[ASEAN Trip - Day 2] Hampir Kena Scam di Ho Chi Minh City

4:30 PM

Minggu, 11 Oktober 2015

Perjalanan hari kedua ini dimulai ketika pesawat landing di bandara Than Son Nhat, Ho Chi Minh. Setelah dua jam selama penerbangan gue gagal tidur pulas, akhirnya sampai juga ke kota ini. Bandaranya biasa aja sih, gak ada yang istimewa. Petugas imigrasinya judes bukan main, gak senyum, ngomong juga nggak. Cuma ngelirik tajam ke arah muka gue, terus pasang muka judesnya lagi. Passpor Ayu ada sedikit masalah, karena dia nyantumin passpor lamanya dia. Jadi sekiranya kalian buat perpanjangan passpor, mendingan passpor lama nya disimpan di rumah aja gak usah dibawa-bawa. Kalau gak nanti akan bernasib seperti teman gue. Tiap masuk loket imigrasi selalu paling lama karena petugas imigrasinya kebingungan kok passpornya ada dua. #PesanLayananMasyarakat

ke ho chi minh naik jetstar

Jam 9 kita udah kelar ambil bagasi dan mulai ngeluarin catatan itinerary yang udah gue print di Jakarta. Tapi sebelum keluar bandara, Ayu nyuruh beli sim card lokal dulu. Awalnya gue nolak, karena takut gak kepake tapi untung gue nurut sama Ayu. Beli sim card seharga 220,000 VND atau setara 158,000 IDR udah diisi paket internet 1Gb. Pas mau diisiin paket internetnya, mbak-mbak penjual sim cardnya agak kebingungan karena begitu harus kirim sms ke providernya di keypad hp gue gak bisa pakai huruf keriting Vietnam. Tapi untungnya ada temannya yang datang ngebantuin dan dia langsung otak atik hp gue. Orangnya ganteng mirip artis Korea #Yaelah #SempetAje

source: here

Begitu keluar bandara langsung lihat bus no 152 (AC) yang akan menuju pusat kota Ho Chi Minh. Tarif busnya 6,000 VND per orang, dan koper kita juga dikenai biaya untuk satu koper seharga 4,000 VND. Jadi kita berdua disuruh bayar 20,000 VND. Oh iya, waktu itu kita dapat rate 1 VND = 0.72 IDR. Jarak dari airport ke daerah Pham Ngu Lao kurang lebih 30 - 40 menit. Kita turun di halte dekat dengan hotel yang akan kita inapi 2 hari kemudian. Karena rencananya waktu itu kita mau langsung menuju ke Mui Ne.

agen bus di pham ngu lao street ho chi minh vietnam

Sesampainya di Pham Ngu Lao, District 1, kita langsung cari dimana letak kantor agen bus Sinh Tourist. Agen bus ini mudah dicari, tinggal lihat aja bangunan di pinggir jalan berwarna biru muda dengan plang tulisan lumayan besar. Begitu sampai, gue langsung menukarkan voucher tiketnya dan membeli tiket kepulangan dari Mui Ne ke Ho Chi Minh. Tiket berangkatnya kita dapat seharga 99,000 VND, sementara tiket kepulangannya seharga 89,000 VND. Lebih murah tiket pulangnya dan bahkan untuk bus kepulangannya kita dapat yang sleeping bus. Saat kita sampai di agen bus tersebut, waktu menunjukkan masih pukul 10 pagi, sementara bus akan berangkat jam 2 siang. Jadi kita memutuskan untuk menitipkan koper di agen bus, dan jalan-jalan dulu keliling pusat kota.

bawa bekal makanan dari indonesia ke luar negeri

Berhubung perut udah lapar, jadi kita memutuskan untuk makan perbekalan kita di taman kota. Ho Chi Minh punya banyak taman kota, jadi gak ada salahnya kita manfaatin salah satunya untuk santai sambil makan siang. Sempat dilihatin orang lewat juga sih pas makan di taman, tapi ya bodo amat. Besok-besok belum tentu ketemu mereka lagi. Setelah makan, kita langsung browsing nyari agen bus yang jual tiket direct Ho chi Minh ke Siem Reap. Terus terang susah banget nyari tiket bus menuju Siem Reap saat itu, karena kebetulan lagi ada public holiday di Cambodia jadinya bus-bus jarang yang langsung ke Siem Reap karena macet banget. Rata-rata mereka nawarin bus yang ahrus transit dulu di Phnom Penh, kemudian lanjut ke Siem Reap.

