Tiga Rekomendasi Lumpia di Semarang, Mana yang Paling Enak?

Ada yang tahu di mana itu Kota Lunpia? Yup, Semarang! Pertama kali resmi menginjakkan kaki di Semarang, hal pertama yang terlintas di kepala hanyalah mencicipi lunpia yang tersohor di sana. Maklum, selama ini cuma melewati Semarang saja. Belum pernah benar-benar mampir ke kotanya, apalagi eksplor. Mengunjungi kota yang baru pertama kali gue jelajahi, tentu saja kurang lengkap kalau nggak mencoba makanan khasnya donk. Ya apalagi ya kalau bukan lunpia. Lalu pertanyaannya adalah lunpia mana yang paling enak di Semarang?

rekomendasi lunpia enak di semarang

Lunpia merupakan panganan ringan khas Semarang yang terbuat dari adonan tipis yang terbuat dari tepung gandum untuk bagian luar , sementara isinya biasanya rebung dan udang. Penyajiannya bisa basah maupun kering (digoreng).

Di beberapa kota mungkin penulisannya “Lumpia”, namun di Semarang, di kota asli lahirnya kuliner ini justru penulisannya adalah Lunpia. Meskipun begitu, intinya sih sama saja.

Makanan ini mengadaptasi makanan serupa yang berasal dari Fujian, China. Biasa disebut dengan nama Popiah. Dalam bahasa Hokkien, sering disebut lun-bee-a. Nah, mungkin dari situlah tercipta nama lunpia di Indonesia. Kalau menilik lagi sejarah Kota Semarang, wajar rasanya banyak budaya peranakan China yang akhirnya melebur dengan budaya lokal di Semarang.

Untuk itu, gue ucapkan terima kasih kepada leluhur yang sudah menularkan beragam budaya dari luar. Kalau nggak begini kan mungkin saja gue nggak kenal lunpia. Asli, gue penggemar berat lunpia! Hampir setiap hari selama di Semarang yang dicari pasti lunpia lagi.
Lunpia yang asli adalah lunpia basah. Sementara lunpia kering atau goreng merupakan lunpia yang sudah dimodifikasi oleh orang-orang Jawa. Indonesia banget kan, apa saja pasti digoreng. Resep aslinya, lunpia mengandung daging babi. Karena agama Islam pada saat itu sudah mulai berkembang di Semarang, jadi dihilangkan agar semakin banyak orang yang bisa menikmati.

Dari hasil referensi teman dan baca blog orang, banyak yang menyarankan untuk nyobain lunpia Gang Lombok dan Mbak Lien. Kedua kedai yang khusus menjual lunpia itu sudah tersohor sejak lama. Bahkan gue baru tahu di hari terakhir saat berada di Semarang, kalau ternyata kedua kedai itu berasal dari leluhur yang sama juga. Wajar ya, beda tangan pasti juga beda rasa.

Selama di Semarang sebenarnya gue baru mencoba tiga kedai yang paling populer. Begitu gue update di sosmed, ternyata banyak lagi teman yang memberikan referensi lain. Mungkin akan gue coba kalau ke Semarang lagi. Jadi, mari kita bahas tiga kedai lunpia yang sudah gue coba.


Lumpia Gang Lombok

Kalau buka mesin pencari Google, pasti nama ini akan keluar paling pertama sebagai rekomendasi lunpia paling enak di Semarang. Gue datang ke sini justru di hari terakhir berada di Semarang. Lokasinya tepat berada di sebelah Klenteng Tay Kak Kie.

Tempatnya kecil dengan kursi dan meja terbatas. Kedainya tutup pukul 5 sore. Dari pagi menjelang siang, biasanya kedai ini ramai pelanggan. Jadi gue sarankan datang pas sore saja, menjelang tutup. Harga seporsi lunpia di sini yaitu 15k IDR. Begitu pesan, langsung dibuat di depan pelanggan.


lunpia gang lombok semarang
harga lunpia gang lombok

Konon, kalau mau merasakan lunpia dengan cita rasa otentik, datanglah ke kedai Lunpia Gang Lombok ini. Perpaduan rebung dan udangnya pas. Enak deh! Nah, kalau makan lunpia pasti pakai cocolan khasnya donk plus bawang muda yang masih masih nempel dengan daunnya itu. Sayangnya, rasa cocolannya agak kurang nendang. Enak sih, tapi nggak terlalu istimewa di lidah gue.

