Tragedi Harga Diri yang Terkoyak di Desa Wisata Nglinggo

by - 1:54 AM

wisata jeep di kebun teh nglinggo


Bismillahirohmanirohiiim..

(Inhale, exhale..)

Pagi itu gue mulai seperti biasa. Tidak ada firasat apapun sebelumnya. Saat bangun tidur pun disambut cuaca begitu cerah, meskipun hujan semalaman. Sebelum berangkat mengeksplor desa wisata, gue dan Dwi sibuk menyeleksi baju yang akan kami kenakan. 

"Mbak, hari ini kita mau kemana saja, ya?"

"Aku lupa, pokoknya terakhir ke kebun teh di Nglinggo", jawab Dwi

Terdiam sejenak, masih bingung memikirkan mau pakai baju apa nanti. Namanya juga cewek, ya. Urusan mau pakai baju apa saja bisa kelar satu jam kemudian. Ujung-ujungnya yang dipakai ya yang itu-itu lagi. :p

"Enaknya pakai baju yang mana, ya?"

Dwi menghampiri tumpukan beberapa helai baju yang sudah dikeluarkan dari tas ransel. Membantu memilih sekiranya baju yang bakal nyaman dipakai.

"Ini saja, Mbak. Nanti kan pakai topi ini. Apik buat foto-foto cantik di kebun teh".

Oh iya, aku sampai lupa kalau bawa topi dari Jakarta dan belum sekalipun dipakai selama di Jogja. Oke sip, aku menuruti apa kata Dwi. Ternyata Dwi pun sama bingungnya menentukan jilbab mana yang mau dia kenakan. Kemudian percakapan di atas terulang lagi.

wisata jeep di kebun teh nglinggo

Singkat cerita..

Hari itu memang jadwal kami mengunjungi Desa Malangan, Desa Nglinggo, dan Desa Banjar Roya. Kami tiba di Desa Nglinggo sekitar pukul 3 sore. Langsung disambut dengan udara yang sejuk dan langit yang sudah terlihat muram. 

Mobil elf yang kami tumpangi berhenti tidak jauh dari area kebun teh. "Ah, itu dia kebun tehnya", gumam dalam hati. Dari dalam mobil, gue sudah melihat sepintas pemandangan kebun teh yang berundak-undak. Tapi pak sopir juga belum menyuruh kami turun. Dia masih sibuk berbicara di telepon.

"Mas Hanif, ini kita turun, nggak?" tanya ke Hanif yang kebetulan duduk di dekat pintu mobil

"Nanti dulu, itu bapaknya lagi nelpon orangnya dulu", jawabnya.


rimbono homestay nglinggo

Sambil menunggu arahan sopir, gue beberes barang bawaan saja. Tidak lupa topi andalan disiapkan biar gak ketinggalan. Saat menunggu kepastian dari sopir, sudah terbayang-bayang pose ala-ala Emily di kebun teh. Pokoknya sudah tahu deh nanti mau pose kayak gimana. Boleh kan ya berekspektasi dulu..

"Mas, mbak, ini kita disuruh ke bawah lagi. Kelewatan. Itu tadi orangnya ternyata nunggu di seberang, yang ada jeep-jeep parkir", tiba-tiba Pak Sopir memberi pengumuman.

Sebelum memulai kegiatan di Desa Wisata Nglinggo, kami akan diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh pengurus Pokdarwis setempat.

Teman-teman yang lain juga tidak kalah saling menerka-nerka. Ada yang menebak kalau kami bakalan naik jeep sampai kebun teh, ada juga yang bilang tidak mungkin naik jeep karena kebun tehnya dekat.

penginapan di kebun teh nglinggo kulon progo

Setibanya di tempat yang dimaksud, kami langsung disambut oleh seorang pria berambut keriting. Namanya Miki, beliau pengelola homestay yang ada di sana. Kami dipersilahkan melihat-lihat Rimbono homestay, milik keluarga Miki. Asri banget suasananya. Kalau mau ke kebun teh,tinggal jalan kaki juga bisa.

