Serba-serbi Pengalaman Sewa Mobil di India

Ketika hanya punya waktu lima hari di India, tapi daftar tempat yang mau dikunjungi banyak, gue dan teman-teman akhirnya mempertimbangkan untuk menyewa mobil di India. Harganya memang relatif lebih mahal dibandingkan dengan naik transportasi umum lainnya, tapi mengingat faktor efisiensi dan harga, jadinya kami mantab untuk sewa mobil saja.

pengalaman sewa mobil di india





Lepas Kunci atau Pakai Sopir?

Nah, hal ini juga sempat bikin gue bingung. Dari hasil googling dan tanya ke teman-teman, nggak disarankan untuk sewa mobil dengan lepas kunci. Alasannya lalu lintas di India lebih parah daripada di Indonesia, hewan-hewan bebas berkeliaran di jalan raya (sapi, onta, kambing, bahkan gajah), dan kalau sampai nggak sengaja tertabrak, hukumannya selain bisa diperkarakan secara hukum, kita juga bisa dikenakan hukum adat.

[Baca juga: Pembuatan Visa India]

 
sewa mobil pakai supir di india
Photo by Roland Denes on Unsplash

Daripada kita dilindas balik sama orang sana gara-gara nabrak sapi, mendingan cari aman saja deh. Kalau sampai sopir kita yang nabrak sapi, kita masih bisa kabur. T.T

Memang jadi lebih mahal, tapi resiko-resiko tadi bisa kita antisipasi. Lagipula kita nggak perlu repot buka google maps atau nyasar selama keliling India. Tinggal duduk manis di bangku belakang.




Harga Sewa Mobil di India

Harga sewa mobil plus sopir di India cukup beragam. Sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa penyewaan mobil ini, gue dan Karin sudah survei ke beberapa agen atau jasa sewa mobil.

Jasa penyewaan mobil ini biasanya akan menanyakan jumlah orangnya dulu. Awalnya gue memang akan ke India dengan delapan teman lain, jadi gue pilih yang kapasitas mobilnya bisa menampung sembilan orang. Meskipun akhirnya dua orang dari grup ini batal ikut pas mendekati hari H, jadi tetap dihitung sembilan orang, karena kesepakatan awalnya begitu. Mungkin kalau bilang dari jauh-jauh hari, bisa diganti ke mobil yang lebih kecil.

Masalah harga ini agak alot. Awalnya Karin sudah deal dengan salah satu jasa sewa mobil di Delhi (sebut saja agen A) dengan kesepakatan total harga sekitar Rs. 66,000 (setara dengan Rp. 13.2juta) untuk tanggal 18 sampai 23 Maret 2019. Kebetulan, Kak Aip juga mau ke India dan tanya ke gue soal sewa mobil. Gue rekomen agen A ke Kak Aip. Dia berangkat ke India lebih dulu dari gue.


harga sewa mobil di india
harga sewa mobil di india


Pas dia lagi di India, sopir yang mengantarkan dia keliling Golden Triangle ini menawarkan diri untuk sewa mobil langsung saja ke dia kalau lain kali ke India lagi. Harganya dijamin lebih murah. Nah, karena ingat gue mau ke sana, jadinya Kak Aip langsung japri gue dan memberitahu informasi ini.

Gue langsung kasih nomer si sopir ini (sebut saja agen B) ke Karin dan dia yang nego langsung dengan si sopir melalui Whatsapp. Si sopir minta itinerary kami selama di India mau ke mana saja. Dia bahkan kasih saran sekiranya ada hal-hal yang nggak memungkinkan untuk dikunjungi atau malah menambahkan ide tempat-tempat yang belum ada di daftar kami.

Setelah diskusi panjang, akhirnya disepakati di harga Rs. 59,000 (sekitar Rp. 11.8juta), jika dibagi untuk tujuh orang, per orang bayar Rs. 8,429 (sekitar Rp. 1,685,714). Jadi ini adalah total biaya transportasi untuk enam hari di sana, ya (dari tanggal 18-23 Maret 2019).

Biaya tersebut katanya sudah termasuk bensin, uang makan sopir, uang parkir, dan tour guide untuk di Jaipur dan Agra. Berhubung hanya ada satu orang laki-laki di grup trip kali ini dan ini India pula, jadi kami setuju saja. Soalnya jujur saja gue agak parno sih kalau mau naik transportasi umum di sana.

Jadi, besarnya biaya sewa mobil ini tergantung pada jenis mobil yang akan digunakan dan ke mana saja tujuannya. Semakin banyak orangnya maka mobil yang akan digunakan juga semakin besar.




Jenis Mobil

Kami menggunakan mobil berjenis travello. Sejenis van, gitu. Formasi kursinya 1-1 dan 3 kursi di belakang. Bagasi tempat menyimpan koper juga lumayan besar di belakang. Jadi nggak bakal kesempitan.


sewa mobil van di india


Di beberapa pinggir kursi tersedia colokan USB untuk mengisi baterai. Tiap kursi bisa di-recline hingga 45 derajat, kecuali kursi paling belakang. Setiap harinya, sopir kami menyediakan botol air mineral ukuran kecil dan snack lays.




