Persiapan Sebelum Trip ke India

JAIHO!!! Akhirnya kesampaian juga cita-cita travelling ke India. Sebenarnya impian ini sudah sejak lama, meskipun kata orang India begini dan begitu. Sempat khawatir juga dengan omongan yang orang-orang bilang, tapi kalau ada kesempatannya kenapa nggak? Berbekal tiket promo pulang-pergi seharga Rp. 1,2 juta, gue berhasil menginjakkan kaki di tanah Bollywood bersama dengan enam teman lainnya. Lalu bagaimana dengan persiapannya?

persiapan sebelum travelling ke india


Siapkan Mental!

Sebelum membahas tuntas tentang persiapan sebelum jalan-jalan ke India selama enam hari yang berakhir jadi tujuh hari kerena pesawat re-schedule, ada satu hal yang harus dipersiapkan matang yaitu mental.

Nggak bermaksud lebay, tapi memang inilah yang harus kalian persiapkan dulu sebelum ke sana. Jangan berekspektasi terlalu tinggi agar nggak mudah kecewa. Ini juga yang gue lakukan. Gue nggak berharap apapun terlalu tinggi.

transit di singapore selama 27 jam

Gue sudah mengira bahwa semua service yang ada di India pasti ada tipsnya, sudah tahu kalau penjual di sana bakal maksa jualannya, sudah tahu kalau orang lokalnya banyak yang bau ketek, dan sudah tahu pula tentang tingkat higienitas mereka. Jadi kalau gue menemukan hal-hal aneh, nggak bakal kaget lagi. Gue pun bisa lebih enjoy.

 
Menurut gue pribadi, kalau orang Indonesia ke India sih nggak bakal kaget-kaget banget, deh. Apalagi yang tinggalnya di Jakarta. Toh, Jakarta juga sudah keras. Pasti sudah terbiasa dengan lalu lintas yang semerawut, jajanan pinggir jalan yang jorok, ketemu copet, dan hal-hal lain yang mungkin kalau dialami sama bule, nggak bisa sesantai orang Indonesia dalam menanganinya.


Ajak Teman!

Setelah tahu bahwa India kurang aman untuk traveller cewek apalagi solo traveller, gue sudah mengajak banyak teman untuk trip kali ini. Hidup gue sudah penuh drama, gue mau meminimalisit drama selama trip India. Jadi memang lebih aman kalau pergi bareng teman-teman ramean.

ke india dengan tiket promo jetairways

Kalaupun pas beli tiket ternyata cuma satu atau dua orang yang bersedia ikut, jangan putus asa. Coba cek di grup-grup backpacker yang ada di Facebook. Siapa tahu ada yang perginya di tanggal yang sama, bisa gabung.

Semakin sedikit orangnya, kalian bisa jadi sasaran empuk para scammers, genks. Apalagi untuk para perempuan ya. Semakin banyak orang, kalian bisa saling melindungi. Asalkan dari awal sudah ada kesepakatan supaya nggak pecah di tengah jalan.


Waktu Terbaik Mengunjungi India

India cuma punya dua musim, yaitu Winter dan Summer. Winter dimulai dari Bulan November sampai Maret. Sementara Summer dimulai dari April hingga Oktober. Gue datang pas Bulan Maret, sudah hampir memasuki musim panas. Tapi suhunya masih bersahabat.

travelling ke india bulan maret

Kalau pagi, suhunya bisa 16C. Siangnya bisa naik hingga 30C. Masih nyaman deh menurut gue untuk dipakai jalan-jalan. Sebab ketika musim panas, suhunya bisa lebih dari 40C. Sudah bisa dipastikan badan lepek dan mudah dehidrasi.


Tiket Pesawat

Maskapai low-cost yang punya banyak rute menuju India adalah Air Asia. Salah seorang teman pernah dapat tiket seharga Rp. 1,2 juta PP dengan transit di Kuala Lumpur. Tapi nggak enaknya naik low-cost airlines adalah nggak termasuk bagasi. Jadi harus beli bagasi dan beli makanan. Untungnya Bulan Agustus 2018 lalu, gue dapat informasi dari @alidabdul mengenai promo tiket ke New Delhi dengan menggunakan maskapai Jet Airways, sebuah maskapai yang menyediakan full service (bagasi up to 30 kg dan makanan) dengan harga Rp. 1,2juta sudah pulang-pergi.

naik jetairways ke india

Meskipun banyak drama menjelang keberangkatan. Tapi akhirnya gue berhasil pulang ke tanah air dengan selamat. Penerbangan yang gue ambil ini awalnya transit di Singapore pas berangkat, dan transit di Bangkok untuk kepulangan. Karena Jet Airways nggak ada rute direct dari dan ke Jakarta, jadi dari Jakarta ke Singapore dioper ke Singapore Airlines dan dari Bangkok ke Jakarta naik Garuda Airlines.

