Panduan Membeli Tiket Willer Bus di Jepang

7:12 PM

willer express bus review

Pertama kali gue mengetahui tentang Willer Express Bus itu dari teman gue, Ayu. Sewaktu dia travelling ke Jepang pada tahun 2015, dia sempat menceritakan tentang pilihan transportasi ini. Selain karena ongkosnya yang jauh lebih hemat ketimbang beli tiket kereta antar kota, gue juga mau memangkas biaya penginapan. Lumayan kan naik bus malam yang durasinya tujuh hingga delapan jam perjalanan bisa dipakai tidur selama di bus. Penasaran nggak kayak apa pengalaman gue selama tiga kali naik overnight bus dari Willer Express Bus?

Ada yang sudah baca tulisan gue tentang mengapa gue nggak beli JRPass belum? Ketika mendengar kata ‘bus malam’, pikiran gue langsung melayang ke bus-bus malam antar kota ala Indonesia. Ada toilet yang kondisinya memprihatinkan, berhenti di rest area untuk makan ala anak asrama (lauk pauk sudah ditentukan), dan cara menyetir sopirnya yang ugal-ugalan. Sebelum gue bahas lebih lanjut mengenai overnight bus dari Willer Express Bus, sebaiknya buang jauh-jauh dulu pikiran seperti itu.

Untuk memesan tiket, lebih baik secara online saja di websitenya. Meskipun websitenya menurut gue kurang user friendly. Namun kalau beli tiket secara langsung, bakal lebih repot karena kalian harus ke kantor resminya dan lokasinya itu nggak banyak. Di tempat pemberhentian busnya saja belum tentu ada kantor resminya, kayak hanya sekedar halte di pinggir jalan gitu doank. [Foto halte-haltenya ada di bawah]

Cara Memesan Tiket Willer Express Bus

Log in ke websitenya. Dianjurkan untuk buat account terlebih dulu di websitenya agar lebih mudah dalam mengubah pesanan atau mencetak kembali tiketnya jika diperlukan. Setelah verified, langsung saja ke menu pemesanan seperti foto di bawah ini.

panduan membeli tiket willer bus di jepang

Pada kolom pemesanan ini. Isi kota asal dan tujuan. Lalu pilih tanggal dan jumlah penumpang. Uniknya, di Jepang itu pembagian kursi penumpang berdasarkan gender. Jadi kalau kalian pergi dengan teman-teman perempuan semua, bakal ditempatkan di bagian belakang bus. Sementara laki-laki di depan. Kalau perginya bareng pasangan, di tengah-tengah. Mereka bakal mengacak system penomeran kursi ini. Jadi kita nggak bisa pilih mau di bangku nomer berapa. Lalu klik ‘Search’.

panduan membeli tiket willer bus di jepang


Setelah beralih ke halaman selanjutnya. Pencarian bisa dilakukan lebih spesifik lagi. Misalkan kalian mau naik bus malam, jangan lupa centang kolom ‘night bus’. Klik ‘advance search’

panduan membeli tiket willer bus di jepang


Jika sudah, nanti akan muncul pilihan bus-bus berbagai tipe kelas. Hal yang harus kalian perhatikan sebelum memilih bus adalah tipe kursi, jam keberangkatan, dan titik keberangkatan. Kalian harus cari tahu terlebih dahulu terminal atau halte keberangkatan mana saja yang terdekat. Kalau di Tokyo, gue memilih Shinjuku Expressway Bus Terminal. Klik ‘select’.

panduan membeli tiket willer bus di jepang

panduan membeli tiket willer bus di jepang

Di halaman selanjutnya, kalian harus memilih titik keberangkatan dan kedatangan. Di sini gue pilih titik keberangkatan di Shinjuku Expressway Bus Terminal dan akan tiba di Gion Shijyo Station. Lalu pilih ‘next’

panduan membeli tiket willer bus di jepang


Di tahap selanjutnya hanya ada opsi tambahan, seperti mandi di pemandian air panas sebelum berangkat, foto studio. Menurut gue opsi ini kurang berfaedah, jadi lebih baik langsung klik ‘forward without options’.

