Pro dan Kontra Hingga Cara Mendapatkan Penginapan Gratis di Airbnb

5:40 PM

Airbnb Santorini
airbnb di Santorini

"Bagus ya foto penginapannya!". Ini adalah salah satu alasan kenapa gue suka booking penginapan via Airbnb.

Beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali situs booking online penginapan yang bermunculan. Sebut saja Agoda(dot)com, Booking(dot)com, Traveloka(dot)com, hostelworld(dot)com, RedDoorz(dot)com dan masih banyak lagi. Tapi ternyata belum banyak yang tahu tentang Airbnb. Mungkin sudah pernah dengar, tapi masih sedikit yang sudah mencoba. Setidaknya beberapa orang yang gue kenal, masih ada yang asing ketika mendengar nama Airbnb. Situs booking penginapan online ini belum se-terkenal pendahulunya, karena memang agak sedikit berbeda.

Kalau beberapa situs yang sudah gue sebutkan di atas menyediakan penginapan berupa hotel dan hostel, Airbnb menyediakan akomodasi berupa rumah tinggal, kamar pribadi, maupun apartment. Jadi misalkan kalian punya properti nganggur, seperti rumah kosong, apartment kosong, dan juga kamar kosong di rumah, bisa disewakan melalui Airbnb ini. Ya hitung-hitung bisa menghasilkan daripada itu rumah jadi angker gara-gara kelamaan kosong, mendingan dijadiin duit saja.

Selaku pencari akomodasi yang serba on budget, gue seringkali bosan tinggal di hotel berhari-hari yang gak ada fasilitas dapurnya. Kalau ada dapurnya kan lumayan bisa masak dan menghemat pengeluaran makan. Menginap di hostel juga gak kalah membosankan. Memang harga per orang di hostel terbilang murah, tapi tingkat privacy yang sangat minim juga membuat gue risih. Bagi orang-orang yang menyukai tingkat privacy cukup tinggi seperti gue, pasti bisa merasakan apa yang gue rasakan. Gak boleh berisik, bukan hanya dalam hal berisik pas ngobrol, bahkan suara kantong kresek pas lagi packing saja bisa buat penghuni kamar lain ikut terganggu. Belum lagi kalau mau kentut harus ditahan-tahan, nunggu sepi dulu baru bisa dihempaskan. T.T

pengalaman menginap di airbnb
Airbnb di Paris

Nah bermula dari ketidaknyamanan tersebut, dan hasil dari blogwalking beberapa travel blogger luar negeri, akhirnya gue mencoba booking penginapan melalui airbnb.
Pengalaman gue menggunakan airbnb mungkin belum banyak, tapi dari beberapa yang sudah pernah gue rasakan memang pilihan akomodasi yang ditawarkan Airbnb sangat menarik. Sudah jelas, ketersediaan fasilitas dapur, kenyamanan, dan privacy merupakan alasan kuat kenapa gue memilih airbnb. Maklum, kalau di negeri orang, gue lebih suka masak sendiri ketimbang jajan di luar yang gak jelas bahan-bahannya terbuat dari apa. Oh iya, ditambah lagi, banyak properti yang ada di Airbnb itu lucu-lucu bentuknya.

Setelah beberapa kali menggunakan jasa Airbnb sebagai akomodasi saat travelling, gue bisa menyimpulkan kelemahan dan kelebihan dari Airbnb.