Kenyataannya, penerbangan pulang di-cancel dan diubah jadi New Delhi – Incheon (South Korea) dengan Korean Air dan Incheon – Jakarta dengan Garuda Indonesia. Kapan lagi ye kan bayar Rp. 1,2juta dapat tiga negara pakai maskapai terbaik semua pula.


Visa

Yup, jalan-jalan ke India masih butuh visa. Sebenarnya judulnya sih free Visa, tapi yang dimaksud di sini adalah kita sebagai WNI masih butuh apply visa, tapi nggak dipungut biaya sama sekali.

cara buat visa india secara online

Cara pembuatan visa India sudah pernah gue share di blog ini, kok. Visa yang sudah jadi, harus di-print out ya. Karena wajib ditunjukkan saat melewati gerbang imigrasi nanti.


Uang Tunai atau Cashless?

Gue memilih untuk menukarkan uang tunai di money changer yang ada di ITC Kuningan. Sebelum berangkat kan sudah gue hitung berapa budget yang dibutuhkan. Nah dari situlah gue tahu berapa uang tunai yang harus gue tukarkan.

tukar uang rupee di jakarta

Apa nggak repot? Kenapa nggak pakai kartu kredit atau debit saja? Teman gue pernah coba pakai kartu kredit dan ternyata wajib pakai PIN. Sementara teman gue ini belum pakai PIN.

Lagipula bakal jarang banget kok transaksi dengan menggunakan kartu kredit. Bayar hotel bisa pakai uang tunai. Sekalinya pakai kartu kredit, sudah terpotong otomatis by system dari Agoda dan Airbnb.

Gue pun nggak berani untuk tarik tunai di mesin ATM yang ada di sana. Takut kena pishing atau dihipnotis orang. Kejauhan mikirnya sih emang.


Transportasi

Berhubung judulnya juga flashpacking, jadi kami sewa mobil. Alasannya sederhana, kami hanya punya waktu enam hari di India, tapi mau all out eksplor tiga kota (Delhi, Agra, dan Jaipur), malah tadinya mau nambah Udaipur atau Pushkar tapi batal.

Pilihan ini sepertinya memang cocok sekali. Tahu sendiri ya, untuk memesan tiket kereta di cleartrip.com susah dan jadwal kereta di India suka ngaret parah. Salah seorang teman pernah terlunta-lunta enam jam di stasiun gara-gara keretanya terlambat.

pengalaman sewa mobil plus supir di india

Daripada hal-hal sepele begitu bisa menghancurkan itinerary yang disusun, jadinya kami memilih opsi yang lebih ringkas. Meskipun memang sedikit lebih mahal. Setidaknya kami nggak perlu repot-repot naik turun kereta atau berdesakan di kereta dengan mas-mas bau ketek.
Kami menyewa mobil Tempo Traveller yang kontaknya didapatkan dari Kak @ariefpokto. Biayanya akan gue bagikan di postingan rincian budget ke India nanti.

naik becak di india

Kami juga sempat nyobain rickshaw di Jaipur. Tarif dari City Palace ke Hawa Mahal kurang lebih sekitar 10 INR per orang (1 INR = 200 IDR). Kalau naik rickshaw, yang penting harus bisa nawar.

Sementara pas di Delhi gue juga sempat nyobain naik Metro (kereta bawah tanah). Meskipun hanya berjarak satu stasiun saja (dari airport ke Aerocity station). Tarifnya cuma 20 INR. Sayangnya ada larangan mengambil foto atau video di dalam metro, jadi nggak bisa gue bagikan penampakannya seperti apa.


Penginapan

Trip kali ini gue dan teman-teman memutuskan untuk flashpacking. Jadi ada hotel kece yang kami pesan, yaitu di Jaipur. Pas lagi cek hotel-hotel di Jaipur, ternyata banyak hotel-hotel heritage yang desainnya bagus banget. India banget gitu deh, kayak kamar kerajaan. Sementara di kota lain lebih memilih hotel yang biasa saja, yang penting reviewnya bagus. Karena yang cowok hanya satu orang, jadi pertimbangan untuk keamanan hotel harus lihat dari reviewnya. Ada satu review jelek saja, langsung gue skip.