taman kota ho chi minh

Ada kejadian gak enak pas kita lagi enak-enak browsing di taman itu. Tiba-tiba ada bapak-bapak nyamperin, ngomongnya pelan sih tapi sambil melotot. Sekujur badannya ada besetan luka banyak banget, dan darah dimana-mana. Feeling gue emang gak enak daritadi, soalnya pas lagi makan itu dari kejauhan gue liat ada cowok yang ngelihatin terus ke arah kita, mungkin komplotannya kali ya. Kita berdua udah ketakutan banget. Hp langsung kita pegang erat-erat, takut dirampas. Ayu udah dengan sopan bilang "I'm sorry, thank you". Si Bapak itu terus nyerocos pakai bahasa Vietnam. Sumpah serem abis! Akhirnya gue masukin hp ke tas, lalu bangun, dan nyuruh Ayu ikut beranjak. Gue udah gak mau nengok lagi ke bapak itu. Takut banget sebenarnya tapi gue tetap pasang muka galak biar gak kelihatan takutnya. Padahal maah.... T.T

beli tiket bus dari ho chi minh menuju siem reap direct
Agen bus di Pham Ngu Lao

Akibat kejadian itu, kita jadi lebih memilih masukin semua kantor agen bus satu persatu sepanjang Pham Ngu Lao street. Udah macam sales panci door to door. Agen bus yang pertama kita datangi menawarkan pakai bus Sorya, harganya $18 tapi transfer bus di Phnom Penh, berangkatnya jam 6 pagi dan sampai di Siem Reap sekitar pukul 9 malam. Entah kenapa gue agak kurang sreg sama agen bus ini. Jadi kita nyari lagi dan berakhir di salah satu agen bus dengan si abang-abang marketing yang murah senyum. Si abang marketing ini kasih kita dua pilihan. Yang pertama pakai bus transfer di Phnom Penh seharga $19, jam keberangkatan pukul 7 pagi dan sampai di Siem Reap sekitar pukul 9 atau 10 malam. Yang kedua dengan mini van seharga $25. Mini van ini langsung ke Siem Reap, gak pake transfer lagi. Mini van ini juga disertai dengan fasilitas free WiFi, colokan listrik untuk charger, dan mineral water. Setelah lama berunding akhirnya kita ambil yang mini van tersebut. Kenapa gue akhirnya milih mini van ini walaupun lebih mahal? Karena marketingnya meyakinkan kita kalau gak akan lewat Phnom Penh jadi langsung ke Siem Reap, dan mini van ini akan berhenti tepat di area night market Siem Reap which is dekat dengan hostel tempat kita menginap. Sementara kalau bus yang harganya $19, akan menurunkan kita agak jauh dari night market dan harus naik tuktuk lagi. Oh iya, mini van tersebut dibawah company Virak Buntham. Gue search reviewnya di tripadvisor pada gak rekomen bus ini, tapi yang gue ambil kan mini van ya. Gue cuma nothing to lose aja, berharap gak ada kejadian scam atau diturunin di tengah jalan.
scam in saigon vietnam
source: here

Setelah beli tiket mini van, kita segera beranjak menuju Notre Dam Cathedral. Menurut research gue, di sekitar gereja tersebut juga ada beberapa spot bangunan bersejarah lainnya. Kata si abang marketing, kita bisa ke sana dengan jalan kaki. Kita sempat ngelewatin Benh Tahn market, tapi memutuskan untuk melewatinya terlebih dahulu. Pas lagi di jalan lagi bingung mencari letak cathedral, kita ditanyain oleh tukang es kelapa pikul. Wajahnya ramah banget dan bahasa Inggrisnya lumayan bagus, nanyain kita mau kemana. Setelah gue jelaskan mau kemana, dia menuntun kita untuk ngikutin dia. Kemudian dia nawarin buat nyobain mikul dagangannya dia, dengan halus gue tolak. Yakaliii ransel gue aja udah beratnya 7 kilo gue gembol dari pagi masih harus mikul dagangan orang. Pikulan abang-abang cuanki di Jakarta aja gak pernah gue pikul-pikul.