Pros

(+) Plihan akomodasi beragam
(+) Kredit poin (discount) lumayan banyak untuk first timer
(+) Detail yang tertera di iklan sudah cukup jelas
(+) Tingkat akurasi dengan foto yang ditampilkan bisa dipercaya
(+) Tingkat privacy cukup tinggi
(+) Cocok untuk travelling in group


Cons

(-) Pilihan pembayaran hanya menerima kartu berlogo visa & mastercard, belum bisa transfer antar bank
(-) Kadang ada kendala saat proses check in
(-) Karena bukan di bawah naungan manajemen hotel, tamu harus maklum kalau pelayanan gak se-profesional pelayanan hotel.



airbnb di Rome

Sedikit cerita mengenai kekurangan Airbnb yang pernah gue rasakan. Saat gue mau check-in di salah satu apartment di Singapore, yang gue booking lewat Airbnb, gue dan teman-teman terlunta-lunta hingga setengah jam berada di depan gerbang gedung apartment jam 11 malam. Kondisinya saat itu gue hanya dikirimkan kode password pintu unit apartmentnya saja. Sementara untuk masuk ke dalam gedung, tamu atau penghuni butuh menempelkan kunci ke mesin sensor di depan gerbang. Gue sudah mencoba menghubungi pemilik properti, tapi lama sekali direspon. Sekalinya direspon, dia cuma jawab, "Nanti kalau ada orang yang masuk, kalian ikut (ngintilin) aja". Lah, bisa macam boboho yang mau masuk studio bioskop, nempel ke orang lain saat jalan menuju bioskop, gak tahunya itu orang cleaning service bioskop. -_-

Lain halnya pengalaman salah satu teman gue yang pernah pakai jasa Airbnb untuk menginap selama trip ke Eropa. Rumah yang dia sewa, berbau apek. Gak ada pengharum ruangan ala kamar hotel, dan semua serba dilakukan sendiri, misalnya membawa koper dari lantai satu ke lantai 3. Hal yang perlu diingat sekali lagi adalah bahwa properti yang ditawarkan Airbnb gak sama dengan hotel. Jadi mau gak mau, memang tamu yang harus maklum.



Hal-hal seperti itu sebaiknya sudah kalian perkirakan sebelum booking akomodasi melalui Airbnb atau saat kalian belum sampai di tujuan, agar rencana jalan-jalan gak terbengkalai hanya karena kelamaan menunggu pintu dibuka. Jadi berasa pulang kemalaman abis main sama teman, terus gak dibukain pintu ama Bapake.


airbnb bangkok
airbnb di Bangkok


Lalu kenapa masih juga mencari akomodasi penginapan di Airbnb kalau sudah tahu begitu?

Well, kejadian seperti itu hanya terjadi sekali dari lima kali gue booking penginapan via airbnb. Masih bisa ditoleransi, lah. 4 dari 5 pengalaman yang pernah gue jalani, selalu berkesan baik. Sewaktu di Seoul, ketemu dengan host yang memperlakukan gue seperti keluarga. Saat di Bangkok, dapat unit condominium yang super kece dengan harga murah, hostnya pun baik banget. Pas di Jogja pun, juga berasa lagi menginap di rumah saudara jauh. Hostnya super duper baik. Apalagi banyak akomodasi lucu yang bikin gue ngiler di Airbnb. Jadi belum ada alasan untuk kapok memesan penginapan di Airbnb.