lunpia gang lombok halal

Gue memutuskan untuk bawa pulang lunpia ini sebagai oleh-oleh karena kebetulan memang gue datang ke kedai ini sebelum balik ke stasiun. Pas keesokan harinya gue makan, ternyata bau amis rebungnya tercium banget. Kalau gue sih nggak ada masalah dengan baunya yang meskipun nggak begitu menyengat, tapi masih tercium. Tapi beberapa orang yang gue kenal kadang merasa mual jika mencium bau amis rebung. Meskipun begitu, rasanya tetap enak kok.

lunpia gang lombok semarang
lumpia gang lombok semarang

Suasana makan lunpia di Lunpia Gang Lombok ini seakan diajak kembali ke beberapa tahun silam, karena atmosfer lingkungan sekitar yang masih banyak bangunan dan kios-kios tua. Seusai makan, bisa mampir dulu deh melihat-lihat klenteng yang ada di sebelah.

Di beberapa sumber yang gue baca, banyak yang meragukan apakah lunpia di sini halal atau nggak. Saat sampai di sana, hal yang pertama gue tanyakan adalah apa saja isian lunpia yang ada di kedai ini. Mereka nggak menyebutkan babi, sih. Tapi untuk jaminan halalnya gue nggak bisa memastikan, ya.


Loenpia Mbak Lien

Ini kedai lunpia yang pertama gue sambangi di Semarang. Lokasinya masuk ke dalam gang kecil, tepatnya di Gang Grajen yang ada di Jalan Pemuda. Nggak begitu jauh dari Toko Oen yang juga terkenal.

loenpia mbak lien semarang
pengalaman beli loenpia mbak lien semarang
loenpia mbak lien semarang
lokasi loenpia mbak lien semarang

Kalau mau beli lunpia sebagai oleh-oleh, di depan gang juga ada gerobak yang khusus melayani pelanggan untuk take away. Pukul 7 pagi juga sudah beroperasi, sementara untuk kedai yang berada di dalam gang baru buka pukul 8:30. Keduanya sama-sama Loenpia Mbak Lien, kok.

Di sepanjang Jalan Pemuda memang banyak toko oleh-oleh dan kedai yang menjual lunpia. Namun tetap saja Loenpia Mbak Lien ini yang jadi primadona.

Harga seporsi lunpia sebesar 16K IDR. Tempatnya nggak begitu luas, tapi nyaman dengan dekorasi khas Jawa yang retro. Selain menjual lunpia, di kedai ini juga menjual berbagai macam snack khas Semarang dan barang-barang vintage yang awalnya gue pikir hanya pajangan dekorasi di sana.

loenpia mbak lien semarang
lunpia paling enak di semarang
lunpia basah mbak lien semarang

Soal rasa, Loenpia Mbak Lien ini favorit gue. Udangnya begitu terasa, rebungnya masih krenyes-krenyes pas digigit. Yang paling gue sukai adalah cocolannya. Di kedai ini kita bisa meracik sendiri cocolannya sesuai yang kita inginkan. Nah, rasa cocolan di sini tuh menurut gue enak banget. Apalagi kalau ditambah bawang putih cingcang yang banyak, lalu disiram ke lunpia goreng yang masih panas. KRES!

harga loenpia mbak lien semarang

Kalau ke Semarang, cobain deh mampir ke Lunpia Mbak Lien ini. :)


Lunpia Cik Meme

Awalnya gue tahu keberadaan lunpia ini karena dibagikan brosur oleh seseorang sewaktu mobil berhenti di lampu merah. Pengemudi taksi online yang gue tumpangi langsung memberikannya ke gue. Lalu dia bilang, “Ini lunpianya juga enak, mbak. Nggak amis.”

Setelah dari Loenpia Mbak Lien, gue mampir ke Lunpia Cik Meme. Antara masih penasaran cobain beragam lunpia atau belum kenyang sih lebih tepatnya waktu itu.

lunpia cik meme semarang
harga lunpia cik meme semarang

Kebetulan hotel gue memang nggak jauh dari kedai Lunpia Cik Meme yang berada di Jalan Gajahmada no. 107. Kehadiran Lunpia Cik Meme ini katanya memang belum se-terkenal saudara-saudaranya di kalangan turis.

