(D.I.Y) Walking Tour di Melaka

5:08 PM

malacca walking tour

Saat gue menulis blog post ini, sudah tepat sebulan setelah gue melakukan perjalanan ke Melaka. Trip ke Melaka ini sebenarnya bukan suatu yang sudah direncanakan sejak awal. Gue membeli tiket berangkat Jakarta – Singapura dan tiket pulang dengan rute Kuala Lumpur – Jakarta. Awalnya, dari Singapura gue berencana langsung menuju Kuala Lumpur. Namun, saat melihat peta dan ternyata Kota Melaka ini bisa disinggahi, gue memutuskan untuk mampir ke sana. Apalagi begitu tahu di Melaka banyak bangunan bersejarah dan spot-spot vintage lainnya, gue langsung mantap untuk bermalam di Melaka selama 2 malam.

Kota tua Melaka menjadi kawasan turis di mana banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang memang sengaja bermalam di sana. Jaraknya yang hanya 148 km dari Kuala Lumpur atau sekitar 2 jam berkendara. Kurang lebih seperti Jakarta – Bandung, deh. Ya bisa sih pulang-pergi dalam sehari, tapi gue rasa bakal capek banget. Gue pribadi, gak rekomen kalau hanya one day trip gitu. Minimal  menginap satu malam, lah.

spot foto di melaka

Karena keterbatasan waktu, gue pun hanya sempat menjelajahi kota tuanya selama setengah hari saja. Sisanya gue habiskan di Klebang dan kebetulan keesokan subuh sudah harus bertolak ke Kuala Lumpur. Kalau dibilang kurang, ya pasti kurang. Banyak banget tempat yang bisa dieksplor dan gue jamin pasti kalian juga bakal suka dengan kota ini.


spot foto di melakaexplor malacca in one day

Gue nggak begitu tahu apakah ada paket walking tour di kota ini, karena gue pun nggak sempat mencari tahu dan teman-teman gue sepakat untuk buat walking tour sendiri saja. Minusnya adalah, gue jadi nggak tahu seluk beluk sejarah yang ada di Kota Melaka. Cuma sekedar keliling, baca sign board, dan foto-foto. Meskipun begitu, nggak kalah menyenangkan kok.


walking tour in malacca

Anyway, mau tahu ada apa saja di Kota tua Melaka yang bisa dikunjungi dalam waktu setengah hari? Nih, gue kasih tahu.

08:00 a.m : Sarapan di The Daily Fix Cafe

daily fix cafe melaka

Kehidupan di Melaka sudah dimulai sejak pagi. Meskipun saat jam 8 pagi gue ke luar hotel masih belum tampak keramaian. Namun beberapa kedai makan dan cafe sudah buka. Pagi itu kami memilih untuk mengisi tenaga sebelum mengeksplor Kota Melaka. Review tentang cafe ini sudah gue tulis disini ya.


9:30 a.m: Jonker Walk Street

jonker walk street in weekday
famous chicken rice ball in malacca
hard rock cafe melaka
walking tour in malacca

Kalau datang pas weekend, jalanan ini akan ditutup untuk kendaraan bermotor dan berbagai macam food street vendor akan memenuhi seluruh jalanan ini. Berhubung gue datang bukan pas weekend, jadi gue nggak bisa menikmati kondisi jalanan yang gue harapkan. Tapi tenang saja, di sepanjang jalan ini banyak terdapat bangunan lucu dan kafe-kafe yang menawarkan berbagai macam makanan lokal, seperti chicken rice ball, coconut milkshake, dan laksa.