panduan membeli tiket willer bus di jepang


Kalian akan diberikan dua pilihan, mau yang normal plan atau ‘a last row seat guaranteed’. Gue pilih yang kedua. Jangan lupa cek terlebih dahulu detail pemesanan kalian. Scroll ke bawah untuk mengetahui total biaya yang harus kalian bayar. Kemudian pilih ‘add to shoping cart’.

panduan membeli tiket willer bus di jepang


Di shopping cart ini kalian bisa mengecek kembali pesanan kalian. Pastikan semua benar, ya. Lanjutkan ke tahap berikutnya.

panduan membeli tiket willer bus di jepang

Isi data diri kalian dengan benar. Di sini kita diminta mengisi nomer telepon lokal di Jepang. Isi saja dengan nomer telepon penginapan.


panduan membeli tiket willer bus di jepang


Di tahap pembayaran, ada dua metode pembayaran yang bisa kalian pilih. Pertama dengan kartu kredit, kedua dengan pembayaran langsung di minimarket yang ada di Jepang. Karena gue membeli tiketnya sejak di Indonesia, jadi gue pilih opsi pertama.

Jika pembayaran berhasil, kalian akan menerima email konfirmasi pembelian tiket. Email itulah yang harus kalian tunjukkan ke kondektur atau supir bus sesaat sebelum kalian naik bus nanti. Jadi disimpan ya jangan sampai hilang.


Review Willer Express Bus

Pada trip ke Jepang kali ini, gue menggunakan Willer Express Bus sebanyak tiga kali. Rutenya yaitu Tokyo – Kyoto, Osaka (USJ) – Toyama, dan Nagano – Tokyo. Overall semua bus-bus yang gue naiki itu punya kualitas yang sama.

Sebelum naik bus, supir atau kondektur bus akan menanyakan tiket bus yang kita miliki. Tiketnya hanya berupa isi email kok, nggak dalam format PDF terlampir di email gitu. Kalian juga bisa menunjukkan emailnya langsung dari layar handphone. Jika sudah dikonfirmasi oleh supir, maka akan langsung keluar nomer kursinya.

pengalaman naik bus malam di jepang
pengalaman naik willer bus
pengalaman naik willer bus di jepang
pengalaman naik willer bus di jepang

Antara area supir dan penumpang disekat oleh tirai tebal. Bus-bus yang gue naiki ini semuanya tipe ‘Relax’ seat. Kursinya terbagi menjadi 2-2 di sisi kanan dan kiri. Joknya berwarna pink dengan ‘tudung saji’ atau penutup kepala yang bisa kita gunakan saat tidur. Barangkali kalian tidurnya mangap jadi nggak kelihatan orang-orang atau misalkan kalian tidurnya ngiler jadi nggak dilalerin. 


overnight bus by willer bus in japan review

Kursinya bisa di-recline hingga 140 derajat.  Masing-masing kursi memiliki lebar 44 cm. Senderan kakinya bisa dinaikin juga. Jadi posisi tidur bakal nyaman banget. Tiap penumpang dapat selimut dan bantal leher yang sudah terpasang di kursi. Ada satu colokan listrik di pojokan. Karena cuma satu, jadi harus gantian deh dengan teman di sebelah. Di bagian pegangan kursinya ada tempat menyimpan botol minuman juga. 

Sejujurnya, gue termasuk tipe orang yang susah tidur di bus atau kereta. Kalau naik transportasi apapun, kalau nggak minum antimo pasti susah tidur. Nah, tiga kali gue naik Willer bus ini, gue nggak ada kesulitan untuk tidur sama sekali. Nyenyak banget! Apalagi cara menyetir pengemudinya juga bagus banget, halus, dan nggak ugal-ugalan. Makanya gue bisa tidur dengan nyenyak.


overnight bus by willer bus in japan review
Halte bus khusus Willer bus di Gion Shijo Kyoto
overnight bus by willer bus in japan review
Halte bus khusus Willer bus di depan Nagano Station

willer express bus review
Terminal bus di Universal Studio Japan Osaka

shinjuku expressway bus terminal
Shinjuku Expressway Bus Terminal

Selama berada di dalam bus, penumpang dilarang menggunakan handphone. Kalau pun terpaksa menggunakan, usahakan dikecilkan tingkat brightness layarnya dan pakai headset. Kita juga nggak diperbolehkan ngobrol dengan suara kencang. Karena hal tersebut bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain yang hendak beristirahat. Oh iya, satu hal yang harus kalian biasakan sebelum me-recline posisi kursi. Kalian harus menengok dulu ke belakang, minta izin bahwa kalian mau mengubah posisi kursinya. Setelah dapat respon dari penumpang yang ada di belakang, barulah kalian bisa me-recline kursinya. Ini juga salah satu etika yang harus kalian biasakan di transportasi apapun ya, apalagi di Jepang.

