Cara Melaporkan Pencurian Artikel ke Google

Mimpi buruk seorang content creator adalah ketika konten-kontennya dicuri begitu saja oleh orang yang nggak bertanggung jawab. Pencurian artikel, foto, bahkan video tanpa izin yang berujung dimonetisasi pasti bikin emosi. Perasaan kesal dan kaget campur jadi satu. Gue nggak pernah segeram ini sebelumnya. Karena kali ini yang dicuri bukan hanya foto atau tulisannya saja, melainkan satu konten penuh (foto+tulisan). Hal yang pertama gue pikirkan adalah bagaimana caranya untuk melaporkan dan menghapus artikel yang sudah dicuri di blog maling ini? 
 
cara melaporkan pencurian artikel yang dicopas ke google

Bukan hanya sekali atau dua kali gue mengalami kejadian seperti ini. Biasanya, jika hanya ingin menggunakan foto untuk keperluan pendukung artikel untuk penulis lain atau tugas kuliah akan gue berikan. Mereka cukup memberikan keterangan sumber atau lebih bagus lagi kalau diberikan link hidup. Win-win solution, kan?

Ternyata banyak orang yang lebih memilih jalan pintas untuk mencuri konten orang agar bisa segera terindeks google dan dapat Adsense. Jika sudah disetujui Adsense, blognya bisa dijual. Si maling senang karena dapat uang, blog gue ini jadi turun peringkatnya di mata Google.

Artikel Dicuri oleh Website Resmi? Negosiasi!

Terhitung sudah tiga kali konten di blog missnidy.com dicuri orang yang nggak bertanggung jawab. Pertama, sekitar dua tahun lalu ada beberapa artikel yang membahas mengenai sebuah kota diambil tanpa izin oleh sebuah pihak Dinas Pariwisata (Dinpar). Gue nggak bangga artikel gue dicatut Dinpar. Karena kelihatan banget nggak profesional. Masa satu artikel plek-ketiplek di-copas begitu saja tanpa izin oleh sebuah website yang mengaku dikelola oleh Dinpar ini.

Seorang teman ternyata kenal dengan salah satu pengelola bagian Humasnya. Katanya sih saat itu gue dan beberapa teman blogger lain yang artikelnya dicatut itu diajak bertemu. Tapi sampai setahun kemudian nggak ada kejelasan.

Gue pun sampai lupa kalau artikel gue masih bertengger di situs tersebut. Akhirnya gue coba hubungi teman gue lagi. Sepertinya dia memang lagi nggak sempat juga bantu mengurus hal ini. Gue cari tahu alamat email dan akun sosmednya. Gue kirim pesan di instagramnya. Tanggapan adminnya pada awalnya cukup menyebalkan, “Artikel apa ya?.” Kurang lebih seperti gue yang mengada-ada. Padahal sudah gue kirim link artikel yang asli dan yang di-copas.

cara melaporkan artikel yang dicuri
Isi email complain

Akhirnya adminnya meminta gue mengirim email menjelaskan duduk permasalahannya dan artikel-artikel yang katanya di-copas itu. Gue kerjakan apa yang mereka minta. Butuh waktu kurang lebih dua hari sampai semua artikel di website tersebut dihapus. Bukan cuma artikelnya, ternyata websitenya pun ikut dihapus. Mereka menjelaskan bahwa website tersebut seharusnya sudah diganti konsepnya sejak lama oleh si Dinpar. Entahlah gimana ceritanya. Intinya masalah kelar dengan dihapusnya website dari peredaran.

Kasus kedua, belasan artikel kembali dicuri begitu saja oleh sebuah portal berita yang sepertinya baru dibuat. Mungkin mereka nggak ada bahan kali ya, jadi mengambil jalan pintas. Hal ini terdeteksi oleh gue lantaran nama websitenya masuk ke statistik di blog. Kalau yang pakai blogspot pasti tahu, deh.

Gue sempat heran, portal berita mana nih yang kasih backlink ke blog gue? Sudah kepedean, dikira profil gue dibahas di mana gitu kan ye. Eh, nggak tahunya dicuri lagi. Plek-ketiplek juga. Apes banget dah, ah!