Setelah itu dia nawarin kelapa dagangannya dia dan nempel-nempelin kelapa itu ke kulit gue biar ngerasain kalau emang benar itu kelapa dingin. Gue dan Ayu berhenti nanya berapa harganya. Dia langsung nyoblos kelapanya pakai sedotan dan bilang "Fifty...Fifty", lalu menyodorkan kelapa itu ke gue. Gue langsung curiga, begitupun Ayu. Dia langsung ngeluarin handphone dan buka calculatornya, kemudian langsung ngetik angka 50 dan kasih lihat ke abang itu. Si abang kelapa langsung bilang "No...fifty!". Gue langsung tanya "What do you mean? Fifty hundred?". Si abang kelapa langsung jawab yes. Gue dan Ayu langsung kompak melengos ninggalin abang kelapa. Gila aja kelapa kecil banget harganya 50,000 VND. Es kelapa ijo dekat kosan gue aja yang gede banget cuma 20,000 IDR. Dikata gak ada pohon kelapa kali di Indonesia. Di rumah nenek saya banyak keleus baaang puun kelapa doank mah! Bangke gue hampir kena scam.

beli oleh-oleh snow globe di saigon

Gue dan Ayu terus berjalan ngikutin google map yang semakin ngaco. Di perempatan jalan, ternyata banyak penjual kelapa serupa yang lagi nyari mangsa. Ada pula bule yang lagi dibego-begoin mikul dagangan mereka. Gue bersyukur gak jadi kena scam tukang kelapa. Setelah 15 menit berjalan, gue dan Ayu menyerah dan balik ke arah Benh Tanh market. Kita memutuskan untuk mampir ke Benh Tanh market, mau beli souvenir dan cari dragonball Ayu. Dia ngoleksi snowglobe dari negara-negara yang udah dia kunjungi. Vietnam ini hampir gak ada yang jual beginian, jadi perjuangan nyari snow globe atau yang sering gue bilang dragon ball ini susahnya bukan main. Beneran berasa kayak nyari dragon ball.

>>><<<

Kelar urusan mencari dragon ball, kita langsung balik ke kantor agen bus. Begitu sampai, langsung ganti celana pendek dan langsung berasa dikasih napas bantuan paha gue, dari pagi panas-panasan pakai jeans. Cuaca di Ho Chi Minh mirip seperti di Jakarta. Dari segi trotoar dan pejalan kaki sih gue akuin Ho chi Minh lebih memadai banget, tapi dari segi kemajuan, lalu lintas, dan kenyamanan jauh lebih baik Jakarta. Gue merasa Ho Chi Minh ini penduduknya pada matre semua, kalaupun mereka ramah tapi gak tulus gitu #TooEarlyToJudge #Bodo #GueKZL. Gak lama setelah kita duduk ngadem di agen bus, ternyata bus nya sudah datang pas jam 1:30 pm. Gue langsung disuruh check in, dan ditanya dimana tempat kita menginap. Karena nanti penumpang bus akan diturunkan satu persatu di depan hotel. Belum genap pukul 2pm, bus sudah melaju menuju Mui Ne.

bus sinh tourist dari saigon menuju mui ne vietnam
http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/2a/d7/db/the-sinh-tourist-day.jpg
source: http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/2a/d7/db/the-sinh-tourist-day.jpg
Isi penumpang bus gak full, jadi banyak bangku kosong. Gue dan Ayu tadinya ditempatkan di kursi paling belakang, ternyata kita bisa pindah ke kursi di depan kita. Pas mobil baru saja jalan, kondektur bus membagikan tissue basah dan air mineral botol. Belum ada setengah jam, Ayu langsung pules tidurnya. Sementara gue belum bisa tidur sama sekali. Setelah 2 jam perjalanan, bus berhenti di sebuah tempat pemberhentian. Mirip seperti di pantura lah, kayak tempat rest area yang isinya rumah makan gitu. Gue dan Ayu turun tapi gak berminat ke toiletnya karena penampakannya meragukan, jadi kita cuma jajan es krim aja. Setelah setengah jam istirahat, bus mulai meluncur lagi. Jalanan menuju Mui Ne ini lempeng banget, jalanan mulus, dan kecepatan bus stabil. Jadi memungkinkan banget kita untuk tidur.
cerita perjalanan keliling vietnam

