini bakal jadi tahun pertama Lebaran jauh dari keluarga.. Sejak diumumin 2 kasus pertama di Indo dulu, aku udh yakin ini mah bakalan gak mudik, eh ternyata bener, sekarang udh ribuan dan pemerintah melarang mudik.. tiket jg udah direfund.. Sedihhh..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  17. Untuk saat ini lepas rindunya lewat online aja deh. Selain bisa aja kita sebagai virus carrier yang bisa menularkan virus ke keluarga di kampung, bisa juga kita terinfeksi di perjalanan saat menuju kampung halaman. Terlalu beresiko buat keluarga di kampung.

    ReplyDelete
  18. Papa dan mamaku ada di Medan. THN ini sbnrnya memang bukan jdwal aku mudik ksana. Mertua sendiri ada di jkt, dan rumahny cm 5 menit dr tempatku jalan kaki. Tapiiiii boro2 ke Medan, lah liat mertua aja yg Deket aku ga mau mba. Krn sadar diri mama mertua udh tua, punya penyakit jantung dan gula. Aku ga pgn aja kami malah pembawa Carrier kalo sampe ketemu mama. Makanya aku dan suami nahan diri bangettt utk ga ketemu, kalo mau ngobrol, kita lwt jendela kamar mama yg pake kaca :D.

    Ada kok temen kantorku yg keukeuh mau ttp pulang pas lebaran. Aku udh wanti2, kalo sampe dia mudik, dia ga bisa balik ke kantor lgs.tp hrs karantina dulu 2 Minggu. Walopun skr kantorku jg udh merubah jdwal cuti lebaran sih. Jd cuma pas tgl merah. Mengurangi niat temen2 yg ttp mau mudik.

    Di rumah mah , kayaknya ga bakal ada yg istimewa. Palingan aku mau nyetok makanan yg banyak supaya pas lebaran ga bingung mau makan apa :D.

    ReplyDelete
  19. Nidy... kita ketemu lagi aku suka banget blog kamu sangat menginspirasi waahh ajarin aku yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp Dheaaa.. nanti ya kalo udah mendingan ni si corona T.T

      Delete

Hai, Nidyholic!!
If you have any question, please leave a comment and kindly choose name/url or anonymous as a profile. Don't put any active link on comment, it will be automatically deleted. Thank you for reading!