Bingung bertanya ke mana untuk permasalahan kali ini, akhirnya gue lempar pertanyaan di salah satu Whatsapp Grup dan dikasih solusi oleh @alidabdul untuk lapor ke penyedia hostingnya (kalau nggak salah ya, gue kurang tahu) melalui email. Solusi ini hanya berlaku untuk website yang sudah Top Level Domain (TLD) alias yang sudah nggak ada embel-embel blogspot.com atau wordpress.com di belakang nama domainnya. Gue juga kirim email langsung ke pemilik websitenya dengan harapan si pemilik situs ini masih punya hati untuk malu dan menurunkan hasil curiannya tersebut.

“Tapi kan dia sudah kasih link hidup, kak,”sabda netizen.

Iya, memang. Si pemilik situs ini sudah berkenan memberi link hidup yang mengarahkan ke blog gue jika ada orang yang klik. Gue memang memberikan izin untuk memakai foto atau menyadur tulisan gue asal memberikan kredit si penulis alias gue. Tapi bukan satu konten utuh juga, Malih.

Menyadur adalah menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dari bahasa lain. Menyadur juga diartikan sebagai mengolah (hasil penelitian, laporan, dsb.) atau mengikhtisarkan (KBBI 2002: 976)

Menyadur nggak sama dengan menyalin (copy-paste). Perlu camkan itu ya, Patkai. Makanya pas pelajaran Bahasa Indonesia dulu di kelas jangan sibuk kirim-kiriman surat sama gebetan.

Setelah gue kirim email permintaan untuk menurunkan semua konten yang dicuri dari blog ini, sang pemilik langsung melakukannya meskipun tanpa membalas email gue. Mungkin malu atau nggak mau memperpanjang. Ya sudah yang penting permintaan gue sudah dipenuhi dan masalah gue anggap selesai meskipun tanpa permintaan maaf.

Kasus ketiga terjadi belum lama ini. Berhubung sering dicuri seperti ini, gue jadi terbiasa googling nama sendiri atau “missnidy”. Benar saja, gue menemukan sebuah blog dengan domain nidyholic.blogspot.com. Betapa kagetnya gue saat itu. Ditambah ternyata ada sekitar 31 konten yang dicuri di blog maling itu.

blog dicopas orang

Masalahnya semakin rumit karena si maling ini domainnya belum TLD. Jadi jalan satu-satunya harus melaporkannya ke Google agar tulisannya dihapus dan nggak masuk indeks Google lagi. Ini pun solusi gue dapatkan dari @alidabdul lagi dan dibantu @dianjuarsa sore itu.

Yang masih gue nggak terima adalah kenapa maling ini menggunakan nama blog gue “Nidyholic” sebagai domain blog dia? Lalu mencatut nama gue di footer blognya? Ini antara sengaja mau menjatuhkan atau memang si maling ini segini nistanya nyari duit sampai harus pakai nama orang?

Jika kalian juga sedang mengalami masalah yang serupa, segera lakukan hal-hal berikut sebagai penanganan pertama agar konten curian di blog maling segera dihapus.

Report ke DMCA (Digital Millenium Copyright Act) Google

Cara ini hanya berlaku untuk blog dengan platform blogspot.com ya. Buka website DMCA Google. Gue melakukan cara ini dua kali, karena keburu panik jadi buru-buru isi. Pertama, gue langsung masukin semua link dalam satu kali laporan. Kedua, gue buat laporan per grup. Justru yang cepat disetujui malah yang cara kedua.

cara melaporkan artikel dicopas ke google

Jadi, bagaimana cara melaporkan pencurian artikel yang di-copas?