Beberapa kamarnya terbuat seperti cottage berbahan kayu. Harganya bervariasi mulai dari 350k IDR. Kapasitas kamarnya ada yang maksimal 3 orang hingga 6 orang. Kalau menginap di Rimbono Homestay, setiap paginya akan mendapat sarapan khas desa, berupa singkong rebus atau tempe mendoan. Jangan berharap dapat koneksi WiFi ya, kapan lagi coba bisa menginap di tempat yang menawarkan udara segar, cuaca sejuk, dan pemandangan cantik tanpa setiap detik melihat gadget.

penginapan rimbono di kebun teh nglinggo

Tidak lama setelah kami melihat-lihat homestay, Miki sudah memanggil kami untuk segera naik jeep.

"Lho, kok jeep lagi? Ada basah-basahan gak, Mas?", tanya beberapa teman yang tampak agak terkejut. Maklum stok baju kami sudah menipis.

"Gak ada kok, Mbak. Paling nyiprat dikit. Ini kita mau ke hutan pinus"

Oke.

Gambaran Hutan Pinus Imogiri Bantul langsung memenuhi imajinasi. Perasaan gue jujur sih senang mau diajak ke hutan pinus. Bisa foto-foto cantik ala Syahrini, pakai topi bundar ala-ala. Apalagi perginya bareng teman-teman blogger, pasti banyak yang motoin. #GeEr

naik jeep di kebun teh nglinggo

Jeep yang tersedia hanya ada dua, jadi kami pun juga dibagi menjadi dua kelompok. Di jeep pertama ada Hanif, Halim, Sitam, Aji, dan Rifqy. Sementara di jeep kedua ada gue, Aya, Dwi, dan Alid. Bentuk jeepnya terbuka, tidak ada atapnya. Di bagian belakang juga tidak tersedia tempat duduk, jadi gue, Dwi, dan Alid harus berdiri sepanjang perjalanan, sementara Aya aman sentosa karena duduk di sebelah sopir. Gue memilih berdiri di tengah antara Dwi dan Alid, karena terakhir kali naik jeep di Desa Bejiharjo, gue sering terbentur tiang besi yang ada di jeep. Beda deh dengan jeep grup pertama. Di jeep mereka ada bangku di bagian belakangnya.

Oke, kayaknya gue salah pilih jeep, nih.

Sopir kami kembali menenangkan. Katanya track yang akan kami lalui merupakan track terpendek dan tidak ekstrim, jadi tidak akan memakan waktu lama. Jeep terus melaju secara perlahan melewati jalanan yang tadi sudah kami lewati.

wisata jeep di kebun teh nglinggo

Seingat gue, kalau mau ke kebun teh yang tadi gue lihat saat di parkiran mobil, harusnya jeep jalan lurus saja. Ini malah belok. “Oh mungkin mau ke hutan pinus dulu”, pikirku. Asyik juga ternyata naik jeep sambil berdiri. Apalagi udaranya sejuk, dan rambut tertiup angin. Berasa lagi syuting video klip Raisa. Tapi rupanya suasana nyaman itu tidak berlangsung lama.

Saat jeep berbelok ke arah kiri, menuju jalan yang sempitnya bahkan gak terpikirkan bisa dilalui oleh mobil, gue mulai curiga. Setelah belokan, langsung disambut dengan turunan yang cukup menukik. Kami sontak teriak bersamaan. Sumpah seru banget!

Jangan senang dulu, mbak sist.

harga paket wisata jeep di kebun teh nglinggo

Kami melintasi rumah-rumah penduduk dan kandang sapi dengan kontur jalan tanah merah. Namun begitu rumah penduduk tidak tampak lagi, berganti dengan hutan di kanan kiri, dan jeep kami menorobos aliran sungai kecil, di situlah awal petualangan kami baru dimulai.