Jaipur 18 – 20 Maret 2019
Berhubung tanggal kedatangan kami menjelang perayaan Holi Festival, jadi banyak hotel yang sudah full booked. Padahal pas gue cek itu masih tiga bulan sebelum hari kedatangan, lho. Awalnya mau booking Alsisar Haveli, sumpah bagus banget! Namun sayang, sudah keburu habis ketersediaannya.

menginap di umaid mahal jaipur

Kandidat selanjutnya adalah Umaid Haveli. Lokasinya nggak begitu jauh dari Amber Fort. Tapi ternyata jauh dari pusat kotanya. Alhasil gue memutuskan untuk segera booking Umaid Mahal yang juga nggak kalah bagus. Harganya pun juga 'bagus', genks. Tapi untuk hotel berbintang 4 dengan desain unik ala kerajaan di India, menurut gue worth it kok.

Agra 20 – 21 Maret 2019
Selanjutnya adalah hotel di Agra. Ini juga lumayan tricky, karena hotel di Agra menurut gue lebih mahal dibandingkan dengan Jaipur. Maklum lah memang kota wisata. Jutaan orang ingin melihat Taj Mahal yang lokasinya di Agra. Belum sah ke India kalau belum ke Taj Mahal.

Gue sengaja cari lokasi hotelnya yang dekat dengan eastern gate Taj Mahal. Biar bisa jalan kaki ke Taj Mahal. Akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Taj Resort. Meskipun judulnya resort, tapi sebenarnya sih cuma kayak hotel bintang 3 pada umumnya.

Kami memesan empat kamar double room dengan bathup di kamar mandinya, yang kemudian buat gue menyesal kenapa nggak bawa bath bomb. Kan bisa berendam ala-ala. Hotelnya bisa dicek di sini.

New Delhi 21 – 23 Maret
Sementara penginapan di New Delhi gue sengaja booking melalui Airbnb. Jaraknya sekitar 30 menit dari airport. Pilihan Airbnb di India masih sedikit banget, termasuk di New Delhi yang merupakan kota besar.

Untungnya gue nemu sebuah rumah yang harga sewanya cukup murah. Hanya sekitar Rp. 1,2jutaan untuk dua malam malam dan bisa menampung orang hingga delapan orang. Tapi karena gue ada kredit poin, jadi bisa potong harga setengahnya. Kami hanya bayar sekitar Rp. 600ribuan saja untuk dua malam. Per orangnya cukup membayar Rp. 90ribu untuk dua malam. Murah banget, kan! Buat yang mau sewa penginapan di Airbnb, jangan lupa daftar pakai referral link dari gue untuk dapat diskon $30.

Rumahnya ternyata besar banget, meskipun harus naik tangga ke lantai tiga. Tapi nyaman banget karena teras rooftopnya luas banget, enak buat santai sore atau sarapan di situ. Ada dapurnya juga jadi bisa masak mie instan setelah lebih dari lima hari makan kari mulu.

New Delhi 23 – 24 Maret
Penginapan ini gue booking dadakan. Karena pesawat yang di-cancel mendadak. Setelah nego sampai begging di counter maskapainya di bandara, akhirnya gue langsung booking sebuah hotel yang lokasinya nggak jauh dari bandara.

Sebenarnya kami bisa saja minta kompensasi ke pihak maskapai. Tapi gue nggak kepikiran saking sudah merasa bersyukur karena sudah diganti jadwalnya tanpa tambahan biaya. Jadi kami ikhlaskan saja kompensasi tersebut.

Gue booking Hotel Plazzo melalui Airbnb juga. Lokasinya mirip seperti daerah Glodok. Agak kumuh dan hotelnya menurut gue kurang bersih. Di tengah malam pun ada yang berusaha untuk buka pintu kamar kami secara paksa. Entah tamu lain yang usil atau gimana. Pokoknya gue nggak rekomen. Hal yang paling gue suka dari hotel ini mungkin karena lokasinya dekat mini market dan banyak street vendor. Jadi nggak takut bakal kelaparan.


Internet dan Telekomunikasi

Setelah membaca cerita beberapa teman di blognya, banyak yang bermasalah jika membeli nomer lokal India. Masalahnya cuma satu sih, aktifnya lama banget. Ada yang dua jam baru aktif, delapan jam, malah ada yang 20 hari kemudian baru aktif.

Demi menghindari masalah seperti itu dan misuh-misuh buang energi, pilihan beli sim card lokal langsung gue coret. Pilihan selanjutnya adalah sewa WiFi portable atau beli paket roaming.