Pastikan kalian sudah log in menggunakan akun gmail sebelum membuka laman DMCA Google. Isi data diri di kolom yang ada di laman tersebut:

cara melaporkan artikel dicopas ke google
Isi data diri dengan benar

  • Nama depan 
  • Nama belakang: Kalau nama kalian hanya terdiri dari satu kata, ulangi lagi nama depan di kolom ini. 
  • Nama perusahaan: Isi dengan nama blog. Gue isi dengan Nidyholic, karena nama blog gue ya itu. 
  • Pemegang hak cipta yang ada wakili: Pilih diri sendiri. Lebih baik lapor untuk diri sendiri ya, nggak usah pakai perwakilan atau nyuruh orang untuk ikutan melaporkan.
  • Alamat email: Isi dengan alamat gmail.
  • Negara/Kawasan: Indonesia. Isi saja sesuai data yang ada di ID Card.

Ini adalah cara yang pertama gue lakukan. Sebaiknya satu kolom, satu link. Lalu buat grup baru dengan cara sama

Identifikasi dan uraikan karya berhak cipta: Jelaskan dengan singkat namun jelas. Pas cara kedua gue lakukan, gue hanya menulis kalimat “My article 'judul artikel' has been stolen without permission”. Cuma begitu doank. Dalam kolom ini kalian bisa isi dengan kata-kata lain yang menurut kalian lebih meyakinkan.
Di manakah kami bisa melihat contoh karya yang sah tersebut? Copy link artikel original yang ada di blog kalian, lalu paste di kolom ini.
Lokasi materi yang melanggar : Copy link artikel di blog si maling, lalu paste di kolom ini.
Pernyataan tersumpah: Jangan lupa checklist semua kolom yang ada di sini untuk memberi pernyataan bahwa benar kalian lah pemilik original konten yang dilaporkan tersebut.
Tanggal Pelaporan: Isi tanggal pelaporan dengan format Bulan/Tanggal/Tahun
Tanda tangan: Cukup isi nama lengkap kalian.
Setelah checklist pernyataan “Saya bukan robot”, cek kembali apakah data-data yang kalian isi sudah benar. Jika sudah, pilih tombol “KIRIM”

Jika sudah, nanti kalian akan dialihkan ke halaman dashboard. Di laman itu kalian bisa mengecek status pelaporan. Jika disetujui, google nggak akan mengirim email pemberitahuan. Mereka nanti akan langsung menindaklanjuti dengan menghapus artikel yang hasil copas.

artikel blog dicuri

Tapi jika Google meragukan atau menolak, maka kalian akan dikirimkan email pemberitahuan. Itulah mengapa gue menyarankan kalian menggunakan cara kedua. Karena dengan cara pertama, gue berujung ditolak dan harus mengirimkan email secara manual ke Google untuk memberikan bukti bahwa gue adalah pemilik konten yang asli dan menyakinkan Google.

Isi emailnya kurang lebih seperti ini:

Hello,

Thanks for reaching out to us.
We're working to respond in your language, but we're currently best able to answer in English. We apologize for this inconvenience.
With regard to the following URLs:
( Daftar link yang dicuri oleh si maling)
It is unclear to us whether or not you are the authorized copyright agent for the content in question. Only the copyright owner or an authorized representative can file a DMCA Infringement Notice on his/her behalf. Please note that you could be liable for damages (including costs and attorneys' fees) if you materially misrepresent that your rights have been infringed.
If you or your client is not the copyright owner for this content, we cannot process your notice. Please have the copyright owner file a DMCA notice with us. If you or your client is the copyright owner, please provide more detail explaining how this is the case.
Regards,
The Google Team


**************************

Memang saat pelaporan dengan cara pertama gue menggunakan Bahasa Indonesia. Ya gue pikir Google gitu, lho. Pasti mengertilah. Ternyata nggak juga, coy. Akhirnya gue googling bagaimana cara menjawab email tersebut supaya nggak salah langkah lagi. Gue menemukan sebuah artikel yang sangat membantu sekali.

Google akan mengirimkan email seperti itu jika laporan yang kita buat dinilai belum cukup kuat buktinya. Berdasarkan saran di artikel yang gue baca itu, gue melakukan persis seperti yang disarankan.