  10:00 a.m : Dutch Fort

dutch fort melaka
dutch fort malacca

Lokasinya nggak jauh dari Red Square, tapi gue sengaja skip red square dulu karena toh nanti bakal gue lewati juga saat balik. Dutch Fort ini merupakan salah satu benteng pertahanan Kota Melaka, sisa-sisa peninggalan Portugis. Entahlah apa memang sejak zaman dulu sudah begitu bentuknya atau nggak, untuk ukuran sebuah benteng pertahanan sepertinya terlalu kecil. Mungkin sudah mengalami perombakan sebelumnya. Di sini hanya ada beberapa meriam yang sudah nggak terpakai. Saat berada di sana, kebetulan lagi ada rombongan turis emak-emak dari Tiongkok. Nggak di mana-mana ya, kalau sudah namanya emak-emak berkumpul pasti heboh banget. Mau foto juga keder, soalnya mereka mencar dan jumlahnya banyak banget. T.T


 10:30 a.m : Melaka River

malacca river
hotel casa del rio melaka

Kota Melaka dibelah dua oleh Sungai Melaka. Sebenarnya cara paling asyik menikmati Sungai Melaka yaitu dengan naik river cruise pada sore hingga malam hari. Suasananya romantis banget kalau malam. Sayangnya, keterbatasan waktu nggak memungkinkan gue untuk mencoba serunya naik river cruise. Jadi pagi itu, gue hanya menikmati suasana di pinggir sungai sambil sesekali melihat river cruise yang lewat. Lokasi paling ideal untuk menikmati Sungai Melaka adalah di seberang Hotel Casa Del Rio. Ada beberapa tempat duduk di sana. Once again, I recommend you to come back here at night. :)


10:45 a.m : Samudera Museum

samudera museum melaka

Tampak luar, museum ini bentuknya unik banget. Menyerupai kapal kayu tradisional yang megah banget. Harga tiket masuknya RM 10 atau sekitar 32k IDR. Gue nggak masuk ke dalam karena sayang duit. :D

spot foto di melaka

Foto dari luar saja sebenarnya sudah cukup sih menurut gue, tapi kalau mau masuk juga nggak ada salahnya.


11:00 a.m : Menara Taming Sari

naik menara taming sari

Nggak jauh dari Samudera Museum, ada satu wahana menarik yang sayang banget untuk dilewatkan. Menara setinggi 110 meter ini akan mengajak pengunjung untuk menikmati keindahan Kota Melaka secara 360 derajat. Pengunjung tinggal duduk manis saja mulai dari bawah hingga puncak menara. Seru banget! Sayang saja durasinya terlalu sebentar.


11:50 a.m : Taman Merdeka

taman merdeka melaka

Lokasi ini nggak sengaja masuk ke dalam list. Setelah dari Menara Taming Sari, gue hendak menuju St. Paul's Hills. Mau nggak mau malah mampir di taman ini. Lumayan juga sih, sekalian istirahat sebentar. Ada beberapa permainan ala anak TK, seperti ayunan, enjot-enjotan, dan prosotan. Buat yang masa kecil kurang bahagia, bisa menuntaskannya di sini. Sepi kok, jadi nggak bakal malu, deh. :p

Selain itu, juga ada bekas gerbong kereta yang entah dimanfaatkan jadi apa. Tapi untuk naik ke dalamnya, perlu beli tiket dulu. Gue sih no, ah.


12:10 a.m : Museum Umno

museum umno melaka
lokasi foto di melaka

Tepat di depan museum ini, ada barisan bunga bougenville berwarna pink yang cantik sekali. Setelah gue melihat penampilan museum ini dari luar, ternyata bisa jadi spot lucu buat foto. Langsung deh, gue suruh Ulfa dan Ismi untuk berpose di sana. Gue juga ikutan pose, lah! :D

explore malacca in one day

Terus masuk nggak ke dalam museumnya? Ya nggak, lah. Kan sayang duit. T.T


12:30 a.m : St. Paul's Hills

st paul's hills melaka
top things to do in melaka
bukit st paul
top things to do in malacca
st paul's hills malacca
st paul's church melaka

Perlu sedikit usaha untuk sampai ke bukit ini. Jejeran anak tangga yang tampaknya biasa saja, ternyata lumayan bikin ngos-ngosan begitu sampai di puncaknya. Di bukit ini ada bekas reruntuhan Gereja St. Paul yang dibangun pada tahun 1521.