Gue sudah survei ke beberapa penyedia sewa WiFi yang bisa dipakai di India. Gue cek Jetfi, Wifi Republic, dan Passpod pun yang jadi andalan gue waktu ke Jepang, nggak ada yang memenuhi kriteria.

Mereka semua hanya menyediakan kuota maksimal 512 Mb per hari. Karena waktu ke Melaka gue pernah sewa Java Mifi yang maksimal kuota per harinya hanya 512 Mb, gue langsung coret pilihan sewa Wifi. Kenapa? Karena kuota segitu nggak akan cukup untuk 2-3 orang per hari. Baru jam 1 siang, kuotanya sudah habis dan diturunkan kecepatan loadingnya.

elephant ride at amer fort jaipur

Berkat saran dari Kak @ariefpokto, gue memutuskan untuk beli paket roaming Telkomsel seharga 425k IDR dengan kuota 5Gb yang masa berlakunya selama 30 hari dan bisa dipakai di seluruh Asia dan Australia. Jadi pas transit di Singapore dan Korea Selatan pun masih bisa digunakan.

Supaya hemat, paket roaming tersebut di-tathering dengan dua orang teman lainnya. Jadi patungan gitu. Kan jadi terasa lebih ringan. Lagipula gue jarang pakai internet selama di perjalanan. Paling cuma pas lagi mampir makan di restaurant saja. Selebihnya bisa pakai WiFi di hotel. Paket roamingnya bisa dibeli di Traveloka, ya.

Oh iya, dalam paket roaming tersebut, sudah termasuk bonus telepon dan SMS. Just in case, ada huru-hara di India, bisa langsung telepon Kedubes. Maklum pas gue mau berangkat, hubungan India dan Pakistan di perbatasan sedang memanas.


Makanan

Seperti yang kita ketahui, makanan di India serba kaya rempah dan bumbu-bumbu. Nggak semua orang Indonesia bakal suka dengan makanan India. Hampir semua menunya memang mirip-mirip dengan masakan Padang. Tapi kalau dalam sehari tiga kali makan masakan India dan terjadi selama seminggu, gue rasa kalian juga bakal enek juga seperti yang gue alami.

gujia - snack di india

Tiga atau empat hari pertama mungkin nggak masalah. Namun di hari-hari terakhir, gue dan teman-teman sudah nggak bisa menelan makanan India lagi. Untungnya gue bawa mie instan dan teman-teman yang lain juga bawa perbekalan. Kebetulan di rumah yang kami sewa ada dapurnya. Di situlah kami makan mie instan dengan lahap.

harga makanan di india

Jadi untuk yang mau ke India dalam waktu lama, sebaiknya bawa perbekalan buat jaga-jaga. Bahkan menu makanan di KFC dan McD pun rasanya masih India banget. Nggak seenak di Indonesia.


Colokan Listrik

Gue sempat menyesal beli universal adaptor baru (yang lama ketinggalan di Bogor), karena ternyata colokan listrik di India sama persis dengan Indonesia. Jadi bentuknya dia ada tiga colokan gitu, tapi kalau dimasukin charger tanpa universal adaptor, bisa langsung connect.

galtaji temple jaipur

Jadi nggak perlu bawa universal adaptor. Hanya saja, kalau pesawat yang kalian tumpangi bakal transit di negara lain, universal adaptor tetap harus dibawa, ya.


Tiket Masuk Wisata

Beberapa objek wisata terkenal seperti Taj Mahal dan City Palace Jaipur bisa dibeli secara online. Namun tetap saja kami memilih cara konvensional, alias beli langsung di loket tiket.

Harga tiket masuk turis asing di India bedanya bisa 10 kali lipat dibanding turis domestik. Ya sama saja lah ya seperti bule-bule yang dikenakan harga 5x lipat kalau berlibur di Indonesia. Mau gimana lagi, protes pun percuma. Jadi mending terima saja.


Bahasa

Nggak perlu khawatir untuk masalah ini. Hampir semua orang India yang gue temui bisa berbahasa Inggris. Rata-rata orang India yang belum bisa bahasa Inggris adalah para pekerja kasar, seperti housekeeper.

pengalaman belanja di india

Sopir kami pun sebenarnya nggak terlalu lancar bahasa Inggrisnya, tapi setidaknya gue mengerti apa yang dia katakan, begitu pun sebaliknya.

Palingan nih yang bikin agak kurang mudeng aja karena mereka ngomongnya terlalu cepat, apalahi ditambah logat India nya yang masih kental.



Kurang lebih itu saja yang bisa gue bagikan kali ini. Semoga bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman yang ingin travelling ke India juga.