Apakah Aman Sewa Mobil di India?

Berdasarkan pengalaman gue selama menggunakan jasa sewa mobil plus sopir ini, menurut gue aman. Gue sering banget meninggalkan kamera atau handphone di mobil saat sedang tur ke objek wisata selama berjam-jam, tapi kondisi tas dan barang-barang lain yang ditinggalkan di mobil masih dalam keadaan semula.

Jadi gue bisa bilang sopir kami ini cukup terpercaya kalau soal keamanan barang-barang bawaan di dalam mobil. Nah, kalau kalian sewa juga di agen B dan ternyata sopir yang akan menemani kalian berbeda dengan gue, ya gue nggak bisa jamin apa-apa. Sebaiknya sih, gunakan insting kalian juga kalau ke sana ya. Kalau dari muka sudah kelihatan kurang bisa dipercaya, jangan tinggalkan barang berharga di mobil.

sewa mobil di india yang murah dan terpercaya

Lalu untuk keamanan dari segi cara mengendarai mobil. Sopir kami ini juga bisa dikatakan cukup aman. Abis gimana ya, traffic di India parah banget. Tingkat kecelakaan di India cukup tinggi. Soalnya nggak ada yang mau ngalah. Kalau nggak jago-jago banget mengatur emosi saat mengemudi, mending jangan coba-coba nyetir sendiri deh di India. Dijamin cepat darah tinggi.

Sopir kami ini sebenarnya halus kok cara menyetir kendaraannya. Nggak bikin cepat mual. Kan biasanya ada tuh sopir yang kalau menyetir mobil ajluk-ajlukan karena gas-rem gas-rem melulu, nah sopir kami yang ini nggak begitu.

Beberapa kali gue dan teman-teman panik saat dia lumayan ngebut di tengah jalanan padat, tapi dengan tenangnya dia cuma bilang, “Jangan khawatir, aku ahlinya.” Nah, kalau dia sudah ngomong begitu, paling gue tinggal merem. Ibarat kata kan itu kampung dia, mungkin sudah hapal kali seluk beluk jalanannya.




Diajak Mampir ke Toko Souvenir Mulu

Sama lah ya kayak lagi naik becak di Jogja atau sewa mobil di Bali. Pasti diajak mampir ke toko souvenir melulu biar si sopir dapat komisi. Kalau ada barang yang memang murah dan kita suka sih nggak apa-apa. Kalau nggak suka dan mahal-mahal, mending langsung naik mobil lagi.

Pertama diajak ke toko perhiasan. Yup, sobat miskin ini diajak ke toko perhiasan. Gue beli sih, anting gitu yang harganya Rs. 600. Menurut gue mahal memang, tapi inilah kesalahan yang sering terjadi. Namanya orang Indonesia ya, keseringan sungkan. Nggak enak keluar dari toko lenggang kangkung. Jadinya gue beli yang paling murah, ya anting itu. Toh bakal gue pakai juga nanti, pikir gue.

Merasa bego karena mau aja kejebak di toko souvenir, eh ternyata ada yang lebih pinpinbo. Kalau ingat pengalaman belanja di Jaipur ini pasti mau ketawa mulu deh. Karena teman gue ini, si Rudi, lebih sering kejebak daripada gue atau teman-teman yang lain.

pengalaman sewa mobil di india

Dia beli gelang manik-manik (katanya sih dari batu apaan gitu), harganya sekitar Rs. 2,500. Jujur saja nih, kalau lihat bentuk gelangnya kayak gelang manik-manik yang suka dijual di depan SD. Itu kalau dirupiahkan sekitar Rp. 500,000.

Karena Rudi sudah terlanjur beli, gue paksa dia untuk minta sertifikat atau minimal suratnya seperti kita habis beli emas. Eh, ternyata ada sertifikatnya. Bentuknya kayak ijazah. :))

Di saat teman-teman lain pada bilang, “Ih mahal amat, Rud.” Gue cuma bisa menguatkan, “Nggak apa-apa Rud, setidaknya sertifikatnya bisa lo pajang di ruang tamu. Kalau ada yang tanya, tinggal bilang ini beli gelang permata di India.”

Ya pokoknya hampir di setiap kota, kami diajak mampir terus ke toko souvenir. Jangan ragu untuk bilang tidak kalau memang kalian nggak mau beli apapun. Berhubung grup trip ini didominasi cewek, ya kami mah senang-senang saja.




Salah Hitung

Ini juga kesalahan kami. Dari awal perjalanan, saat menuju ke Jaipur dari New Delhi, si sopir meminta pembayaran dilakukan secara dicicil. Pertama di awal perjalanan, kami diminta memberikan sekitar Rs. 24,000. Lalu pas di perjalanan kasih lagi pas mau bayar bensin.