13:30 a.m : Red Square (Dutch Square)


red square malacca


Karena lokasinya yang strategis dan dilalui banyak kapal perdagangan pada masa Hindia-Belanda, banyak bangunan peninggalan bersejarah yang masih kental terasa. Red Square bisa dikatakan sebagai landmark Kota Melaka, bangunannya yang seperti komplek dengan cat berwarna merah bata ini memang paling diminati para wisatawan yang datang ke Kota Melaka. Kalau mau agak sepi, datanglah saat pagi hari. 

stadthuys melaka
red square melaka

Di Red Square ini, setidaknya terdapat empat bangunan berbeda bekas peninggalan dari empat negara yang pernah singgah di kota ini. The Stadthuys dan Chris Church merupakan peninggalan Belanda, Queen Victoria’s Fountain dari Inggris, Tan Beng Swee Clock Tower dari China, dan Famosa yang agak sedikit mencar di dekat St. Paul’s Hills. Unik banget deh pokoknya!



14:30 : Dataran Persahabatan Malaysia - China

spot foto di melakaone day trip in melaka

spot foto di melaka


Lokasi ini dekat sekali dengan penginapan gue selama di Melaka. Hanya ada batu bertuliskan "Dataran Persahabatan Malaysia - China". Konon taman kecil ini dibuat untuk memperingati 600 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho. Familiar dengan namanya? Berarti kamu mesti ke Semarang dulu untuk tahu siapa doi. :p

Add: Malaka River Cruise at Night

malacca river at night
naik melaka river cruise

As I told you earlier, jika punya waktu hingga malam, sebaiknya cobain naik river cruise di Sungai Melaka. Kalau pun nggak berminat karena kendala budget atau takut masuk angin, coba deh nongkrong di salah satu kafe yang ada di sepanjang pinggir sungai. Gue melakukan hal ini begitu tiba dari Klebang. Jadi, setelah selesai melakukan walking tour hingga pukul 3 sore, gue kembali ke hotel. Lalu melanjutkan perjalanan ke Klebang. Sepulangnya dari Klebang, gue nongkrong di kafe yang kebetulan juga ada di hotel tempat gue menginap. Suasananya mirip di Amsterdam atau Venice lah kurang lebih.

malacca at night]

Lucunya, para penumpang yang ada di dalam river cruise selalu melambaikan tangan ke arah kami tiap kali lewat. Karena lebih dari sekali, akhirnya gue dan teman-teman ikutan dadah-dadah juga ke arah mereka. Menghibur banget! Ketika kaki lagi pegel, nikmatin pizza sambil melihat river cruise yang hilir mudik di hadapan kami. Ditambah lagi pantulan cahaya lampu di air sungai dan alunan lagu raggae dari kafe tetangga, semakin membuat suasana malam itu makin asyik.

walking tour in malacca
Semakin mirip di Amsterdam, kan? :p

Kalau ada kesempatan di lain waktu untuk mengunjungi Malaysia, gue ingin sekali main ke Melaka lagi. Karena mengeksplor kota ini dalam waktu sehari, apalagi cuma setengah hari itu nggak bakal cukup.

Tiap sudut kotanya insta-worthy banget. Ibarat kata nih ya, maju sejengkal saja pasti nemu spot lucu. Udara di Melaka kurang lebih sama seperti di Jakarta. Jadi kenakan pakaian yang ringan dan yang nggak gampang bikin gerah. Apalagi kan mau walking tour.