Di depan, tiba-tiba kami menemui turunan ekstrim lagi. Jeep berhenti sebentar, menunggu jeep grup pertama turun terlebih dahulu. Ya Allah.... melihat bagaimana jeep pertama melewati turunan ekstrim itu kok lutut gue langsung mendadak lemas, ya. Benar saja dugaan gue, ketika jeep menerobos turunan itu, kami semua yang ada di dalam jeep langsung teriak sekencang-kencangnya. Kecuali sopirnya doank yang masih anteng. Yaiyalah ini mah makanan dia sehari-hari.

wisata jeep terekstrim di kebun teh nglinggo jogja

Pokoknya tiap kali melewati turunan, tiap kali itu juga lengkingan suara kami terdengar. Kerap kali gue juga harus menjauhkan posisi telinga dari mukanya Alid. Teriakannya kayak ibu-ibu mau melahirkan. Histeris banget! Belum lagi ngomel-ngomel ke sopir jeep.

“Maaaas, hati-hati maaaas... kandungankuuu...”
“Aku keguguran maaaas”.
“Kandunganku maaas, keguguran ikiii”

Coba bayangkan. Begitu banyak turunan dan tikungan tajam yang harus kami lalui, sebanyak itu pula gue, Aya, dan Dwi terpaksa mendengarkan suara jeritan anak lanang mau melahirkan.

--___________--

Setiap kali jeep miring ke arah kanan, otomatis pasti badan gue ini menimpa Alid. Lagi-lagi dia teriak “Aku digencet... aku ditimpa Rizka, matilah ini kandunganku”. Ya gimana lagi, kalau jeep miring ke kanan, masa badan gue harus tetap lurus sambil menahan berat badan sendiri plus Dwi yang juga ikut miring ke kanan. Agung Hercules kali ah!

rute jeep di nglinggo kulon progo

Di tengah-tengah perjalanan, jeep kami dan grup pertama sempat berhenti sejenak untuk istirahat. Lega banget rasanya saat dikasih jeda untuk istirahat. Jujur, gue sudah pernah empat kali off road, tapi rute yang ada di Nglinggo ini bikin jantung cekat cekot. Kalian pernah naik halilintar di Dufan? Kurang lebih seperti itulah rasanya. Eh ini lebih seram malah menurut gue. Karena kalau di Dufan kan kita sudah tahu tracknya di depan seperti apa, nah ini tidak tahu sama sekali. Blank. Kayak si Buta dari goa hantu lagi nerobos hutan.

Di sela-sela waktu istirahat itu, kami juga gunakan untuk foto-foto. Di saat itulah gue baru tersadar.

“Hutan pinusnya mana, ya?”, tanya pada sopir jeep.
“Itu tadi kita udah lewatin, mbak”, jawabnya.

Kapan lewatinnya dah? Apa beneran sudah kelewatan dan gue benar-benar gak menyadarinya saking teralihkan oleh sensasi ngilu dan seram saat off road tadi? Beberapa kali memang gue menutup mata, sih. Soalnya gak kuat lihat jalanan ekstrim banget. Mungkin kalau diukur ada kali 60 derajat kemiringannya.

rute jeep di nglinggo kulon progo

Ayo, kita lanjut lagi! Sudah mulai gerimis”, ajak Mas Miki yang pegang kemudi di jeep grup pertama.

Ya Allah... baru juga napas.

Kami segera kembali ke posisi semula. Jeep mulai jalan lagi. Tidak jauh dari tempat istirahat tadi, ada sebongkah batu besar sekali di sebelah kanan jalan. Saat jeep pertama melintas, terlihat jeep grup pertama dan seisinya juga ikut miring banget ke sisi kiri. Gue jadi mikir, kalau nanti jeep kami melewati batu itu, kasihan Dwi. Pasti tertimpa tubuh gue plus Alid pula. Fyi, ukuran tubuh Dwi itu paling kecil diantara kami bertiga. Alid saja yang badannya lebih besar dari Dwi, teriak-teriak mulu tiap kali ketimpa gue, gimana Dwi nanti.

