Halo, Travel Buddies! Apa kabar? Balik lagi sama aku yang nggak pernah bosen keliling cari tempat aesthetic. Kalau biasanya aku bahas hidden gem di pelosok, kali ini aku mau geser dikit ke arah Bogor. Yup, apalagi kalau bukan Rustic Market Sentul.
Jujur, dari awal tempat ini booming, aku udah penasaran banget. Kayaknya tiap kali buka Instagram, isinya foto-foto bangunan kayu ala pedesaan Eropa dengan background gunung. Akhirnya, minggu lalu aku nyempetin waktu buat short escape ke sana. Penasaran sepadat apa dan apakah sepadan sama perjuangan macetnya? Yuk, simak ceritanya!
Vibes Ala Italia di Tengah Sentul
Begitu masuk ke area Rustic Market, aku bener-bener ngerasa kayak nggak lagi di Indonesia. Konsepnya itu Rustic European Village. Bayangin bangunan kayu dengan arsitektur ala lumbung padi di luar negeri, dikelilingi padang rumput hijau, dan latar belakang Gunung Pancar yang megah.
Suasananya tenang (kalau kalian datang di hari kerja, ya!) dan udaranya jauh lebih segar dibanding Jakarta. Tempat ini nggak cuma sekadar kafe, tapi lebih ke arah lifestyle destination. Setiap sudutnya bener-bener dipikirkan matang-matang buat memanjakan mata para pemburu konten.
Kalau kebanyakan pengunjung bilang vibesnya mirip Switzerland, menurut aku sih nggak, ya. Lebih mirip seperti suasana di Tuscany, Italia.
Lokasi dan Jam Operasional
Rustic Market Sentul ini tepatnya berada di area KM 0 Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Perjalanannya lumayan menanjak dan berkelok, jadi pastikan kendaraan kamu dalam kondisi prima ya.
Untuk jam operasionalnya sendiri:
- Senin - Jumat (Weekday): 10.00 – 19.00 WIB
- Sabtu - Minggu (Weekend): 08.00 – 20.00 WIB
Saran aku, kalau mau dapet foto yang bersih tanpa bocor orang banyak, datanglah pas baru buka atau sekalian sore menjelang sunset. Cahaya golden hour di sini bener-bener juara! Mereka close order pada pukul 17:00, jadi jangan sampai kesorean untuk tukar voucher makanan/minuman kalian.
Sistem Tiket Masuk dan Voucher
Nah, ini bagian penting yang sering ditanyain. Di Rustic Market Sentul, mereka nggak pakai sistem tiket masuk biasa, melainkan voucher.
- Biaya Voucher: Rp100,000 per orang.
- Ketentuan: Voucher ini nantinya bisa kamu tukarkan sepenuhnya dengan makanan atau minuman di dalam. Jadi, jatuhnya kayak minimum spend aja sih, dan menurutku harga segitu masih sangat terjangkau untuk tempat seindah ini.
Ingat ya, voucher ini jangan sampai hilang karena cuma bisa dipakai di hari yang sama. Oh iya, mereka juga punya aturan ketat soal kamera. Kalau kamu bawa kamera profesional (DSLR/Mirrorless), bakal dikenakan biaya tambahan atau harus izin untuk keperluan komersial. Kalau cuma pakai HP sih, aman banget!
Pilihan Menu: Western Meets Lokal
Setelah puas foto-foto, aku mutusin buat nyobain beberapa menu mereka. Jujur, awalnya aku nggak berekspektasi tinggi soal rasa (biasanya kan tempat bagus makanannya biasa aja, ya?), tapi ternyata lumayan oke!
Pilihan menunya cukup beragam:
- Main Course: Ada Pizza tipis ala Italia, berbagai jenis Pasta, sampai makanan berat Indonesia kayak Nasi Goreng dan Sop Buntut.
- Pastry & Cake: Ini bintang utamanya! Display croissant dan cake mereka bener-bener menggoda. Namun karena sudah terlanjur lapar, gue memesan spaghetti-nya. Surprisingly, enak rasanya dan porsinya generous.
- Beverages: Mulai dari kopi-kopian, teh, sampai mocktail yang seger-seger buat nemenin udara panas siang hari.
Untuk harga, rata-rata makanan dibanderol mulai dari Rp35.000 - Rp150.000. Masih standar harga kafe di Sentul atau Jakarta lah ya.
Ada Apa Saja di Rustic Market Sentul?
Nggak cuma buat makan, ada beberapa area menarik yang bisa kamu eksplor:
- Area Outdoor yang Luas: Banyak kursi kayu yang tersebar di rumput. Cocok banget buat yang bawa anak kecil biar mereka bisa lari-larian.
- Bangunan Utama (The Barn): Ini spot paling ikonik. Interiornya penuh dengan elemen kayu, barang antik, dan lampu gantung yang hangat.
- View Gunung: Saat tiba di sana sedang gerimis, pemandangan kabut yang menyelimuti Gunung Pancar malah bikin suasana makin syahdu.
- Spot Foto Tematik: Ada telepon umum merah ala London, kincir angin kecil, dan banyak lagi.
Tips Berkunjung ala Miss Nidy
Biar kunjungan kalian makin maksimal, ini sedikit tips dari aku:
- Pakaian Nyaman: Walaupun judulnya di Bogor, kalau siang tetep aja panas terik. Pakai baju yang menyerap keringat tapi tetep stylish buat foto. Tapi buat jaga-jaga aja di musim hujan ini, tetap bawa outer ya, karena suhu setelah hujan di Sentul lumayan sejuk juga.
- Cek Cuaca: Karena area terbaiknya adalah outdoor, mending cek ramalan cuaca dulu. Kalau hujan, sayang banget pemandangannya bakal ketutup kabut atau kamu bakal terjebak di dalam ruangan.
- Datang Weekday: Kalau memungkinkan, hindari weekend. Pas aku ke sana hari Rabu, suasananya tenang banget, beda cerita kalau Sabtu yang antreannya bisa mengular.
Secara keseluruhan, Rustic Market Sentul itu worth to visit. Nggak cuma menang di konsep, tapi manajemennya juga cukup rapi. Tempat ini bener-bener jawaban buat kalian yang butuh healing singkat tanpa harus terbang jauh ke Eropa.
Gimana? Sudah siap masukin Rustic Market Sentul ke bucket list akhir pekan kamu? Jangan lupa tag aku ya kalau kalian ke sana!












.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)




0 Comments
Please notice: Subscribe to my blog before you leave a comment. Any active link on comment will be automatically deleted. Thank you for reading!