Selama perjalanan sekitar tujuh jam, bus hanya berhenti sekali. Dari yang gue perhatikan, nggak ada penumpang yang turun sama sekali untuk buang air. Entah memang nggak diperbolehkan atau memang kebetulan saja nggak ada penumpang yang keluar bus. Jadi sebelum naik bus, lebih baik kalian menuntaskan terlebih dahulu hasrat buang air kecil, apalagi besar. Karena nggak tersedia toilet di dalam bus dan bus nggak bakal sering berhenti demi ketepatan waktu. Nggak mungkin kan selama tujuh jam pegang batu terus menerus demi nahan boker, apalagi kalau keceplosan cepirit.

Semoga review dan panduan dalam membeli tiket Willer Express Bus ini bisa membantu kalian yang sedang berencana travelling ke Jepang. Have fun!




FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com

You Might Also Like

8 komentar

  1. Halo, makasih ya reviewnya! Aku mau tanya, maksudnya pilih last row seat guaranteed itu gimana ya? Makasih 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesungguhnya aku pun kurang paham soal yang ini, tapi aku coba jabarin apa yang aku tangkap ya. Misalkan kamu perginya bareng sama teman-teman berempat terus pilih option itu, nanti bakal ditempatkan di kursi yang sejejer meskipun bus penuh saat itu. Harganya sudah fix segitu dan ada tulisan 'luggage check in available', sementara yang normal plan nggak ada. (CMIIW)

      Delete
  2. tiket dan reservasi online : perfect
    maemnya enak : excellent
    on time : mau banget

    nah, sopirnya ugal - ugalan saya sih masih tahan..
    saya kalo udah naik bus, setengah jam kemudian pas nguap nguap

    yang paling penting lagi nih, kalo ditutupin kayak gitu, saya jamin 100%, saya bakal mabok.. hahaha..

    karena untuk melawan mabuk, satu2nya cara yang saya pake adalah melihat ke depan, ke jalan.. jadi ngerasa kayak ikut nyupirin bus.. hehehe

    kakve-santi(dot)blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap orang beda-beda sih memang. Kalau aku begitu tahu supirnya bagus cara menyetirnya, nggak ugal-ugalan, nah baru bisa tidur nyenyak. Karena jaminan keselamatan penumpang ada di supir. Jadi tenang tidurnya :D

      Delete
  3. udah syar'i gitu ya jepang, cowo dan cewe duduknya dipisah hihi...

    unik banget, baru kali liat bus ada tutup kepala gitu di masing2 kursinya,, cocok nih buat aku yg suka mangap kalau tidur di bus wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat datang di genk #AntiMangapMangapClup :))

      Delete
  4. (((tudung saji)))
    Itu amat berfaedah supaya terhindar dari teman yang usil fotoin kita saat pulas tidur dalam kondisi mulut ternganga lebar. Sama, kak, gue juga biasanya nggak bisa tidur di dalam perjalanan kecuali udah ngantuuukkk banget.

    Baru tau selama naik bus ini nggak boleh nyalain handphone, bakal boring nih kalo nggak bisa tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nggak urgent, disarankan nggak usah main hp. Gitu sih yang gue tangkap. Mereka strict & menghargai privacy orang banget soalnya.

      Delete

Hai!!
Terima kasih telah membaca blog Nidyholic.
Feel free to leave a comment. Budayakan membaca, ya. Jika ada komen yang informasinya sudah jelas tertulis di artikel dan menggunakan profile Anonymous, akan dianggap SPAM.
Have a good day!

Get FREE $30 From Airbnb

Copyright

If you wish to use my photos and/or text, please contact me via email (miss_nidy@yahoo.com) for my permission or at least put a credit at the end of your post by linking back to my blog.
Thank you very much for your kindly appreciation.

Miss Nidy's Friends

Instagram

Subscribe

Join Our Newsletter

Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!

We Respect Your Privacy | Get This Widget