Harga seporsinya 16k IDR. Gue nggak makan di kedainya karena kebetulan sudah terlanjur malam, dan para pegawainya juga sudah beres-beres tapi masih melayani gue malam itu. Nggak enak ya, kasihan nanti yang harusnya mereka sudah pulang malah nungguin gue makan.

Lunpianya enak! Isiannya memang nggak terlalu kuat rasanya malah cenderung plain, tapi permainan rasanya ada di cocolannya. Meskipun menurut gue agak kemanisan ya, tapi masih nikmat kok. Mereka juga nggak pelit ngasih saos cocolannya.

lunpia cik meme semarang halal
loenpia halal di semarang
oleh-oleh lunpia di semarang

Lunpia Cik Meme ini merupakan pelopor lunpia halal. Karena sudah resmi mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Variannya juga banyak banget. Tapi menurut gue tetap varian original yang harus kalian coba terlebih dahulu.


Conclusion

Sebagai pecinta lunpia, masing-masing kedai lunpia yang sudah gue coba memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Harganya pun hanya beda sedikit satu sama lain. Tapi pasti tetap ada satu yang paling gue suka. Jadi kalau pilihan kalian berbeda dengan gue, bukan lidah kalian atau gue yang salah. Karena soal rasa dan selera nggak perlu diperdebatkan, ya.

Gue lebih suka Loenpia Mbak Lien. Karena cocolannya menurut gue pas banget disandingkan dengan lunpia yang begitu masuk mulut langsung nendang. Apalagi sebagai pelanggan, gue bisa meracik sendiri cocolan sesuai selera gue.

Bukan berarti dua kedai yang lain nggak enak, lho. Gue suka juga, kok. Tapi kan hidup itu pilihan, Marimar. Jadi untuk battle lunpia kali ini gue lebih memilih Loenpia Mbak Lien.

Kalau kalian lebih suka lunpia dengan citarasa otentik, bisa cobain Lunpia Gang Lombok. Apalagi suasananya masih asli di tengah-tengah lingkungan yang masih kental budaya peranakannya. Sementara jika suka lunpia dengan cocolan yang agak manis, bisa coba Lunpia Cik Meme. Apalagi jika datang bersama keluarga, karena tempatnya cukup spacious dan sudah jelas ada sertifikat halalnya.

Jika kalian punya rekomendasi kedai lunpia lain yang wajib dicobain, tolong kasih tahu gue di kolom komentar ya. Siapa tahu lain kali gue mampir ke Semarang bisa nyobain rekomendasi dari kalian. Terima kasih sudah membaca!

10 Comments

  1. Aku cuma pernah cobain Lumpia Gang Lombok dan menurutku rasanya enak banget! Aku gak tau kalau ada lumpia enak lainnya kayak yang disebutin di atas. Kapan-kapan main ke Semarang, mau ah cobain yang lainnya :D

    ReplyDelete
  2. 15 apa 16 ribu itu cuma dapet sebiji lumpia mbak? Tak kira udah dapet se kerdus yang isinya ada berapa potong gitu. Hehehe... Lumayan mahal juga ya? *sobat misqin detected*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Hahahaha
      Lumayan mahal ya. Tapi memang rata-rata harganya segituan kok di sana.

      Delete
  3. Paporit aku sih yg Gang Lombok. Rebungnya ga ada bau baunya acaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas makan di sana enak, kak. Gue juga suka. Tapi pas sudah dibawa ke Jakarta baru tercium bau amis rebung. Meskipun begitu rasanya tetap maknyus.

      Delete
  4. Dulu waktu ke Semarang aku kira nama Lunpia salah eja ternyata memang benar ya ejaannya lunpia...

    Sayangnya aku kurang suka sama lunpia yang asli Semarang karena bau rebungnya terlalu kuat...tapi beberapa orang malah suka bau rebung yang memang khasnya itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak. Balik lagi ke selera, ya. Memang bau khas rebung nggak semua orang doyan. Soalnya lumayan menyengat.

      Delete
  5. Kalau saya yang penting dimakan pake lombok udah enak, dan lumpia salah satu makanan favorit.

    ReplyDelete

Hai, Nidyholic!!
If you have any question, please leave a comment and kindly choose name/url or anonymous as a profile. Don't put any active link on comment, it will be automatically deleted. Thank you for reading!