Memasuki pukul 6 pm, bus mulai memasuki daerah Phan Thiet. Suasana sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan. Untuk sampai ke Mui Ne, masih diperlukan waktu sekitar 30 menit lagi. Satu persatu penumpang mulai diturunkan di depan hotel. Pas masuk Mui Ne, hujan lumayan deras. Gue berharap sih mendingan hujan di pol-polin aja malam itu, bair besok pagi cerah. Begitu sampai di depan hotel, sudah ada cowok yang menyapa dan bertanya apa kita sudah reservasi atau belum sambil berjalan menuju resepsionis. Gue langsung ngasih voucher hotel dari agoda.com dan dia langsung memproses check in kita.

bawa rendang ke luar negeri

Begitu ketemu kasur, gue langsung nyungsep. Yang namanya tidur di bandara pasti gak enak, jadi begitu ketemu kasur langsung melepas kangen. Setelah unpacking, Ayu langsung ngajak makan perbekalan dan gantian mandi. Sebelum ketiduran gue ngajak Ayu ke meja resepsionis buat nanyain perihal sunrise tour yang ada di Mui Ne. Kebetulan keesokan siangnya kita udah harus balik lagi ke Ho Chi Minh, jadi mulai sunrise sampai siang mau kita maksimalkan.

[Baca review hotel Delight di sini]

Untuk sunrise tour dengan menggunakan jeep, pihak hotel menawarkan harga 450,000 VND untuk satu jeep. Kalau bagi dua jadinya cuma 225,000 VND, jadi ada baiknya kalau ke Mui Ne ini ramean sama teman-teman biar makin hemat. Berhubung kita udah capek, jadi kita deal-in aja sama pihak hotel, lagipula gue survei di internet kalau sewa satu jeep gitu rata-rata kasih harganya $25.

pengalaman menginap semalam di mui ne vietnam

Begitu selesai urusan sunrise tour, kita langsung balik ke kamar dan langsung istirahat. Badan udah gak sanggup lagi duduk maupun berdiri. Lagipula besok pagi buta sudah harus bangun lagi untuk ikut sunrise tour.


[Baca selengkapnya cerita perjalanan ASEAN trip di sini]




FOLLOW ME HERE
  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE

You Might Also Like

9 komentar

  1. halo kak salam kenal , aku yauma.. rencana mau ke vietnam nih tgl 16 ini ... mau tanya masalah simcard vietnam nya pake apa ya mbak? hehe viettel atau apa merknya ? dan pada saat ke mui ne nginep dimana? hehe danpada saat ke vietnam bawa nasi bungkus itu naro nya di bagasi apa di kabin? hehe soalnya kadang di kabin makanan "basah" suka ga dibolehin kan di maskapai tertentu huhuhu makasih sebelumnya mbak :)))

    ReplyDelete
  2. Merk simcard nya lupa euy... pas di airport survei harga paket internet nya dl aja.

    Pas di mui ne nginep di sini:

    missnidy.blogspot.co.id/2015/10/review-delight-hotel-mui-ne.html?m=1

    Sebenarnya gak boleh, hampir dilarang bawa masuk ke pesawat. Tapi kmrn lagi lucky aja sih makanya lolos scanner. Mendingan masukin koper bagasi aja biar aman.

    ReplyDelete
  3. saya malah baru mau jalan besok mei. tapi rutenya lebih panjang sih. sbulanan gitu dari hanoi - hue - da nang - hoi an - mui ne - saigon - phnom penh - siem reap - pattaya - bkk - phuket - phi phi - krabi baru transit ke hat yai & KL buat ke singapore. tapi thanks ada bacaan buat referensi.


    blog.bayuhendarto.web.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih enak sekali bisa lama... Kemaren kepentok jatah cuti jadi cuma bisa 11 hari dan itinerarynya jadi a little bit too tight. T.T
      Terima kasih sudah mampir. Semoga perjalanannya menyenangkan dan lancar!