Semoga postingan kali ini dapat berguna buat teman-teman yang sudah berencana mengunjungi Kota Melaka. Terima kasih sudah mampir. Ciao!

top things to do in malacca
Becak hias kalau di Indonesia kita sebutnya odong-odong kali ya :D

free walking tour in malacca
walking tour di melaka
eksplor kota melaka dalam sehari
Sulis, Ulfa Renbow, Kendall Jenner
heritage building in malacca
travelling to malacca for first time
explore malacca in one day
rute walking tur di melaka
Rute Walking Tour di Melaka


FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE
email: miss_nidy@yahoo.com

You Might Also Like

12 komentar

  1. Haa meskipun malam-malam di Malaka River Cruise tapi di sini ga ada adegan bingung cari jalan pulang ya miss? :p
    Eh fotonya bagus semuaa. Terus entah aku ngrasa warna bajunya bisa nyatuu banget gituuh :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haahahaha Alhamdulillah pas di kota tuanya gak pake nyasar. Sebab ada banyak manusia yang bisa ditanyain, kalau di Klebang gak ada manusianya. T.T
      Bajunya bisa menyatu karena ada adegan "Jadi nanti pake baju apa?", seminggu sebelum berangkat. :))

      Delete
  2. Kakak editnya keren!
    Waah tau gini dulu mampir (akibat dah lelah blogwalking) --
    ada tuh nyampe KL subuh, trus flight besoknya jam 6...kita cuma ngiter di KLCC aja. Sayang banget ya :(

    Aku terpesona! Kakak bisaan banget dapet spot2 dan angle2 yang keren loh xD
    anyway, thanks for the information :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya tuh masih sempat PP ke Melaka ya. Busnya murah lagi KL-Melaka cuma 30 ribuan doank.
      Hahahaha mata kudu jeli banget kalau mau dpt angle bagus.
      Makasih Nida... :*

      Delete
  3. Fotonya cantik-cantik banget siiih Rizkaa... Bikin pengen balik lagi ke Melaka :(
    Setauku dulu (tahun 2015) ada Melaka Tour pakai Melaka Duck, startnya dari Taming Sari. Kita diajak muter-muter kota Melaka sampai ke Masjid Terapung Selat Melaka. Tapi sayangnya, kita gak bisa turun dari mobilnya. Tapi enakan explore kotanya sambil jalan-jalan sih yaa, kadang bisa nemu spot foto yang tersembunyi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Minda... :*
      Iya, aku sempat lihat yang Duck Tour itu pas lagi di Menara Taming Sari. Iya itu dia, bisa bebas berhenti di mana pun buat poto-poto :D

      Delete
  4. Iiiiiiih jam segitu siang-siang kok sepi aja Red Square, biasanya kayak cendol. Bener klo mau sepi datang jam 7an deh. Aku belain bangun pagi demi Red Square yang sepi. Btw kota ini klo siang happening banget tapi klo malam kayak kota mati, sepi hahaha. Masih tetep panas gak sih di Melaka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah itu segitu termasuk sepi ya? :D
      Mungkin karena lagi musim hujan ya, terus weekday pula jadi itungannya masih sepi.
      Emberrrr... kalau malam kayak kota-kota di film kungfu jadul di RCTI T.T

      Delete
  5. Besok-besok bawa tripod mini (gorilaz) biar bisa foto bareng bertiga. Kali aja mirip tiga serangkai buahahhahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah bawa kok, mas. Itu foto light trailnya river cruise pas malam pakai gorila pod. Tapi pas siang-siang itu karena panas banget, jadi malas nyeting gorila pod sama kameranya. Lebih cepat ganti-gantian gitu :D

      Delete
  6. kotanya full colour yak, bagus banget buat foto-foto unyu :3

    ReplyDelete
  7. Sukses banget tripnya. Happy dan banyak foto ciyamiks ! Terbayks. Kapan2 aku ikut ya Dal. Stock foto instagramable mulai menipis #pelukkalengchips

    ReplyDelete

Recommended Tour in South Korea

trazy.com

Featured Post

FAQ: Winter Trip in South Korea

Sebelumnya gue mau ucapin terima kasih banyak buat yang udah sempatkan untuk mampir di blog ini. Semenjak gue posting mengenai jalan-jal...

Instagram

Subscribe

Join Our Newsletter

Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!

We Respect Your Privacy | Get This Widget