Sebelum menetapkan hati pada pilihan properti yang ada di Airbnb, sebaiknya jangan lupa mengecek ulang segala hal penting ,  seperti berikut:
  • Setelah memasukkan nama kota, tanggal check-in dan check-out, serta jumlah orang yang akan menginap, jangan lupa untuk mengisi kolom filter agar hasil pencarian lebih spesifik lagi. Misalnya, pilih fasilitas yang kalian inginkan, apakah tersedia dapur, wifi, atau kolam renang.
  • Periksa lokasi penginapan yang kalian pilih. Apakah jauh dari akses transportasi umum atau gak. Jangan malas googling dan cek google maps. Ini dia salah satu kesulitan saat booking penginapan di airbnb, karena gak diberikan alamat spesifik. Hanya daerah lingkungannya saja, karena untuk menjaga keamanan pemilik properti juga. Apalagi yang menyewakan rumah pribadinya. Setelah done payment, baru akan diberikan alamat lengkap. Jadi di sini pintar-pintarnya kalian saja memperkirakan alamatnya di google maps.
  • Perhatikan baik-baik peraturan yang diterapkan oleh pemilik properti, seperti apakah boleh merokok di dalam ruangan, apakah boleh membawa hewan piaraan, jam check in dan check out, dan yang paling penting apakah ada biaya jaminan atau deposito refundable. Biaya jaminan ini akan dicharge jika kalian merusak atau menghilangkan barang-barang yang ada di dalam penginapan. Tentunya jika gak ada kerusakan atau kehilangan, biaya tersebut akan dikembalikan ke limit CC lagi.
  • Cek juga biaya tambahan yang diberlakukan pemilik properti. Biasanya akan ada biaya tambahan berupa biaya kebersihan. Kadang ada juga properti yang men-charge biaya kebersihan kelewat mahal sih menurut gue
  • Banyak properti yang lokasinya berada di gedung tinggi, tapi gak mempunyai lift. Meskipun hanya berlantai 3, toh gak semua orang bersedia kan naik turun tangga setiap hari. Jadi jangan lupa cek, kalau gak disebutkan di deskripsinya, lebih baik kirim direct message ke ownernya. Tanyakan lebih lanjut tentang hal-hal yang sangat ingin kalian tanyakan sebelum reservasi.



airbnb di Bali

Anyway, sudah pada baca kan pengalaman gue menginap di properti Airbnb yang ada di Bangkok dengan menggunakan kredit refferal dari Airbnb? Biaya yang seharusnya dibayarkan itu 1,500k IDR, tapi gue cuma bayar 500k IDR aja donk berkat kredit refferal. Cuan banyak, cyin!

Apartment yang gue sewa di Singapore malah lebih asyik lagi. Harga sewa per malam yang kurang lebih sebesar 1,600k IDR itu gak dibebankan sama sekali ke gue, alias GRATIS. Berkat kredit referral juga donk pastinya! Tahu sendiri lah ya properti di Singapore tuh serba mahal, kalau bisa menginap gratis ya itu namanya rejeki anak solehah. :p

Sampai sekarang kredit referral gue masih banyak dan sengaja gue keep buat liburan selanjutnya.

By the way, mau tahu gak bagaimana tips dan caranya supaya bisa dapat kredit referral sebanyak itu? Nih, gue bocorin rahasianya. Tapi sebelum memulai, pastikan kalian sudah terdaftar di account Airbnb, ya. Sign Up dulu di sini.

Invite Your Friends

Nah, di Airbnb itu ada program referral atau member get member. Artinya, setiap kalian berhasil mengajak satu orang teman, maka kalian akan mendapat kredit poin sebesar 181k IDR, mungkin kalau dikonversi ke dalam USD jadi sekitar $15. Lalu, setiap teman yang berhasil booking akomodasi via airbnb, mereka juga akan mendapatkan discount sebesar $25 untuk pemakaian pertamanya. So, who doesn't love a win-win solution?

Mekanismenya, poin akan masuk ke account kalian, begitu ada teman yang selesai check out dari penginapan yang dia booking di airbnb melalui link referral dari kalian. Simple!


Masuk ke menu 'Undang Teman', masukkan semua email teman-teman kalian. Tapi menurut gue cara ini kurang efektif, karena begitu teman kalian menerima email invitation ini, kebanyakan dari mereka pasti akan beranggapan bahwa ini adalah email spam. Believe me, 85% of them will ignore it. Karena gak semua orang yang kalian kirimi email invitation ini sedang membutuhkan akomodasi. Tapi gak ada salahnya mencoba, kan? Saran gue, setelah mengirim email invitaion ini, beri tahu mereka lewat pesan singkat. Misalnya, "Eh, Son, gue habis ngirim email diskonan airbnb. Kalau mau cari penginapan lewat airbnb aja, lumayan ada diskon 350 ribu, tuh". That's it.