Akhirnya gue jongkok. Maksudnya supaya tidak ada lagi yang tertimpa tubuh gempal ini. Eh Dwi malah ikutan jongkok, sementara Alid tetap berdiri. Posisi jongkok gue gak nyaman banget, karena permukaannya tidak rata. Gue lupa apa, pokoknya seperti tangki jeep gitu.

Begitu sopir jeep menginjak gas saat mau melewati batu besar tersebut, benar saja, semua orang yang ada di jeep terhentak ke kiri. Saking miringnya posisi jeep, gue pun tidak bisa mengelak dari runtuhan tubuh Alid. Semua badan ikut miring ke kiri. Sumpah ini miringnya parah banget. Semua teriak histeris. Tiba-tiba.. kreeeeeeeeek.

rute jeep di nglinggo kulon progo

Oh my Gosh!

Gue merasakan ada sesuatu yang gak beres. Celana gue tersangkut ke mur yang gue duduki. Sebentar, tadi suara krek itu apa ya. Gue mencoba meraba bagian *maaf* pantat, meskipun susah banget karena luar biasa hebat goncangan jeep saat itu. Benar saja dugaan gue.

YA ALLAAAAH ROBEKKKKK... CELANA GUE ROBEEEEKKK...

T.T

:(((((((((((((((

Gue teriak-teriak kasih pengumuman bahwa celana gue baru saja robek tapi gak ada satupun yang ngeh di jeep itu. Semua sibuk menyelamatkan nyawa masing-masing di tengah-tengah guncangan. Gue langsung berdiri dan minta tolong Dwi untuk melihat kondisi celana di bagian pantat tersebut.

"Mbak Dwi, coba tolong lihatin deh, kayaknya robek ini", pinta gue dengan nada panik campur kebingungan.

Dwi langsung mengecek kondisi celana gue. Mungkin karena pembawaan keseharian Dwi yang santai, jadi saat memberitahu kondisi celana gue pun ya santai saja, gitu. "Oh iya, robek mbak". T.T

rute jeep di nglinggo kulon progo
Detik-detik tragedi. Lihat kan gue sama Dwi duduk ketimpa Alid. Source: Jejakbocahilang

Gue panik sejadi-jadinya. Sudah gak mikirin lagi pegangan jeep hanya dengan satu tangan, karena yang satu tangannya lagi sibuk membenarkan posisi baju agar menutupi bagian celana yang robek. Sementara Alid juga masih sibuk teriak-teriak lagi pembukaan 10.

Sementara itu, saat gue lagi sibuk menutupi bagian celana yang robek, sandal jepit gue ikutan putus donk!!!

Ya Allah... cobaan apalagi ini???

Untungnya, jeep sudah putar balik dan mengarah kembali ke tempat awal kami berangkat. Gue bingung banget sepanjang perjalanan balik. Kalau berdiri, bakal kelihatan banget robekannya. Sementara kalau duduk, ngeri takut tambah lebar robeknya. Simalakama!

Doa gue sepanjang perjalanan hanya :
"Ya Allah, gak apa-apa deh kalau hamba kehujanan sekarang, tapi berilah mukjizat gimana caranya ini celana gak jadi robek, atau setidaknya jangan sampai ada yang lihat".

"Jangan kebanyakan ngareppp". Sepertinya itulah jawaban Tuhan.

tragedi di nglinggo
Ini pas gue lagi lari nutupin pantat pakai jas hujan

Begitu sampai ke halaman parkir Rimbono Homestay, gue langsung bilang ke teman-teman satu jeep. "Eh jangan pada turun dulu, ini celananya robek". Maksudnya kan biar gue dulu yang turun, dan lari ke mobil elf untuk ambil celana cadangan yang harusnya gue pakai keesokan hari.