  1. Tulis email dalam bahasa Inggris yang formal.
  2. Kalimat yang digunakan harus tegas dan lugas. Jangan ada kata-kata “Aku cukup yakin”, tapi langsung kalimat penyataan resmi yang berisi informasi jelas.
  3. Kalau di dalam artikel kalian menyebutkan tanggal penerbitan artikel, lebih bagus. Kan ada tuh beberapa blogger yang menggunakan salam akhir “Tabik, 1 September 2007”. Gue bakal melakukan ini mulai sekarang.
  4. Ada foto di artikel yang ada watermark dengan tulisan domain kalian? Itu SEMPURNA! Ini bisa jadi salah satu bukti, kalau foto di dalam artikel curian yang ada di blog maling memang punya kalian. Kan ada watermarknya.
  5. Jangan lupa cantumkan nama jelas dan kontak kalian, seperti email dan akun sosmed.

Gue pelajari baik-baik dan akhirnya gue tulis email balasan dan melampirkan bukti-bukti berupa foto dengan format seperti ini:

Hello Google team,

Thank you for responding to my DMCA notice. I understand that you are looking for additional information regarding the DMCA complaint I filed.

I am the owner (webmaster/author/editor) of the blog Nidyholic and the content in question (I put the link below) are my original and copyrighted work.

(Masukkan link original artikel yang ada di blog kalian)

Since I am the copyright owner of the content, I am authorized to file DMCA complaint on behalf of Nidyholic (www.missnidy.com). I hereby confirm that the content published at the url nidyholic.blogspot.com (I put the link below) violates my copyrights and I request Google to remove the same from Google's index.
(Masukkan link artikel hasil copas di blog maling)

I also want to confirm that not only violates my copyrights, they also misused my name “Nidyholic rizka nidy - detikTravel | Inspirasi Jalan-jalan Ke Mana Aja” on the footer of nidyholic.blogspot.com and using my blog name as their domain. I am a guest writer on Detik Travel and that is where they took it.

I swear, under penalty of perjury, that the information in the notification is accurate and that I am the copyright owner or am authorized to act on behalf of the owner of an exclusive right that is allegedly infringed.

If you need any further information regarding the copyright owner, please feel free to contact me.

Rizka Nidy
Travel Blogger
+62838xxxxx
rizka.nidy@gmail.com
Jakarta Pusat, 10230
Blog: www.missnidy.com
Instagram: @miss_nidy
Twitter: @miss_nidy
Facebook: Rizka Nidy
Fb Page: Miss Nidy

********************************

Kurang dari 24 jam, email gue ini direspon kembali oleh Google dengan kalimat yang kurang lebih sama dengan email yang pertama. Lalu gue balas lagi saja dengan isi email yang sama seperti di atas. Nggak sampai 24 jam, semua artikel yang gue laporkan langsung dihapus oleh Google.

Lama proses dari gue pertama kali melaporkan link artikel yang dicuri sampai disetujui dengan menggunakan cara kedua, hanya memakan waktu maksimal dua hari kerja. Sementara jika sempat ditolak seperti cara pertama, kemungkinan bisa memakan waktu empat hari kerja.

artikel blog dicopas orang
Akhirnya Google menyetujui permintaan gue

Pokoknya begitu dapat email dari Google, langsung jawab saja. Kalian bisa menggunakan template email yang gue berikan di atas. Tinggal ganti saja rincian informasinya.

Ubah Setting Pengamanan di Blog

Apakah dengan melakukan cara ini saja sudah cukup? Ternyata belum, saudara-saudara. Menurut informasi dari teman yang blogger sekaligus pekerjaannya memang otak-atik coding, gue masih harus melakukan satu cara lagi untuk meminimalisir pencurian satu full artikel.

Namanya juga pencurian, pasti selalu ada celah untuk itu. Setidaknya dengan melakukan satu langkah lagi ini bisa meminimalisir. Bukan berarti dengan cara terakhir ini lantas si pencuri nggak bisa lagi melakukan hal yang sama. Tapi setidaknya, nggak satu full artikel plek-ketiplek, gitu lho.