Pokoknya kalau ditotal kami sudah bayar sekitar Rs. 60,000. Dilebihin Rs. 1,000 malah. Belum termasuk tips yang akan dikasih pas hari terakhir.

Nah setelah kasih semua uangnya, memang sopir ini sempat nanya, “Sisanya dibayar kapan?” Nah, Karin salah tanggap, dia kira maksudnya sisa yang dimaksud itu untuk tips. Keesokan harinya, setelah Karin dan Aubrey pulang duluan ke Indonesia, si sopir juga nanya ke gue, “Nanti yang bayar sisanya siapa?” Gue jawab nanti gue yang bayar.

harga sewa mobil di india


Di hari terakhir itu, di perjalanan saat sopir mau mengantarkan kami balik ke penginapan, dia minta sisa uangnya. Karena gue bingung ya, soalnya kok tips aja ditagih beneran. Seharusnya tips itu kan diberikan suka rela ya, nggak sampai ditagih. Jadi gue tanya lagi donk untuk meyakinkan.

“Ini sisa duit tuh maksudnya tips atau gimana, sih?,” tanya gue.

“Sisa uangnya masih kurang Rs. 10,000 lagi, kemarin cuma ngasih Rs. 25,000,” jawabnya.

Di situlah sempat terjadi perdebatan. Kami merasa sudah bayar lunas, si sopir merasa belum. Salahnya kami adalah nggak minta tanda bukti saat melakukan pembayaran ini. Pas Kak Aip waktu itu, dia dikasih kuitansi dan difotoin juga sama Kak Aip. Ya mau gimana lagi.

Karena nggak ada bukti, mau nggak mau gue mengalah. Sementara teman-teman gue masih ada yang nggak terima dibilang belum lunas. Cuma mau gimana ya. Memang kami nggak ada bukti.

Buat teman-teman yang baca, please jangan nyalahin gue ya, “Lagian sih nggak minta, blablabla.” Jangan bikin nyesek lagi, ah. Kami sudah tahu salahnya di mana, kok. :D

Alhasil, kami terpaksa mengeluarkan uang Rs. 10,000 lagi dan dibagi bertujuh. Anggap saja itu tips buat dia. Rencananya memang kami mau memberi tips sebesar Rs. 6,000 karena si sopir bisa dipercaya selama enam hari ke belakang.






Seperti yang kita ketahui, tingkat keamanan di India masih cukup rendah. Setidaknya ketika gue berada di dalam mobil ini, gue nggak perlu takut bakal dipepet orang atau dicopet seperti saat sedang naik transportasi umum. Sopirnya juga bisa dipercaya kok untuk urusan ini.

travelling ke india sewa mobil plus supir

Sopir yang menemani kami selama di India ini juga selalu on time. Pernah telat sekali, itu pun karena lagi sarapan gara-gara sama hotel kami nggak dikasih compliment. Nggak parah juga sih telatnya, jadi maklum.

Hanya saja kalau kalian nggak suka dan nggak bisa menolerir diajak mampir ke toko-toko souvenir, ya mungkin menyewa mobil plus sopir ini nggak cocok bagi kalian. Sang sopir juga pasti mencari komisi tambahan, kan. Jadi nggak hanya toko souvenir saja sebenarnya, di restaurant pun begitu.

Kami selalu diajak makan di restaurant yang sudah dia pilihkan. Ada plus minusnya juga, sih. Plusnya adalah restaurant yang dia pilih sudah pasti bersih. Buktinya gue dan teman-teman nggak mengalami gangguan pencernaan selama di sana.

Minusnya, harga menunya relatif mahal dan nggak bisa seenaknya ngajak dia makan di restaurant lain. Gue pernah minta diantar ke salah satu cafe hits di Jaipur, si sopir kayak mau marah. Akhirnya kami mengalah. Jadi, tiap kami makan di restaurant yang dipilih olehnya, dia dapat makanan gratis sebagai compliment sudah mengantarkan pelanggan ke restaurant tersebut.

Memang inti travelling ke India tuh harus banyak bersabar dan sering-sering elus dada dan elus dompet. Murah-murah sih, tapi kebanyakan embel-embelnya.

Secara keseluruhan, gue akan merekomendasikan untuk sewa mobil di India bagi teman-teman yang butuh kepraktisan dalam berpindah tempat. Apalagi untuk family trip yang mengajak orangtua atau anak kecil.


sewa mobil di india

Kalau nggak mau pun juga nggak masalah. Gue hanya membagikan pengalaman gue selama menyewa mobil di sana. Soalnya pas gue googling pun masih jarang banget orang Indonesia yang pernah membagikan pengalamannya sewa mobil di India. Rata-rata yang ke sana dengan cara backpacking, jadi kebanyakan dari mereka lebih memilih naik kereta atau bus untuk perpindahan antar kotanya.

Semoga informasi yang gue bagikan bisa berguna bagi pembaca Nidyholic. Terima kasih sudah mampir!



0 Comments