Lah si Alid malah ikutan panik. Dia gak turun duluan, sih, tapi langsung teriak ke rombongan sirkus di jeep pertama.

"Ehhh jangan turun dulu... jangan ke sini... pantatnya robek... celananya robek!!!".

Bukannya mencegah mereka yang ada di jeep pertama untuk turun, malah mengundang untuk melihat dan semakin mendekat penasaran. Buktinya Hanif yang pertama turun dari jeep, langsung lari ke arah belakang jeep kedua. Dia kepo banget mau lihat celana robek.

Bangke lah..

Gue yang sedari tadi masih dalam posisi berdiri, sontak teriak dan duduk panik ketakutan. Lah ya masa celana robek jadi tontonan khalayak ramai. MALUUUU WOII...

Begitu teman-teman tahu kalau ternyata korban celana robek adalah gue, bukan Alid, malah semakin menjadi-jadi ketawanya. Aya melempar jas hujan untuk menutupi bagian yang robek. Bodohnya lagi, bukannya gue pakai, malah hanya dibebet di sekitar pinggul, lalu lari ke arah mobil elf, mau mengambil celana cadangan. Sampai gue masuk ke dalam rumah pun, mereka masih belum berhenti tertawa.

"Aku pikir celananya Mas Alid yang sowek, ternyata Mbak Rizka, toh", kata Hanif.

Tanpa meladeni ledekan mereka, gue langsung ngacir mencari letak toilet ditemani Halim. Dia pun masih berusaha menahan tawa saat menemani gue ke toilet. Dia juga sempat bertanya, "Kok bisa?". Ya embuuuh...!

rute jeep di nglinggo kulon progo

Saat kembali setelah ganti celana, ternyata teman-teman yang lain sedang makan sajian yang disuguhkan tuan rumah. Tapi begitu melihat gue yang sudah pakai celana baru, mereka ketawa lagi. Lah kaga abis-abis.. Padahal ini musibah loh
 -_-"

Mereka sudah asyik makan enak, gue masih gelagapan mengatur napas. Mungkin karena kasihan melihat nasib gue yang 'begini amat', Rifqy menyodorkan sandal jepitnya yang tidak terpakai. "Nih, mbak. Pakai ini dulu". Gak lama kemudian Alid menawarkan sandal jepitnya juga. Habis puas menertawakan penderitaan gue, sekarang berbondong-bondong menyodorkan uluran tangan. Sekalian saja nanti bikin spanduk yang tulisannya Salurkan bantuan Anda. Jangan lupa pakai hashtag #SandalUntukRizka #CelanaUntukRizka

Setelah melalui semua cobaan tadi, gue baru sadar, apa gunanya dari pagi-pagi sibuk milah-milih pakaian sama Dwi? Boro-boro foto cantik di kebun teh pakai topi ala-ala, di semua foto saja gak ada muka gue yang posenya layak diupload di instagram. Ada yang lagi teriak lah, yang mukanya tertutup rambut, muka lagi meringis lah. Harga diri sudah habis tercecer di atas tanah merah, satu foto cantik pun gak ada.


desa wisata nglinggo

Sebenarnya seru banget sih off road di Nglinggo. Adrenalin betul-betul diajak naik turun. Berhubung ekspektasi awalnya gue pikir hanya foto-foto cantik di kebun teh, ternyata ada atraksi off road yang seru, jadi bawaannya sepanjang perjalanan masih terbawa kaget, gitu. 

Anyway, buat yang tertarik untuk mencoba sensasi nyer-nyeran selama off road di Nglinggo, berikut daftar harga paketnya.
  • Offroad jip dengan track pendek: 350k
  • Offroad jip dengan track sedang: 450k
  • Offroad jip dengan track panjang: 600k
  • Offroad dan paket camping: 1.5 jt

Kalau mau mencoba off road di Nglinggo, sebaiknya persiapkan nyali dan fisik dulu, ya. Jangan lupa pakai celana yang anti sobek dan sandal atau sepatu yang kuat. Bagi yang gak kuat jantung dan sedang mengandung, lebih baik jangan coba-coba, deh. Bahaya kalau brojol di tengah hutan. Nanti mau kasih nama anaknya apa? Nglinggo Wati?