Trip ke India nggak bikin kapok, kok. Karena alamnya bagus banget! Bangunan-bangunan peninggalan sejarahnya pun bikin mind blowing.

galtaji temple jaipur

Namun tetap ada saja hal-hal yang bikin kita harus mengernyitkan dahi saat berada di sana. Misalnya nih, gue pesan nasi ke room service saat menginap di Umaid Mahal. Tak berapa lama nasi diantarkan, staff yang mengantarkan memberikan bill sambil dipukul-pukulkan ke tangannya sendiri, lalu bilang, “You have to pay now and don't forget the tips.” Mereka terang-terangan minta tips (uang tambahan). Ini dia gunanya menyiapkan biaya tak terduga saat merancang budget trip ke India. Beneran banyak biaya tak terduga.

Contoh lainnya adalah saat travelmate gue, Karin, minta foto dengan ibu-ibu di Amber Fort yang megang sapu dan memakai saree. Setelah foto, si ibu langsung menyodorkan tangannya sambil bilang “money” kepada Karin.

persiapan sebelum jalan-jalan ke india

Banyak hal-hal yang cukup mengejutkan terjadi di India. Selama kita bisa menikmatinya dan jangan dibawa stres, pasti bakal senang-senang kok berada di sana. Remember, we buy the experience, baby.

Nanti lah ya gue bahas di rincian budget trip ke India untuk lebih detailnya. Terima kasih sudah mampir ke missnidy.com. Ditunggu ya cerita selanjutnya!


Jakarta, 4 April 2019,


Rizka Nidy

14 Comments

  1. Jai Hooo!!! It was unforgettable India trip with you ❤

    ReplyDelete
  2. Hi, Miss!

    first of all thank you for sharing your India experience trough this post. Seriusan, ngebantu bgt nge rinciin rencana apalagi yang bagian Internet haha.
    I'm Riri btw, rencananya mau backpacker-an next year ke sana nih, Miss. Nah aku mau tanya, Did you take any vaccination before going to India? Like maybe for meningitis or yellow fever?, and If you did not, any reason behind that?
    Thank you so much for your time Miss Nidy. Have a good day ^^

    Riri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Riri!

      I didn't take any vaccination simply because I had no idea about that. Bener2 gak kepikiran aja buat vaksin2an 🤣🤣

      Tapi aku saranin vaksin aja buat pencegahan. Jangan lupa vitamin! 🙂

      Delete
  3. Ya ampun, India secantik itu, ya. Pengin banget langsung melihat dengan mata sendiri gimana kerennya India ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn.. Semoga segera ke sana juga ya, mbak!

      Delete
  4. kalau buat solo traveler cewe emang rawan yah india itu, udah banyak kasus pemerkosaan, tapi kalau cowo mah kayanya aman2 aja kaya alid tuh :D ...

    gue pgn juga ke India tapi tujuan utamanya pengen liat harimau liar :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  5. TEMENMU KOK CANTIK-CANTIK SIH, KAK.
    Kenalin atuh.
    #salahfokus

    Setuju nggak sih bagian paling seru dalam sebuah perjalanan itu adalah masa-masa persiapan? Ehehe.
    Kalo makanan barat apakah banyak di sana? cafe atau coffee shop gimana?

    Dari SMP gue udah suka India, sering nontonin film-filmnya. Tapi niat traveling ke sana memang masih ragu-ragu karena apa yang kamu ceritain di atas ehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gue nya aja cakep!!

      Betul.. Paling bikin deg2an ya, seru!
      Justru di sana adanya makanan berat semua. Karbo semua 😁

      Just go! Gue aja nekat

      Delete
  6. Hi Nidy,
    Tapi selama perjalanan ke India, adakah peristiwa yg meng-confirm perkiraan buruk tentang India? Seperti perlakuan trhadap perempuan atau scamming scheme?

    Aku sama istri mau ke India tapi masih ragu juga.

    ReplyDelete
  7. Aku mengikuti perkembangan cerita India dari akun twitternya simbok. Buahahahha.
    Dari berbagai ceirta, selain keindahan yang teraji. India masih bermasalah dengan sanitasi dan pelecehan seksual. Banyak kawan perempuan bercerita tentang hal tersebut.

    ReplyDelete
  8. Sejujurnya belum berani buat traveling ke India, tapi suatu saat bakal dicobalah haha

    ReplyDelete
  9. Terimakasih cerita pengalamannya, sangat bermanfaat buatku yang pengen banget ke India 😂

    ReplyDelete

Hai, Nidyholic!!
If you have any question, please leave a comment and kindly choose name/url or anonymous as a profile. Thank you for reading!