Kalian harus jeli melihat berbagai kesempatan. Misalkan salah seorang teman ada yang cerita mau liburan ke suatu tempat, segera tawarkan discount ini. Huehehehe. Ya kan siapa tahu mereka tertarik. Toh sama-sama dapat keuntungan, kan. Jangan lupa kasih tahu plus minusnya kalau booking via Airbnb. Teman kalian berhak tahu.

Lalu ada cara lain, gak? Ya ada, donk!

Share kode referral yang kalian miliki ke semua platform sosial media. Saran gue, jangan asal bagi-bagi kode referral begitu saja. Ceritakan dulu pengalaman kalian selama menggunakan jasa airbnb ini seperti apa. Lebih bagus lagi kalau ada foto-foto kece kalian selama di penginapan.

Gue sering nimbrung di forum-forum backpacker gitu, dan sengaja cari topik yang sedang membahas tentang tempat yang pernah kalian kunjungi ini, lebih bagus lagi kalau kebetulan memang ada yang sedang mencari penginapan. Langsung deh, gue share link blog gue yang bahas tentang review penginapan via airbnb. Lumayan efektif, tuh! Banyak yang berakhir sign up dan booking penginapan.



Kalau kalian memperhatikan widget/banner yang ada di sebelah kanan blog gue ini, ada logo airbnb. Jika kalian click bannernya, maka akan ke-direct ke halaman sign up airbnb. Kalau kalian sign up dengan ngeklik banner tersebut, otomatis voucher sebesar $25 sudah ada di tangan kalian.

Intinya, kalau mau menginap gratis di airbnb, harus sering rajin share referral link tersebut. Karena rejeki itu gak akan datang begitu saja tanpa usaha.  Gue akan senang sekali jika bisa membantu teman-teman yang sedang kebingungan untuk menentukan akomodasi selama liburan. Toh gue sendiri juga sudah merasakan plus minusnya booking penginapan di Airbnb, jadi berani untuk merekomendasikannya kepada orang lain.



Anyway, tulisan ini murni gak dibayar oleh pihak Airbnb atau pihak mana pun, kok. I'm happy to share my experience to all of you. Semoga kalian bisa merasakan menginap gratis juga di salah satu properti kece dari Airbnb. Selamat mencoba!


how to get free stay from airbnb




FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com

You Might Also Like

6 komentar

  1. Saya juga pernah sekali booking pake airbnb di London.. alhamdulillah ga kenapa2..
    tapi temen pernah pake airbnb di Belanda sempet diusir gtu sama hostnya..
    kalo aku pribadi sih lebih prefer nyari hostel via booking.com, lebih safe.. hehe...
    booking.com juga ada yg nawarin apartemen juga kalo ga salah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu kekurangannya memang ada di ownernya sih.
      Btw, memang kenapa temennya sampai diusir pas di Belanda?

      Delete
  2. Another useful article, thanks so much for sharing kak :)
    will be noted!

    Beberapa kali tahu teman (bukan blogger) yg kemana gitu nginap di airbnb, jadinya penasaran. Nah sekarang udah terjawab :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Nida!
      Semoga ada kesempatan nyobain nginep pake airbnb ya. :)

      Delete
  3. Di internet pernah liat sekelibatan berita ada host yg pasang cctv di kamar rumah yg dia sewain lewat airbnb. Pernah baca mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah, sih. Tapi aku memang selalu aware kalau di tempat baru, mau itu hotel, hostel, atau apartment. Jadi begitu sampai, pasti aku cek dulu kondisinya.

      Delete

Recommended Tour in South Korea

trazy.com

Featured Post

FAQ: Winter Trip in South Korea

Sebelumnya gue mau ucapin terima kasih banyak buat yang udah sempatkan untuk mampir di blog ini. Semenjak gue posting mengenai jalan-jal...

Instagram

Subscribe

Join Our Newsletter

Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!

We Respect Your Privacy | Get This Widget