Semoga tragedi ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi rakyat Indonesia di masa depan. Selamat histeria!


*Foto-foto di atas sebagian besar diambil dari Insanwisata



Desa Wisata Nglinggo
Alamat: JL. Dekso - Plono, Kelurahan Pagerhajo
Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
CP: 0822262283

 
FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com

You May Also Like

25 komentar

  1. Bwahahahahahahahahahahahahahahahahahahhaahaha perutku krammm ketawa ngakak. Ngahahahaha *sekian 😂😂😂

    ReplyDelete
  2. Ketawa terus ga berhenti-hentiii pas baca ini ya Allah :')
    tragedi harga diri yang terkoyak pulaaa judulnya :DDD

    ReplyDelete
  3. Pas Ekplor Deswita Malang juga pangeran Jombang itu teriak-teriak keguguran lagi pas naik jeep, -_-

    ReplyDelete
  4. Njir ini tulisan bikin ngakak terpingkal-pingkal pagi hari. Mbak Raisa dipastikan akan syuting di lokasi tersebut sambil nyanyiin single barunya berjudul "Antara Harga Dirimu dan Kandunganku", duet ama Ariana Grande. Hahahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tersedia di website store bajakan terdekat anda..

      Delete
  5. namaku disebut2 sebagai pelaku pertama yang kepo sama pantat sowek. sialan.
    Hahha. dramamu lengkap banget Mba. Sumpah, kamu pertama kan polos banget ya. ga kenal kita semua, malah jadi bahan ketawaan di akhir acara. Pie rasane? Hahaha.
    Pantat sowek, sendal jepat, ga jadi foto alan2 Syahrini wis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pie rasane? bagai jatuh tertimpa tangga trus kelindes sepeda..... ---_____________---

      Delete
  6. Sebenarnya aku mau bantu loh, bantu motretin celana yang sobek kaakkakakakakka.

    ReplyDelete
  7. Cakep tulisannya, berkarakter. Dinamis pula, berkat celana robek semuanya jadi berkesan. Btw, kalau dari stasiun tugu desa Nglinggo ini apa jauh banget ya? Ada kendaraan umum tak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh, mas. Sejam kalo gak salah. Kendaraan umum? Sebentar... *nanya dulu ama mas Sitam*

      Delete
  8. hahaha...serunyaaa....pengalaman banget ya jadinya. Gw jg pernah ada kejadian serupa dan sepanjang perjalanan tarik2 baju atasan supaya robeknya ga kelihatan. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. sakitnya sih gak seberapa ya, tapi menanggung malunya gak abis-abis.

      Delete
  9. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAAHHAAAAAA.. Gak berhenti ngakak-ngakak aku mbaaak. Apalagi membayangkan mbak Rizka nutupin celana yang robek HAHAHAHAHA. Ya Allah, maafkan kami yang tertawa atas musibah ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku maapkan... sebab, gak ada yang lebih kejam daripada orang-orang yang ngetawain langsung di tkp :))

      Delete
  10. HAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAA


    NUMPANG KETAWA AJAAAAAAA

    ReplyDelete
  11. Jalurnya sangat menantang. Di kampung saya Sumbawa, ada satu kampung yang jalurnya lebih menantang dari ini ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaaah... saya belum pernah ke Sumbawa, mas. Semoga bisa main-main ke sana ya.

      Delete
  12. Naik jeepnya seru amat ,sampai gencet-kegencet begitu. Seru teriakannya, bikin telinga pecah pastinya :D
    Celana yang sobek kenapa tidak diphoto zoom biar lebih jelas gitu.

    ReplyDelete

INSTAGRAM @miss_nidy

Country I have visited