Karena salah satu cara mudah bagi para tukang copas ini yaitu dengan mengambil data melalui jalur RSS yang terbuka dengan teknik Auto Generate Content (AGC). Jadi setiap ada artikel baru, mereka akan dengan mudah mendapatkan satu artikel penuh tanpa harus mencuri secara manual, alias copy-paste. Jadi secara nggak langsung, jika kita menerbitkan satu artikel, mereka juga langsung mendapat artikel baru. Kan bangke ya yang begini.

Kalau nggak percaya coba deh, buka blog kalian dengan format link seperti ini: alamatblog.com/rss.xml. Bagian alamat blog ganti dengan alamat blog kalian ya. Lebih jelasnya, coba perhatikan kedua gambar di bawah ini. Yang atas adalah tampilan blog gue sebelum gue ubah settingan RSS-nya. Sementara yang bawah adalah tampilan setelah gue ubah.

cara mengatasi tulisan di blog yang dicopas orang
Sebelum ubah setting di blog
cara mengatasi tulisan di blog yang dicopas orang
Setelah ubah setting di blog

Dengan settingan blog yang masih terbuka alias full artikel seperti foto yang atas, jelas sudah bagaimana si maling dengan mudah mengambil data artikel begitu saja. Untuk itulah, perlunya memperhatikan keamanan blog hanya dengan mengubah settingan seperti berikut:

  1. Ke menu Setting/Setelan di sebelah kiri home blogger.com
  2. Pilih Submenu “Others/Lainnya”
  3. Ganti pilihan “Izinkan Feed Blog” dari penuh menjadi singkat.
cara ubat setting di blgo agar tulisan tidak dicopas

Ini gunanya apa? Supaya si tukang copas ini hanya bisa copas sebagian isi artikel saja, nggak satu full artikel. Setidaknya para maling ini butuh sedikit usaha untuk mencuri artikel penuh. FYI, ini hanya berlaku untuk pengguna layanan Blogpost, ya. Untuk pengguna Wordpress silakan cari di Google. Kalau nggak salah harus pasang Plugin terlebih dahulu.

Itu saja yang bisa gue bagikan kali ini. Semoga teman-teman blogger terhindar dari tindak pencurian konten seperti yang gue alami. Bagaimanapun tindakan copy-paste dan plagiarisme itu nggak dibenarkan. Karena sudah menyalahgunakan ide dan kreativitas orang lain. Nyari duit nggak harus begitu banget lah ya genks. Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah membantu mencari solusi, @alidabdul, @dianjuarsa, @trackpacking. Semangat terus, genks!

*source: Unsplash

Jakarta, February 11th 2019


Nidy

5 Comments

  1. Trs sekarang bagian gw yg artikelnya jg dicuri. Hadeeeuuhhhh lelah hayati liat step by stepnya yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kudu sering-sering googling nama sendiri, bu. Biar ketahuan nih yang model-model maling beginian. T.T

      Delete
  2. Sabar ae, gua juga ngerasain yang sama, untung baru sekali dicuri, cepat cepat gua pake code CSS not Select di blog gua, akhirnya sampe sekarang kagak bisa di copas lagi, hawhawhaw

    ReplyDelete
  3. Terima kasih mba.. Manfaat banget artikelnya.. Blog saya juga kemarin baru saya tahu dicopas.. Itu juga sudah 6 tahun yang lalu.. Karena kemaren gak sengaja pas nyari gambar untuk artikel blog.. Ketemu blog copasan blog saya.. Huuf. Copasnya pun semuanya gak pake edit dulu. Hadeh. Hehehe. Jadi saya sudah melaporkannya. Tapi belum ada tanggapan dari google. Masih belum 1 hari penuh. Makanya saya nunggu seminggu sampai benar-benar komplen saya di setujui google. Terima kasih mba.. Informasi di artikel ini berguna banget.. Malah saya jadiin favotir di bookmark 🌷

    ReplyDelete

Hai, Nidyholic!!
If you have any question, please leave a comment and kindly choose name/url or anonymous as a profile. Don't put any active link on comment, it will be automatically deleted. Thank you for reading!