      Delete
  4. Mbak tanya dong... Utk dapetin voucher yg lgsg ditukerin di sinh tourist pas baru sampe itu dapetnya bgmn? Apa beli via online di web sinh tourist?
    Kami sdh menghubungi sinh tourist dan minta paket yg tailor made sesuai dg kemauan kami dan kami ditawarkan: transport pp ke Mui Ne sekalin hotelnya saat disana (ditawarkan Mui Ne Resort *2) & jeep tour; tour ke Chichi tunel; tour kota HCMC dan hotelnya 2 malam (Liberty Hotel *3); antar jemput bandara (yg ini blm jelas krn nga disebutin). Ditawarkan hampir 6.000.000 VND/3 person. Tp sampe skrg kok nga ada voucher atau bukti booking formalnya yah??? Udh ditanya lg bolak-balik tetap nga ada bukti booking/voucher..! Nga tau jg bgmn cara bayarnya, apa bs pake kartu kredit atau harus cash?!.
    Maaf yah panjang ceritanya & byk prtanyaannya... soalnya bingung. Tgl 9 Mei 2016 udh mau ke sana soalnya.
    Mohon infonya mbak. Terima kasih yah...

    ReplyDelete
  5. Mbak tanya dong... Utk dapetin voucher yg lgsg ditukerin di sinh tourist pas baru sampe itu dapetnya bgmn? Apa beli via online di web sinh tourist?
    Kami sdh menghubungi sinh tourist dan minta paket yg tailor made sesuai dg kemauan kami dan kami ditawarkan: transport pp ke Mui Ne sekalin hotelnya saat disana (ditawarkan Mui Ne Resort *2) & jeep tour; tour ke Chichi tunel; tour kota HCMC dan hotelnya 2 malam (Liberty Hotel *3); antar jemput bandara (yg ini blm jelas krn nga disebutin). Ditawarkan hampir 6.000.000 VND/3 person. Tp sampe skrg kok nga ada voucher atau bukti booking formalnya yah??? Udh ditanya lg bolak-balik tetap nga ada bukti booking/voucher..! Nga tau jg bgmn cara bayarnya, apa bs pake kartu kredit atau harus cash?!.
    Maaf yah panjang ceritanya & byk prtanyaannya... soalnya bingung. Tgl 9 Mei 2016 udh mau ke sana soalnya.
    Mohon infonya mbak. Terima kasih yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu itu pesan bus via online, setelah bayar dengan deduct kartu kredit nanti akan dikirim e-ticket ke email kita. Kalau belum bayar ya belum dikirim e-ticketnya.

      Delete
  6. mba nanya dong,saya dan kawan ada plan ke mui ne akhir agustus nanti.itu bus ke mui ne pake sinh tourist yah?itu di drop di hotel atau ga ya?soalnya ada yg nulis kalo di drop/pick up di hotel.tp ada jg yg bilang nggak.agak bingung hehehe.
    dan ada rekomen ga hostel yg dkt ama counter sinh tourist di mui ne..
    terima kasih banyak sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pakai Sinh Tourist. Pas di kantor agennya di Pham Ngu Lao Ho Chi Minh, nanti ditanyain sama pegawai ticketing nya, kita bakal menginap di mana. Kalau dilewatin sama bus (sebelum pool bus di Mui Ne), nanti kita bakal di drop di depan hotel. Pas balik lagi ke Ho Chi Minh juga bakal dijemput lagi di depan hotel. Tapi kalau hotelnya setelah pool bus, gak bisa diantar ke hotel.
      Nah jadi saranku, mending pilih hotel yang letaknya sebelum pool bus biar bisa diantar dan dijemput. Hotelku di Delight hotel, aku udah tulis reviewnya juga kok di blog ini. Bisa juga di Mui Ne Backpacker Resort, kebetulan waktu itu ketemu orang sama-sama orang Indonesia waktu di bus yang menginap di sana.

      Delete

Recommended Tour in South Korea

trazy.com

Featured Post

FAQ: Winter Trip in South Korea

Sebelumnya gue mau ucapin terima kasih banyak buat yang udah sempatkan untuk mampir di blog ini. Semenjak gue posting mengenai jalan-jal...

Instagram

Subscribe

Join Our Newsletter

Get All The Latest Updates Delivered Straight Into Your Inbox For Free!

We Respect Your Privacy | Get This Widget